alexametrics

LSQ Memicu Hasil Positif dalam Pembelajaran Matematika

Oleh : Nunik Sri Yuningsih, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kecerdasan yang tidak sama pada setiap anak membuat mereka merasa sulit untuk menjadi sama dengan teman sejawatnya. Rasa minder akan selalu muncul pada anak yang memiliki kecerdasan lebih rendah dari teman sekelasnya.

Maka dari itu guru diwajibkan melakukan langkah-langkah mengolah metode yang tepat dalam menghadapi kondisi siswa pada waktu dan tempat tertentu. Rangsangan yang akan diberikan kepada peserta didik haruslah tepat.

Dalam pembelajaran Matematika yang ada pada sekolah dasar, seorang guru tidak hanya menyampaikan materi yang rumit menurut sebagian besar peserta didik. Tetapi juga memicu keberanian anak untuk memulai keinginan untuk belajar matematika.

Learning Start with a Question (LSQ) merupakan salah satu metode pembelajaran sebagai acuan yang bisa digunakan untuk merangsang peserta didik kita meminati pembelajaran matematika.

Menurut (Hamruni, 2009:276) Learning Start with a Question (LSQ) adalah suatu metode pembelajarn dimana proses belajar sesuatu yang baru akan lebih efektif jika siswa aktif dalam bertanya sebelum mereka mendapatkan penjelasan tentang materi yang akan dipelajari dari guru sebagi pengajar.

Menurut (Suprijono, 2010:112) Learning Start with a Question (LSQ) adalah suatu metode pembelajaran aktif dalam bertanya.

Indikasi anak sering bertanya adalah sebuah ransangan positif menandakan anak memiliki keingintahuan yang besar diimbangi dengan kemampuan anak menjawab sebuah pertanyaan yang diajukan dari guru kepada siswa mencernimkan kemampun yang besar yang dimiliki oleh peserta didik. Untuk membekali terjadinya metode LSQ siswa seharusnya diberi pengarahan oleh guru untuk membaca dari salah satu sumber informasi.

Dengan membaca akan membuat siswa memiliki gambaran tentang materi yang akan disajikan oleh guru. Pembekalan yang siswa peroleh dari salah satu sumber nantinya akan menjadi bahan pertanyaan yang nantinya akan disampaikan kepada guru sebagai sumber kedua.

Penerimaan yang berbeda dari dua narasumber akan menimbulkan pertanyaan dari peserta didik.pada saat itulah terjadi rangsangan yang positif yaitu, munculnya keberanian untuk mengungkapkan sesuatu yang menurutnya tidak sama. Dari awal inilah terjadi proses pembahasan untuk menyamakan pengertian.

Pada dasarnya tujuan dari metode Learning Start with a Question (LSQ) adalah siswa aktif bertanya, mandiri dalam belajar, melatih untuk mengemukakan pendapat, dan berpikir kritis.

Manfaat yang diperoleh dari metode Learning Start with a Question (LSQ) adalah (1) siswa memiliki pengetahuan awal tentang materi yang akan diajarkan. (2) siswa tidak hanya menjadi pendengar saat proses pembelajaran. (3) jika terjadi kesalahpahaman dapat terdeteksi karena siswa sudah memiliki pengetahuan dasar tentang materi yang akan diajarkan.(4) siswa terlibat langsung dalam proses belajar mengajar.

Menurut (Zaini, dkk.2008:44), langkah-langkah metode Learning Start with A Question (LSQ): (1) Pilih bahan bacaan yang sesuai kemudian dibagikan ke siswa. (2) Meminta siswa untuk mempelajari bacaan sendirian atau dengan temen sebangku. (3) Meminta siswa untuk memberi tanda pada bagian yang tidak dipahami, anjurkan mereka memberi tanda sebanyak mungkin, gabungkan pasangan belajar dengan pasangan yang lain kemudian membahas poin-poin yang tidak diketahui yang tidak diberi tanda. (4) Minta siswa untuk menuliskan petanyaan tentang materi yang telah dipelajari. (5) Kumpulkan peertanyaan-pertanyaan yang telah ditulis siswa. (6) Usahakan dalam menjawab pertanyaan dilakukan secara urut sesuai dengan bahan pelajaran agar siswa urut juga dalam memahaminya.

Learning Start with A Question (LSQ) dapat di terapkan dalam kelas 4-5 pada sekolah dasar.untuk melatih siswa berkreasi dalam menggali ilmu di dalam sekolah dasar sebagi bekal untuk sekolah yang lebih tinggi. (pr1/ton)

Guru SD Negeri 12 Mulyoharjo Kec. Pemalang Kab. Pemalang

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya