alexametrics

Bimbingan Belajar Tingkatkan Prestasi Siswa pada Pembelajaran Daring

Oleh : Kurniati Dian P, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat, termasuk dalam pendidikan. Pembelajaran yang awalnya berlangsung di sekolah digantikan menjadi di rumah melalui sistem daring (dalam jaringan).

Pembelajaran daring memiliki berbagai keterbatasan. Misalnya, ketiadaan fasilitas gawai (ponsel, laptop, dan tablet), rendahnya pemahaman tentang media digital, terbatasnya kemampuan membeli pulsa, dan keterbatasan sinyal. Terutama siswa di SDN Payaman 1, Kecamatan Secang banyak berasal dari keluarga menengah ke bawah.

Dalam satu rumah hanya ada satu ponsel. Dan dibawa orang tuanya bekerja. Sehingga siswa bisa menerima informasi tugas-tugasnya setelah orang tuanya pulang.

Pembelajaran daring tidak hanya bermasalah dalam teknis, tetapi esensi ataupun tujuan pembelajaran belum betul-betul teruji keefektifannya. Siswa yang terbiasa belajar secara tatap muka dan dijelaskan langsung guru, kini hanya diberi instruksi bacaan dan memberi tugas.

Hal tersebut membuat siswa semakin kebingungan karena tidak adanya penjelasan tetapi dipaksa untuk paham dengan mengerjakan tugas. Banyaknya mata pelajaran yang ditempuh siswa, sama dengan banyaknya tugas yang akan siswa selesaikan. Dengan banyaknya tugas tersebut membuat siswa tertekan secara psikologis.

Baca juga:  PjBL Lebih Menyenangkan melalui CBT pada Materi Pembuatan Busana Rumah

Pendidik harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun peserta didik berada di rumah. Maka pendidik dituntut mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Hal ini juga ditegaskan pemerintah dengan dikeluarkannya surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memutuskan, seluruh proses pembelajaran anak usia sekolah dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring selama masa darurat Covid-19.

Bimbingan belajar merupakan salah satu bidang bimbingan. Bimbingan menurut Crow & Crow (Prayitno, 2004: 94) adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri, dan menanggung bebannya sendiri.

Baca juga:  Strategi Tumbuhkan Minat Baca Anak Usia SD

Menurut Crow & Crow tersebut layanan bimbingan yang diberikan pada individu atau sekumpulan individu berguna untuk menghindari dan mengatasi masalah dalam kehidupannya secara mandiri.

Sedangkan menurut Donald G. Mortenson (Marsudi, 2003: 31) pengertian bimbingan adalah bagian dari program pendidikan, bantuan dan kesempatan setiap orang. Bimbingan diberikan oleh petugas yang memiliki keahlian. Dengan bimbingan individu diharapkan dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya. Dasar bimbingan ialah demokrasi.

Penulis selaku guru di SD N Payaman 1 mencoba memberikan layanan bimbingan belajar dalam mengurangi kesulitan belajar siswa pada masa Covid-19. Siswa membutuhkan bimbingan dalam memahami materi terlebih siswa-siswa yang masih dalam membentuk pemikiran seperti tingkat PAUD hingga SD. Anak dalam usia-usia itu sedang mengeksplorasi kehidupan, jadi apabila tidak ada penjelasan dari materi yang sedang dipelajari memungkinkan siswa akan lebih bingung atau salah memahami materi.

Baca juga:  Metode STAD Tingkatkan Karakter Kerja Keras

Bimbingan belajar yang dapat dilaksanakan di rumah warga dengan tetap memahami protokol kesehatan akan lebih membantu siswa dalam pemahaman materi dan pengerjaan tugas.

Solusi tersebut diberikan kepada siswa, kemudian dilihat layanan bimbingan belajar dalam mengurangi kesulitan belajar siswa. Selama memberikan bimbingan belajar, siswa selalu meminta untuk dibantu mengerjakan tugas atau hanya menerangkan materi yang belum dipahami.

Dapat kita tarik kesimpulan siswa memerlukan pendampingan dalam belajar, hingga materi dapat terserap secara optimal. Orang tua harus lebih ekstra dalam memerhatikan belajar siswa saat pembelajaran melalui daring.

Dari usaha tersebut, banyak siswa di SDN Payaman 1 yang terbantu. Bahkan orang tua siswa juga merasa terbantu. Terutama orang tua yang tidak setiap saat bisa mendampingi anaknya dalam belajar sistem daring. (pm2/lis)

Guru SDN Payaman 1, Kec Secang, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya