alexametrics

Belajar Semangat Komitmen Pendiri Negara melalui Action Learning

Oleh : Siti Rochmawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan pembelajaran sekarang, menghadapi peserta didik yang sudah lama belajar jarak jauh. Sehingga pembelajaran tatap muka terbatas ini digunakan untuk membangun situasi pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik dan memotivasinya. Strategi pembelajaran ini membutuhkan kegiatan belajar yang menarik perhatian peserta didik.

Di samping itu, isi materi pembelajaran dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki ruang lingkup yang luas. Termasuk materi kelas VII semester gasal tentang menganalisis proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara.

Materi ini membahas tentang mendeskripiskan perumusan dasar negara, menyusun telaah dan mensimulasikan. Hal ini menantang guru untuk dapat menyampaikan kepada peserta didik, agar dapat memahami isi materi pelajaran dengan baik dan benar.

Baca juga:  Asyiknya Bimbingan TIK dengan Podcast

Sementara itu yang terjadi sekarang adalah peserta didik kurang begitu tertarik dengan mata pelajaran ini, karena dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dipelajari. Inilah yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar peserta didik.

Pembelajaran gabungan (blended learning) dapat digunakan sebagai kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring. Dengan penyampaian materi secara daring sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran secara kesuluruhan.

Dilanjutkan dengan menciptakan pembelajaran aktif yang berpengaruh terhadap kemandirian peserta didik. Kali ini dengan menggunakan metode action learning. Metode action learning merupakan cara belajar dengan melakukan, yaitu memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami dari dekat suatu kehidupan nyata yang menyetting topik dan isi yang dipelajari atau didiskusikan di kelas (Mel Silberman, 2009).

Baca juga:  Pembiasaan Keagamaan Membentuk Sikap Religius Warga Sekolah

Dengan metode action learning dimulai dengan memperkenalkan topik kepada peserta didik dengan memberikan latar belakang informasi melalui pelajaran, yang di dasarkan pada pembelajaran yang singkat dan diskusi kelas.

Memperkenalkan topik dan latar belakang dapat dimulai dengan membaca, melihat tayangan. Kemudian guru akan memberikan kesempatan untuk mengalami topik itu secara langsung dengan mengadakan cerita pada setting kehidupan nyata. Guru mengembangkan daftar pertanyaan dan mendiskusikan. Dan mensimulasikan tentang semangat komitmen pendiri negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara.

Dalam mengikuti proses pembelajaran seperti ini dapat dilihat antusiasme, keaktifan dan peran serta dari peserta didik. Peserta didik akan merasa bertanggungjawab untuk mencari informasi secara individual, dan kelompok. Peserta didik belajar untuk bekerja sama, mempromosikan hasil karyanya, berkomunikasi, mendengarkan orang lain dan menyampaikan informasi yang didapatnya.

Baca juga:  Asyiknya Bermain Peran dalam Pembelajaran Sandiwara Tradisional Jawa

Metode action learning inilah yang digunakan oleh guru PPKn di MTs Negeri 1 Yogyakarta pada materi menganalisis proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara di kelas VII semester gasal. Hasilnya, ketertarikan peserta didik meningkat terhadap materi yang harus mereka pelajari, proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna, peserta didik lebih antusias dan termotivasi dalam pembelajaran. (fkp1/lis)

Guru PPKn di MTs Negeri 1 Yogyakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya