alexametrics

Pengaruh Penguasaan Kosakata dan Tata Bahasa Indonesia Terhadap Kemampuan Menulis Eksposisi

Oleh : Yeti Kurniasih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Eksposisi secara singkat merupakan sebuah tulisan paparan atau penjelasan. Eksposisi ditulis untuk menerangkan suatu hal kepada pembaca. Menulis eksposisi sangat besar manfaatnya. Sebagian besar masyarakat telah menyadari pentingnya informasi. Mereka haus akan informasi.

Oleh karena itu, mereka butuh penjelasan tentang sebuah informasi, salah satunya melalui tulisan eksposisi. Eksposisi bertujuan menguraikan suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pandangan pembaca.

Hal ini berarti dalam memberikan informasi kepada pembaca, tentu diperlukan kemampuan dan penguasaan kosakata, agar mampu menggunakan kosakata yang baik serta mengikuti tata bahasa yang ada dalam menuliskan pemaparannya sehingga pembaca lebih memahami paparan yang ditulis.

Untuk menerangkan, biasanya digunakan contoh-contoh ilustrasi, analogi, dan sebagainya. Paragraf eksposisi dapat berisi konsepkonsep yang harus diikuti oleh pembaca dengan pikirannya. Dengan demikian, untuk memahami paragraf eksposisi diperlukan proses berpikir atau intelektual. Berita di surat kabar dapat dikatakan sebagai contoh sebagian besar karangan eksposisi. Ciri menonjol dari sebuah paragraf eksposisi umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana.

Baca juga:  Porfolio Based Learning Efektif Tingkatkan Hasil Belajar Ekonomi

Penguasaan kosakata dan tata bahasa sangat diperlukan bagi seorang yang akan melakukan menulis eksposisi. Dengan demikian, keterampilan menulis eksposisi yang didukung oleh penguasaan kosakata dan tata bahasa yang baik akan memberikan kemampuan seseorang untuk mengungkapkan ide atau gagasannya ke dalam sebuah tulisan untuk memberikan penjelasan kepada orang lain.

Kosakata merupakan komponen bahasa yang memuat daftar kata-kata beserta batasannya yang penggunaannya sesuai dengan fungsinya. Oleh karena itu, semua bentuk kata, seperti kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang, kata majemuk, peribahasa, antonim, dan sinonim yang terdapat dalam bahasa Indonesia termasuk kosakata bahasa Indonesia.

Perkembangan kosakata sangat dinamis sesuai dengan tuntutan dan perkembangan kebutuhan pemakainya. Penguasaan kosakata juga bukanlah keterampilan yang sederhana, karena mencakup pengenalan, pemilihan, dan penerapan. Penguasaan kosakata juga bukan merupakan proses yang spontan, melainkan proses menuju penguasaan kosakata secara baik dan benar.

Baca juga:  Serunya Belajar Aqiqoh, Qurban lewat Whatsapp Group dan Voice Note

Menulis eksposisi bertujuan untuk menyampaikan dan menjelaskan sesuatu kepada para pembaca agar pembaca mengerti atau memahami perihal penjelasan tersebut. Untuk membuat pembaca memahami penjelasan penulis, maka diperlukan adanya kosakata yang baik melalui kata-kata yang dirangkai menjadi kalimat yang terdapat dalam tulisan tersebut.

Tata bahasa adalah suatu pemerian atau deskripsi mengenai struktur suatu bahasa dan cara menggabungkan unit-unit linguistik seperti kata dan frasa untuk menghasilkan kalimat-kalimat dalam bahasa tersebut. Biasanya juga turut mempertimbangkan makna-makna dan fungsi-fungsi yang dikandung oleh kalimat-kalimat tersebut dalam keseluruhan sistem bahasa itu.

Di dalam menulis eksposisi,diperlukan adanya suatu bentuk ekspresi gagasan yang berkesinambungan dan mempunyai urutan logis dengan menggunakan tata bahasa tertentu atau kaidah bahasa yang digunakan sehingga dapat menggambarkan atau dapat menyajikan informasi yang diekspresikan secara jelas. (ipa1/lis)

Baca juga:  Membangun Karakter Bangsa melalui Profil Pelajar Pancasila

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Bergas, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya