alexametrics

Alat Bantu Bilbul dengan Manik-Manik Lebih Bersemangat Belajar Matematika

Oleh : Widy Hastrini S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KATA media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Metode adalah perantara atau pengatur pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan. Banyak batasan yang diberikan orang tentang media.

Gagne (1970) yang dikutip oleh Arif S Sadiman (2011:6) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Gerlach & Ely (1971) sebagaimana dikutip dalam Azhar Arsyad (2006:2) menyatakan, media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

Matematika merupakan mata pelajaran yang bersifat abstrak yang membutuhkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran matematika, agar siswa mampu menguasai pelajaran matematika. Kenyataan menunjukkan bahwa hingga saat ini hasil belajar matematika siswa kelas 6 SDN 01 Bojongminggir masih lemah, terutama pada materi Bilbul (bilangan bulat) dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Siswa memiliki kesulitan memahami dan mengerjakan soal–soal matematika. Hal ini dikarenakan ketidakmampuan siswa menerima objek langsung matematika. Siswa mengalami kesulitan memahami sebuah pengetahuan yang disampaikan dengan metode ceramah.

Baca juga:  Belajar IPA Menyenangkan dengan Animasi

Untuk memecahkan problematika pembelajaran tersebut menuntut kemampuan guru untuk dapat mengupayakan metode yang tepat. Penggunaan media akan membuat pembelajaran lebih menarik dan membuat siswa merasa senang dan gembira sehingga minat belajar siswa semakin besar.

Proses pembelajaran mempunyai dua unsur yang menonjol yakni metode pembelajaran dam media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar. Media memiliki beberapa fungsi yaitu untuk menarik perhatian siswa saat menerima pelajaran dan pada akhirnya pencapaian hasil belajar dapat memuaskan.

Menurut Azhar Arsyad (2006:26-27), manfaat media pembelajaran yaitu dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses belajar.

Manik-manik terdiri atas dua warna. Yaitu, warna kuning menandakan bilangan postif. Warna merah menandakan bilangan negatif. Dalam alat ini, bilangan nol netral diperlihatkan oleh dua buah manik-manik dengan berbeda warna yang dihimpitkan, sehingga membentuk sepasang manik-manik, dua pasang manik-manik dan seterusnya. Penjumlahan bilangan bulat dengan manik-manik menggabungkan sejumlah manik-manik ke dalam kelompok manik-manik lain, maka sama halnya dengan melakukan penjumlahan.

Baca juga:  Membangun Pendidikan Indonesia dengan Menjadi Guru Merdeka Belajar

Misalnya, tiga ditambah lima sama dengan titik-titik. Maka tempatkan 3 manik–manik kuning bertanda positif, lalu tambahkan 5 manik–manik kuning bertanda positif. Dan hasilnya ada 8 manik–manik kuning bertanda positif di papan.

Negatif tiga ditambah negatif dua, maka kita ambil 3 manik–manik merah bertanda negatif, kemudian tambahkan atau gabungkan 5 manik–manik merah bertanda negatif. Hasilnya terlihat ada 8 buah manik–manik merah bertanda negatif yang terdapat di papan. Begitu seterusnya. Adapun pelaksanan untuk melatih siswa adalah beberapa siswa ditunjuk untuk maju kemudian mendemonstrasikannya di depan kelas dengan menggunakan manik-manik.

Media pengajaran jika digunakan dalam pembelajaran, akan memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis dapat menimbulkan kegairahan belajar dan memungkinkan interaksi langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan. (ct3/ida)

Baca juga:  Mudah Pahami Kisah Nabi Ilyasa AS dengan Metode Role Playing

Guru SDN 01 Bojongminggir, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya