alexametrics

Implementasi Nilai-Nilai Karakter dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Pasca Daring

Oleh : Herlina, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) membuka kesempatan untuk membenahi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran di kelas V SD Negeri Sembung 01 Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Nilai-nilai karakter yang sudah mulai luntur ditumbuhkan kembali melalui penerapan pembiasaan pada pembelajaran tatap muka.

Pemahaman pendidikan karakter paling baik dilakukan prosesnya pada usia 5-11 tahun. Pada usia tersebut anak cenderung memiliki sifat patuh dan juga penurut dengan sering meniru perilaku yang ditampilkan orang di sekitarnya.

Guru dan stake holder di sekolah harus mampu menerapkan manajemen yang baik dalam membuat perencanaan dan pelaksanakan aktivitas pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter di dalamnya. Menurut Usman (2014), “Manajemen adalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien”.

Hal ini menuntut guru untuk mampu merancang pembelajaran dan melaksanakanan pembelajaran yang tepat agar tujuan pembentukan karakter bagi siswa dalam pembelajaran dapat dicapai dengan optimal.

Baca juga:  Hafalan Surah-Surah Pendek Selama Pandemi dengan Daring

Suradi (2017) mengatakan, “Sudah selayaknya sekolah mempersiapkan peserta didiknya berkarakter lebih baik yang menjunjung tinggi budaya dan etika sebagai bekal hidup di masa depannya”.

Pendidikan karakter memiliki fungsi yang sangat bermanfaat bagi seseorang, seperti yang dipaparkan oleh Salahudin dan Alkrienciechie (2013:43) fungsi pendidikan karakter sebagai berikut: mengembangkan potensi dasar agar berperilaku baik. Menguatkan perilaku yang sudah baik dan dapat memperbaiki perilaku yang kurang baik. Membantu untuk dapat menyaring budaya asing yang kurang sesuai dengan nilai pancasila.

Beberapa pembiasaan yang merupakan kegiatan rutin yang terus-menerus dilakukan oleh semua warga sekolah yang di antaranya, budaya 5S, pemeriksaan kuku dan kebersihan anggota tubuh lainnya. Budaya tertib sebelum belajar, yaitu menyiapkan peserta didik berdoa, membaca Alquran, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Melaksanakan upacara bendera, senam pagi, dan melantunkan lagu-lagu kearifan.

Keteladan guru menjadi hal yang terpenting dalam pendidikan karakter. Nurchaili (2010) mengatakan guru sudah seharusnya benar-benar menjadi uswah atau teladan bukan sebatas penyampaian informasi ilmu pengetahuan. Tetapi lebih dari itu. Kegiatan mentransfer kepribadian guna membentuk siswa yang berkarakter. Implementasi nilai-nilai karakter yang dikembangkan di SD Negeri Sembung 01 pasca pembelajaran daring antara lain :

Baca juga:  Examples Non Examples, Tingkatkan Motivasi Mendeskripsikan Sifat Cahaya

Religius. Nilai karakter religius membentuk siswa yang beriman dan bertaqwa, cinta akan kebersihan, cinta lingkungan dan toleransi antarumat beragama. Perilaku tersebut ditampilkan melalui pembiasaan budaya salam, sapa, senyum, sopan, dan santun (budaya 5S).

Siswa dan guru saling menegur, memberi senyum, bersalaman dengan menanyakan kabar. Sebelum memulai pembelajaran peserta didik dibiasakan dengan berdoa, membaca Asmaul Husna, membaca/hafalan surat-surat pendek (Alquran).

Nasionalis. Nilai karakter nasionalis dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan yang dapat memupuk rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan dan menghargai kebhinnekaan peserta didik. Di antaranya upacara bendera setiap hari Senin, dan upacara hari-hari besar nasional lainnya. Sebelum pembelajaran setelah doa, diwajibkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, menyebutkan lima sila Pancasila.

Baca juga:  Tingkatkan Prestasi Siswa melalui Pendampingan Orang Tua

Mandiri. Melalui kemandirian siswa memiliki perilaku kerja keras, kreatif, disiplin, pemberani dan pembelajar.

Gotong Royong. Gotong royong merupakan nilai karakter yang mencerminkan sikap saling tolong menolong, solidaritas, kerja sama dan kekeluargaan. Hal ini terlihat nyata SD Negeri Sembung 01 Kecamatan Banyuputih dalam membersihkan kelas maupun lingkungan sekolah serta penggalangan infak tiap hari Jumat.

Integritas. Integritas merupakan sikap yang mencerminkan keteladanan, cinta akan kebenaran, kejujuran dan kesantunan. Sikap ini ditunjukkan dengan kebiasaan siswa berbicara santun, bersikap hormat kepada yang lebih tua, dan sayang kepada yang lebih muda.

Pembisaan-pembiasaan tersebut di atas terus menjadi rutinitas bagi warga sekolah dalam menerapkan nilai-nilai utama karakter. (fkp1/lis)

Guru Kelas V SDN Sembung 01 Kec. Banyuputih, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya