alexametrics

Belajar Akuntansi Lebih Efektif dengan PBL

Oleh: Haryati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sejak pemerintah mengumumkan kasus Covid-19 di Indonesia, masyarakat diimbau melakukan social distancing. Semua kegiatan seperti bekerja, belajar dan beribadah dilakukan di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sistem pembelajaran tatap muka di kelas diubah menjadi pembelajaran dalam jaringan atau daring agar proses pembelajaran tetap berlangsung sehingga terpenuhi hak peseta didik dalam belajar.

Proses belajar mengajar dipengaruhi oleh dua factor. Yaitu faktor yang berasal dari dalam dan faktor dari luar siswa. Sedangkan faktor yang berasal dari luar diri siswa salah satunya adalah teknik pembelajaran.

Penggunaan teknik yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Permasalahan yang timbul adalah pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Termasuk mata pelajaran akuntansi. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah.

Permasalahan intern pada siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Sragi yang timbul ketika pembelajaran daring berlangsung dapat dipaparkan sebagai berikut: bahwa minat dan motivasi siswa untuk belajar akuntansi masih rendah, baik motivasi internal maupun motivasi eksternal.

Hal tersebut tampak ketika pelajaran akuntansi berlangsung, diadakan latihan soal maupun ulangan harian secara daring. Peserta didik mendapatkan nilai yang rendah. Beberapa di antaranya juga mengemukakan bahwa akuntansi adalah pelajaran yang sulit, bikin pusing dan membingungkan sehingga partisipasidari merekapun juga kurang.

Pemilihan teknik pembelajaran yang tepat merupakan manifestasi dari kreativitas seorang guru agar siswa tidak jenuh atau bosan dalam menerima pelajaran. Pemilihan teknik pembelajaran haruslah sesuai dengan tujuan yang dirumuskan. Salah satunya adalah teknik pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Dengan harapan teknik Problem Based Lerning (PBL) lebih efektif bila dibandingkan dengan metode konvensional. Keefektifan teknik ini adalah siswa lebih aktif dalam berfikir dan memahami materi secara berkelompok dengan melakukan investigasi dan inkuiri terhadap permasalahan yang real di sekitarnya sehingga mereka mendapatkan kesan yang mendalam dan lebih bermakna tentang apa yang mereka pelajari.

Teknik Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu tehnik pembelajaran dimana authentic assesment (penalaran yang nyata atau konkret) dapat diterapkan secara komprehensif. Sebab di dalamnya terdapat unsur menemukan masalah dan sekaligus memecahkannya (unsur terdapat di dalamnya yaitu problem possing atau menemukan permasalahan dan problem solving atau memecahkan masalah).

Tujuan dari PBL untuk menantang siswa mengajukan permasalahan dan juga menyelesaikan masalah yang lebih rumit dari sebelumnya. Dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengemukakan pendapatnya. Menggalang kerja sama dan kekompakan siswa dalam kelompok. Mengembangkan kepemimpinan siswa serta mengembangkan kemampuan pola analisis dan dapat membantu siswa mengembangkan proses nalarnya. Pengajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi masalah.

Model ini cocok diterapkan pada mata pelajaran akuntansi karena mata pelajaran ini menuntut siswa untuk dapat memiliki keterampilan dalam melakukan pencatatan seperti pencatatan kedalam jurnal, membuat kertas kerja dan sebagainya. Keterampilan tersebut dapat dilatih setahap demi setahap. Dengan menggunakan metode problem based learning pembelajaran akuntansi ternyata cukup efektif meningkatkan hasil belajar akuntansi kelas XII IPS di SMA Negeri 1 Sragi. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik. (pr1/lis)

Guru SMA Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya