alexametrics

Peran Guru BK dalam Proses Konseling melalui Media Sosial di Masa Pandemi

Oleh : Wahidah Fribasari, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Masa pandemi Covid-19 masih berlangsung. Dan semenjak bulan Maret 2020 semua instansi pendidikan dari tingkat prasekolah sampai tingkat SMA/SMK telah melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Proses pembelajaran dan pemberian tugas hampir semua dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) dengan menggunakan HP dan laptop.

Guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai salah satu elemen dari pendidikan, memiliki kewajiban untuk memantau perkembangan siswa. Implementasi kegiatan BK dalam pelaksanaan pembelajaran sangat menentukan proses belajar mengajar. Tidak menutup kemungkinan banyak siswa mengalami kendala dalam menyesuaikan diri dengan pola belajar yang baru. Siswa yang semula belajar didampingi guru di sekolah harus mau belajar mandiri dengan didampingi orang tua yang tentu saja mempunyai kesibukan masing-masing.

Beberapa permasalahan yang terjadi di SMP Negeri 1 Tembarak adalah siswa belum mampu menguasai teknik pembelajaran yang digunakan, kurangnya pemantauan orang tua di rumah sehingga tugas yang diberikan guru tidak bisa diselesaikan. Permasalahan tersebut terjadi karena pengelolaan waktu belajar siswa di rumah yang kurang teratur. Hal-hal tersebut jika tidak segera ditangani akan menjadi kebiasaan tidak baik pada siswa.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar PPKn dengan Metode NHT

Djumhur dan Moh. Surya (1975:15) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat.

Sardiman (2001 : 142) berpendapat peran guru pembimbing adalah sebagai motivator, director, inisiator, fasilitator, mediator dan evaluator. Terkait dengan penerapan layanan dasar kepada peserta didik, guru bimbingan konseling dapat memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Baca juga:  Implementasi Home Visit dalam Upaya Meningkatkan PJJ

Guru BK harus mampu berperan aktif dalam manampung segala permasalahan siswa. Guru BK juga bisa memberikan materi melalui PJJ atau disesuaikan dengan media yang akan dipilih sebagai bentuk penyajiannya. Harapannya materi bimbingan konseling menyenangkan, mudah diingat, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang diberikan juga sesuai dengan kebutuhan siswa terutama pada masa pandemi Covid-19.

Selain layanan informasi, guru BK juga bisa memberikan layanan konseling secara pribadi melalui media sosial seperti WhatsApp, FB dll. Siswa yang mengalami kesulitan dalam bidang pribadi, belajar, sosial maupun karir bisa berkonsultasi dengan guru BK. Guru BK bisa menggali informasi permasalahan yang dialami siswa dari guru mata pelajaran ataupun wali kelas. Apabila ada hal yang harus diselesaikan melalui tatap muka, guru BK bisa melakukan layanan home visit untuk menggali permasalahan siswa lebih mendalam.

Baca juga:  Membangun Rasa Percaya Diri pada Peserta Didik

Ketika guru BK mampu memaksimalkan peran sertanya dalam layanan bimbingan konseling, maka akan sangat membantu siswa dalam melewati tugas perkembangannya walaupun dalam situasi pandemi seperti sekarang.

Siswa juga akan merasa diperhatikan ketika melaksanakan proses pembelajaran. Karena BK adalah sahabat siswa, meskipun kegiatan tatap muka belum bisa dilaksanakan, guru BK bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk senantiasa mendampingi dan membimbing siswa. (dm1/lis)

Guru BK SMPN 1 Tembarak, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya