alexametrics

Home Visit Upaya Pelayanan BK di Masa Pandemi

Oleh: Retno Ambar Sari, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi membuat semua tatanan kehidupan berubah baik dari pribadi, sosial, belajar bahkan karier mengalamu perubahan yang sangat mencolok. Pada 24 Maret 2020 Menteri Pendidikan Mengeluarkan surat Edaran No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Penyebaran Covid-19. Berisi bahwa pembelajaran atau proses belajar mengajar dilakukan dari rumah dengan metode daring. Pembelajaran di sekolah sudah hampir 2 tahun tidak dilakukan dengan tatap muka. Tentunya banyak kendala yang dihadapi. Baik itu dari segi fasilitas maupun dari segi keterampilan dalam menggunakan teknologi juga fasilitas yang tersedia.

Di SMKN I Jambu dengan kondisi geografis tempat tinggal peserta didik tentunya banyak sekali kendala yang dihadapi. Pembelajaran di era pandemi memberikan tantangan khusus bagi guru bimbingan dan konseling. Guru BK tidak pernah bertemu dengan peserta didik. Dalam layanan BK pertemuan dengan peserta didik menjadi kunci utama layanan karena dengan mengenal dan bertemu peserta didik akan bisa terbuka mengenai permasalahan yang dihadapi.

Baca juga:  Peningkatan Aktivitas Pembelajaran di Masa Pandemi dengan Home Visit Method

Pelayanan BK dibagi 4 komponen yaitu layanan dasar, perencanaan individual, layanan responsif dan dukungan sistem. Menurut Prayitno dan Erman Anti (2015:315), selain komunikasi verbal, kegiatan pendukung juga diperlukan untuk memperoleh berbagai data, keterangan dan informasi, serta terutama tentang klien dan lingkungannya.

Di SMKN I Jambu dalam pembelajaran daring ada beberapa peserta didik yang mengalami kendala dan tidak mengomunikasikan kesulitannya dengan guru di sekolah. Hal ini terjadi karena peserta didik terlalu lama menjalankan pembelajaran daring. Kondisi ini yang membuat peserta didik segan berkomunikasi intens dengan guru. Peserta didik merasa belum mengenal guru dengan baik membuat mereka sangt sulit terbuka akan kondisi yang dialami.

Dengan melakukan home visit guru BK akan lebih mengetahui kondisi peserta didik dan lingkungannya. Gunawan (2001:237) menyatakan, perlunya dilaksanakan home visit di antaranya, jika permasalahan yang dihadapi peserta didik ada sangkut pautnya dengan masalah keluarga, keluarga sebagai salah satu sumber data yang dapat dipercaya tentang keadaan peserta didik.

Baca juga:  Meningkatkan Pemahaman Tayamum pada Siswa melalui WhatsApp

Dengan melihat hasil pembelajaran tengah semester dan merekap peserta didik yang memiliki banyak tagihan pembelajaran dijadikan dasar guru dalam menentukan sasaran peserta didik yang akan dilakukan home visit. Sebelum melakukan home visit guru BK terlebih dahulu melakukan berbagai persiapan. Di antaranya surat tugas dari sekolah dan menghubungi peserta didik yang akan di-home visit untuk terlebih dahulu membuat janji dengan orang tua. Di era masa pandemi peran orang tua sangat penting dalam kelancaran proses belajar peserta didik.

Setelah home visit peserta didik mengalami perubahan perlaku dalam mengikuti pembelajaran daring, peserta didik dapat mengikuti pembelajaran lebih baik. Perlunya komunikasi langsung dengan peserta didik melalui home visit dapat meningkatkan minat belajar peserta didik di sekolah.

Dalam pelaksanan home visit guru BK beserta wali kelas mendatangi peserta didik ke rumahnya. Kemudian bertemu dengan orang tua siswa. Guru BK mengungkapkan maksud kedatangan serta memberikan gambaran tentang permasalahan yang dihadapi siswa kemudian bersama-sama mencari solusi dari permasalahan.

Baca juga:  Mengenal Organ Pencernaan Manusia melalui Model Picture And Picture

Guru BK, wali kelas, peserta didik dan orang tua bersama-sama mencari solusi terbaik yang kemudian akan diterapkan oleh siswa agar permasalahan yang sama tidak terulang kembali. Tidak lupa guru BK meminta kontak orang tua agar lebih mudah dalam berkoordinasi dan menanyakan perkembangan siswa di rumah dan menginformasikan kepada orang tua tentang perkembangan peserta didik disekolah.

Untuk pelaksanaan home visit membutuhkan waktu yang lebih lama dan harus sabar dikarenakan peserta didik sering kali memberikan penolakan ketika akan didatangi ke rumahnya.

Di SMKN I Jambu guru BK, guru mapel dan wali kelas yang selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dalem menangani permasalahan peserta didik di masa pendemi. Guru BK, guru mapel dan wali kelas bersama-sama melakukan home visit peserta didik dan hasinya siswa lebih baik dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh. (fkp1/lis)

Guru Bimbingan dan Konseling SMKN I Jambu, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya