alexametrics

Strategi Kepala Sekolah dalam Membentuk Sikap Kepedulian Lingkungan di SD

Oleh : Rochimah, S.Pd.SD, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sikap peduli terhadap lingkungan adalah salah satu nilai karakter yang diharapkan terbentuk pada diri siswa dalam proses pendidikan. Sikap peduli lingkungan merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Terjaganya lingkungan menjadikan kualitas hidup manusia yang lebih baik. Segala sumber daya yang sudah tersedia di lingkungan dapat dipergunakan manusia untuk kelangsungan hidupnya. Lingkungan yang indah tentu saja akan memberikan pengaruh yang positif bagi kehidupan manusia, begitu juga sebaliknya.

Tetapi dalam kenyataannya, banyak manusia yang tidak memiliki sikap peduli terhadap lingkungan, namun yang terjadi adalah sikap merusak dan menghancurkan lingkungan.

Strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau Tindakan. Strategi mencakup tujuan kegiatan, siapa yang terlibat dalam kegiatan, isi kegiatan, proses kegiatan, sarana penunjang kegiatan. Pada dasarnya SD Negeri Bungo 1 sudah berupaya merintis serta mengembangkan karakter yang peduli dan berbudaya lingkungan sebagai wujud implementasi nilai peduli lingkungan dari pendidikan karakter.

Baca juga:  Keranjang Literasi Efektif Tingkatkan Keaksaraan Awal Anak Usia Dini

Hal ini dapat diketahui dari visi SD Negeri Bungo 1 tersebut yang memuat unsur berbudaya dan berkarakter. Berbudaya dan berkarakter di sini termasuk di dalamnya adalah memiliki budaya hidup bersih sehingga terbentuk karakter yang kuat untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sehingga diharapkan menjadi sarana bagi warga sekolah, terutama siswa untuk mengenal dan lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan hingga pada akhirnya tidak hanya menjadi suatu kebiasaan, melainkan menjadi suatu kebutuhan.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 008C/U/1975 menetapkan bahwa Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) mulai diterapkan di Sekolah Dasar (SD). Dalam Surat Keputusan tersebut dinyatakan bahwa PKLH diajarkan tidak dalam bentuk mata pelajaran tersendiri, tetapi dalam bentuk kesatuan dengan mata pelajaran dan bidang studi tertentu melalui pendekatan terpadu (integrative).

Baca juga:  Pelaksanaan UKK melalui LSP P-1 sebagai Upaya Meningkatkan Lulusan SMK

Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah. Kualitas kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap terbentuknya semangat kerja, kerja sama yang harmonis, minat terhadap perkembangan pendidikan, suasana kerja yang menyenangkan, dan perkembangan mutu profesional diantara para guru.

Peran kepala sekolah menjadi pemimpin yang dimaksud yaitu menjadi panutan yang baik bagi seluruh warga sekolah baik guru maupun murid agar dapat menjalankan tugasnya masing-masing dengan maksimal demi tercapainya tujuan yang diinginkan. Kepala sekolah menjadi pemimpin harus memiliki kepribadian yang kuat, bijaksana dalam mengambil keputusan dan mampu melakukan inovasi-inovasi yang dapat membangun sekolahnya agar menjadi sekolah yang baik.

Strategi kepala sekolah dalam membentuk sikap kepedulian lingkungan sekolah ditinjau dari dua aspek, yaitu strategi pembentukkan karakter peduli lingkungan dan budaya sekolah. Dari strategi pembentukkan karakter peduli lingkungan, terdapat dua pola, pertama; pembentukkan karakter peduli lingkungan melalui muatan lokal pendidikan lingkungan hidup, kedua; pembentukkan karakter peduli lingkungan dengan mengintegrasikan muatan lokal pendidikan lingkungan hidup kedalam seluruh mata pelajaran. Ditinjau dari budaya sekolah, dilakukan melalui kegiatan rutin, keteladanan kepala sekolah dan dewan guru, kegiatan spontan, serta pengkondisian lingkungan.

Baca juga:  Metode Repetition Tingkatkan Kemampuan Menulis Siswa

Adapun budaya sekolah di SD Negeri Bungo 1 yang diajarkan pada anak agar peduli kepada lingkungan yang diterapkan yaitu perilaku membuang sampah pada tempatnya, hemat air dan listrik, menggunakan produk ramah lingkungan, belajar menanam pohon dan berkebun, pembelajaran luar kelas, buang air besar dan kecil di toilet, kegiatan Jumat bersih dan kegiatan piket harian. (fkp2/ton)

Guru SD Negeri Bungo 1

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya