alexametrics

Bimbingan Kelompok Menyenangkan dengan Teknik Homeroom

Oleh : Festi Ika Pradita, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 mengakibatkan pembelajaran di sekolah saat ini masih dilaksanakan dengan PJJ maupun PTM terbatas. Kebijakan pemerintah mengenai pembelajaran yang dilaksanakan baik secara daring (dalam jaringan/online), luring (luar jaringan/offline), dan paduan daring-luring (blended learning) ternyata tidak semulus yang diharapkan. Masih banyak hambatan dan permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran tersebut.

Bimbingan dan konseling sebagai salah satu komponen dalam keseluruhan sistem pendidikan khususnya di sekolah mempunyai peranan penting dalam membantu proses penyelesaian permasalahan tersebut. Untuk mencapai hasil yang optimal dari pelayanan bimbingan dan konseling, maka membutuhkan strategi yang tepat dalam memberikan layanan pada masa pandemi.

Kerangka kerja layanan bimbingan dan konseling dikembangkan dalam suatu program bimbingan dan konseling yang dijabarkan dalam empat kegiatan utama, yaitu layanan dasar bimbingan, layanan respontif, layanan perencanaan individual dan dukungan sistem (Achmad Juntika Nurihsan, 2005 : 27).

Dari hasil asesmen bimbingan dan konseling dengan menggunakan instrumen AKPD pada siswa kelas XII IPS 4 SMA Negeri 1 Grabag diperoleh hasil bahwa 10 orang siswa mempunyai motivasi belajar cenderung rendah. Dengan permasalahan tersebut, guru BK melaksanakan tindak lanjut dengan merencanakan pelayanan dasar bimbingan dan konseling.

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Kultur Jaringan dengan Pendekatan STEM

Pelayanan dasar yang dipilih oleh guru BK adalah layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom. Menurut Tohirin (2007: 170) bimbingan kelompok adalah suatu cara memberikan bantuan kepada individu (siswa) melalui kegiatan kelompok.

Pietrofesa (dalam Tatiek Romlah, 2006: 123) menyatakan homeroom adalah teknik untuk mengadakan pertemuan dengan sekelompok siswa di luar jam-jam pelajaran dalam suasana kekeluargaan, dan dipimpin oleh guru atau konselor. Dengan memberikan layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik homeroom kepada sekelompok siswa kelas XII IPS 4 yang mempunyai motivasi belajar rendah pada pembelajaran daring diharapkan siswa akan lebih terbuka, rileks, dan lebih mudah untuk membentuk dinamika kelompok.

Karena diadakan di luar jam pelajaran dan ditekankan terciptanya suasana yang penuh kekeluargaan sehingga diharapkan tujuan bimbingan kelompok dapat tercapai secara optimal.

Baca juga:  Gaya Belajar yang Menyenangkan, Atasi Kejenuhan Belajar di Masa Pandemi

Bimbingan kelompok teknik homeroom yang diberikan oleh guru BK dengan topik layanan “menumbuhkan motivasi belajar saat pandemi”, dilaksanakan secara daring.

Tahap-tahap bimbingan kelompok teknik homeroom meliputi pendahuluan, transisi, kegiatan, dan penutup. Pada tahap pendahuluan yang dilakukan oleh guru BK adalah membuat wa grup siswa yang teridentifikasi membutuhkan layanan. Kemudian menanyakan kepada anggota kelompok mengenai kesiapan mengikuti kegiatan bimbingan kelompok.

Kegiatan bimbingan kelompok disepakati dilaksanakan pada sore hari menggunakan media zoom meeting. Setelah anggota kelompok sepakat, guru BK membagikan link zoom meeting pada WA grup.

Tahap selanjutnya adalah tahap tansisi, guru BK menjelaskan tujuan pelaksanaan serta aturan kegiatan bimbingan kelompok homeroom. Kemudian guru BK menanyakan kesiapan anggota kelompok untuk memulai kegiatan. Tahap yang ketiga adalah tahap inti.

Pada tahap inti terjadi dialog terbuka antara guru BK dengan anggota kelompok terkait dengan topik tersebut. Dalam teknik homeroom anggota kelompok diharapkan terbuka terhadap permasalahan yang dirasakan. Bersedia berbagi pengalaman, dan tidak boleh menginterprestasikan orang lain.

Baca juga:  TGT Tumbuhkan Semangat Belajar IPS

Tahapan yang terakhir penutup. Guru BK mengajak anggota kelompok untuk merefleksikan diri dari hasil mengikuti bimbingan kelompok. Guru BK mengajak anggota kelompok untuk memberi kesan dan harapan dari kegiatan yang dilaksanakan. Kemudian menutup dengan doa dan salam.

Setelah kegiatan berakhir, melakukan evaluasi dari kegiatan bimbingan kelompok teknik homeroom. Evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi proses dan hasil. Pada evaluasi proses dilakukan dengan mengobservasi atau mengamati jalannya bimbingan kelompok.

Sedangkan evaluasi hasil dilakukan dengan menilai hasil dari kegiatan bimbingan kelompok. Instrumen evaluasi diberikan secara daring melalui google form. Dari evaluasi proses dan evaluasi hasil yang sudah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa layanan bimbingan kelompok teknik homeroom dengan topik “menumbuhkan motivasi belajar pada masa pandemi” berjalan dengan lancar, menyenangkan, serta tujuan dari layanan dapat tercapai secara optimal. (pm1/lis)

Guru SMAN 1 Grabag, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya