alexametrics

Membaca Permulaan Lebih Asyik dengan Media Kartu Kata

Oleh : Erma Kristinawati, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran membaca untuk kelas rendah disebut membaca permulaan. Kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD Negeri 3 Kebonbimo Boyolali masih rendah.

Hal ini terlihat dari masih banyaknya siswa yang mengeja dalam membaca kata yang panjang dan masih terbata-bata.

Dalam proses pembelajaran siswa kurang aktif, mereka hanya duduk mendengarkan dan menirukan guru membaca di papan tulis.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keaktifan siswa adalah menggunkan media kartu kata. Selain itu penggunaan media kartu kata akan memberikan kesan konkret, pengalaman aktual kepada siswa dan dapat menarik minat belajar siswa.

Sehingga kemungkinan besar anak akan mengingat kartu kata tersebut jika hendak belajar membaca di rumah.

Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Konfucius; apa yang saya dengar, saya lupa. Apa yang saya lihat, saya ingat. Apa yang saya lakukan, saya paham dan apa yang saya ajarkan, saya kuasai (Hartono:2008).

Keempat pernyataan di atas menekankan pentingnya melibatkan seluruh indra siswa dalam pembelajaran. Sehingga siswa lebih memahami dan daya ingat anak dalam pelajaran akan bertahan lebih lama dibandingkan jika siswa hanya mendengarkan ceramah dari guru.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Mengemukakan Pendapat melalui Metode Talking Stick

Menurut Hamalik (1994:12), media adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

Sedangkan yang dimaksud dengan kartu kata adalah kertas tebal berbentuk persegi panjang yang bertuliskan satu kata atau satu suku kata.

Persiapan-persiapan yang dilakukan oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan dengan media kartu kata adalah sebagai berikut: pertama, menginventarisasi dan menentukan kata-kata yang akan diajarkan dalam pembelajaran sesuai tema. Misalnya temanya adalah “menjaga kebersihan badan”, maka kata-kata yang dipilih adalah kata-kata yang terkait dengan menjaga kebersihan badan. Contohnya: mandi, sabun, sampo dan keramas.

Kedua, membuat kartu kata dan kartu suku kata dari kata-kata tadi. Berupa kertas kover yang dipotong persegi panjang, satu kartu hanya berisi satu kata atau satu suku kata. Keempat, menyiapkan papan flanel sebagai tempat menempel kartu kata dan kartu suku kata.

Baca juga:  Memahami Makna Proklamasi Kemerdekaan RI dengan Metode Sosiodrama

Adapun langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan dengan media kartu kata adalah sebagai berikut: pertama, guru mengawali pembelajaran dengan bercerita, menyanyi, atau tanya jawab tentang kebersihan badan. Kedua, guru menyuruh siswa untuk menyebutkan kata-kata yang berkaitan dengan kegiatan menjaga kebersihan badan.

Kemudian guru memperlihatkan kartu kata sesuai dengan kata yang disebutkan siswa dan menempelkannya di papan flanel. Di bawah kartu kata itu, ditempel kartu suku kata. Seluruh siswa diminta guru untuk membaca kartu kata dan kartu suku kata tadi secara bersama-sama. Begitu seterusnya sampai seluruh kartu kata dan kartu suku kata berhasil ditempel di papan flanel.

Keempat, guru mencabut semua kartu kata dan kartu suku kata dari papan flanel, kemudian memasukkannya ke dalam dua kotak. Satu kotak berisi kartu kata dan satu kotak lagi berisi kartu suku kata.

Baca juga:  Latihan Soal Bervariasi Tingkatkan Penguasaan Rumus Matematika

Kelima, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian salah satu kelompok diminta guru untuk maju ke depan mencari kartu kata dan kartu suku kata di dalam kotak, sesuai perintah guru. Kartu kata dan kartu suku kata yang berhasil ditemukan, kemudian ditempelkan di papan flanel. Begitu seterusnya sampai semua kelompok mendapat giliran.

Dalam proses pembelajaran membaca permulaan menggunakan media kartu kata, siswa menjadi lebih aktif, lebih antusias. Pembelajaran semakin menyenangkan dan memberikan kesan konkret kepada siswa. Dengan demikian siswa lebih memahami dan daya ingat anak dalam pelajaran akan bertahan lebih lama, sehingga anak lebih cepat bisa membaca dengan lancar tanpa mengeja lagi. (fkp1/lis)

Guru SDN 3 Kebonbimo, Boyolali

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya