alexametrics

PjBL Tingkatkan Keaktifan Belajar IPA di Masa Pandemi Covid 19

Oleh : Ida Widiyawati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Alam adalah salah satu materi ajar di SD yang memiliki cakupan luas. Seorang pendidik dituntut kreatif dalam penyampaiannya, menciptakan komunikasi antar peserta didik dan menjadikan siswa aktif saat proses pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar siswa.

Proses kegiatan belajar mengajar belum juga dilaksanakan karena kebijakan yang ditetapkan pemerintah terkait wabah covid 19 untuk menerapkan pembatasan sosial guna mencegah penyebaran virus corona. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menerbitkan Surat Edaran nomor 15 Tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan pembelajaran dari rumah dalam masa darurat penyebaran Covid-19.

Pembelajaran dilaksanakan secara daring/jarak jauh. Pembelajaran daring merupakan pemanfaatan jaringan internet dalam proses pembelajaran. Siswa dapat berinteraksi dengan guru menggunakan beberapa aplikasi seperti Google Classroom, video conference, telepon atau live chat, zoom maupun melalui whatsapp group.

Baca juga:  Lupakan Belajar Matematika melalui Metode Talk and Chalk dengan GI

Di SD Karanggedong pembelajaran di masa pandemi kurang maksimal. Aplikasi dan model pembelajaran yang digunakan pendidik belum inovatif mengakibatkan kejenuhan siswa dalam belajar dan berkurangnya minat dalam pembelajaran IPA, terlihat dari pengiriman tugas yang tidak lengkap menunjukkan kurangnya keaktifan belajar.

Menurut Dimyati dan Mudjiono dalam buku Belajar dan Pembelajaran (2013:114), keaktifan siswa dalam aktivitas pembelajaran mengambil beraneka ragam bentuk aktivitas dari aktivitas fisik sampai aktivitas psikis. Keaktifan belajar siswa merupakan unsur dasar yang penting dalam keberhasilan proses pembelajaran.

Untuk mengatasi permasalahan pembelajaran IPA di SDN Karanggedong diterapkan model pembelajaran Project Based Learning. Menurut Sutiman (2013:43) dalam buku Media dan Model-Model Pembelajaran Inovatif Pembelajaran Berbasis Proyek, project based learning merupakan sebuah model pembelajaran untuk menghasilkan produk atau proyek nyata dimana siswa berperan secara aktif.

Sedangkan langkah–langkah pembelajaran model Project Based Learning (PjBL) menurut Donni Juni priansa pada buku yang berjudul Pengembangan Strategi dan Model Pembelajaran (2017:216-217) adalah sebagai berikut: Pertama, dimulai dengan pertanyaan esensial (star with the essensial question) yaitu pertanyaan mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik serta memberi penugasan peserta didik dalam melakukan aktivitas. Kedua, mendesain rencana proyek (design a plant for the project). Perencanaan proyek dilakukan kolaboratif antara guru dan peserta didik, dalam menentukan judul proyek yang sesuai dengan materi dan permasalahannya. Ketiga, membuat jadwal (create a schedule).

Baca juga:  MOL, Pupuk Ramah Lingkungan untuk Belajar Sains

Tahap ketika guru dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas menyelesaikan proyek Keempat, memonitor peserta didik dan memantau perkembangan proyek (monitor the student and the progress of the project). Guru bertanggung jawab memonitor aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek. Kelima, menilai hasil (asses the outcome). Penilaian dilakukan untuk membantu guru mengukur ketercapaian standar dan tujuan belajar.

Keenam, mengevaluasi pengalaman (evaluasi the experience), guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil akhir proyek yang sudah dijalankan. Pada akhir proses pembelajaran, guru dan peserta didik melakukan proses evaluasi baik secara individu maupun kelompok.

Dengan diterapkan model PjBL pada pembelajaran IPA di kelas enam SDN Karanggedong melibatkan siswa memecahkan suatu masaah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan memecahkan masalah dan memeberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. Hal ini sependapat dengan Abdul Majid (2015: 164) yang menyatakan model pembelajaran PjBL membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks. (unw1/ton)

Baca juga:  Belajar IPA menjadi Bermakna dengan Metode Jigsaw

Guru SDN Karanggedong, Ngadirejo, Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya