alexametrics

Peran Kepala Madrasah dalam Peningkatan Kedisiplinan Siswa

Oleh : Chamid Maskuri, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kepala madrasah memiliki peran sebagai pemimpin di madrasahnya. Bertanggung jawab memimpin proses pendidikan di madrasahnya yang berkaitan dengan peningkatan mutu sumber daya manusia. Peningkatan profisionalisme guru, karyawan dan semua yang berhubungan dengan madrasah (Wahjosumidjo, 2002: 83).

Madrasah Ibtidaiyah Al Hidayah Balerejo, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang yang berada di lereng Gunung Sumbing sarana prasarananya apa adanya. Kualitas sumber daya manusia maupun prestasi siswa masih jauh dari harapan. Disebabkan belum optimalnya guru dan siswa dalam pembelajaran.

Padahal kepala madrasah dan guru kelas merupakan penyedia layanan pendidikan di jenjang pendidikan fasar. Guru kelas bertugas membimbing, membentuk karakter peserta didik dan mentransfer ilmu pengetahuan secara berkelanjutan.

Rendahnya budaya literasi pada siswa MI akan membawa pengaruh yang besar bagi kehidupannya. Ia akan mengalami banyak kesulitan dalam mempelajari berbagai bidang studi pada tingkatan atau kelas berikutnya dan rendahnya hasil belajar siswa. Selain itu wawasan menjadi sempit sehingga berdampak pada rendahnya wawasan dan pengetahuan yang dimiliki siswa.

Baca juga:  Amcerda Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa

Dengan permasalahan tersebut penulis membuat terobosan kegiatan namanya “Opening Pagi“. Opening pagi adalah suatu kegiatan belajar siswa dan guru pada jam 0 yang dimulai pukul 07.00 sampai 07.35 setiap hari.

Dilaksanakan di halaman madrasah dan dipandu guru kelas dengan materi belajar terjadwal sesuai tingkat kelas masing masing. Meliputi doa harian, hadis pilihan, tahfidz juz 30, nadhom Asmaul Khusna dan doa-doa lain yang tertuang di buku modul.

Kegiatan dimulai dengan siswa yang piket terjadwal menyiapkan barisan dari kelas 1 sampai kelas 6 dan memimpin kegiatan berupa ikrar shahadah, janji pelajar dan doa mengawali belajar. Kemudian siswa berkelompok kelas (memilih tempat di halaman) dipandu oleh guru kelas. Lalu membaca dan menghafal kemudian setor hafalan kepada guru pemandu.

Baca juga:  Belajar Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Kartu Remi Bilbul

Adapun jadwal dan materi opening pagi adalah sebagai berikut : Senin upacara bendera pada pekan ketiga salat Duha bersama. Selasa doa harian sesuai jenjang kelas. Rabu hadis pilihan sesuai jenjang kelas, Kamis tahfidz sesuai jenjang kelas, Jumat NaadhomAsmaul Khusna sesuai jenjang kelas. Dan Sabtu olahraga bersama pada pekan ketiga jalan-jalan.

Inti dari kegiatan opening pagi adalah pengelolaan kegiatan yang mempunyai tujuan meningkatkan disiplin guru hadir lebih awal karena pada jam 0 harus memandu siswa kelasnya di halaman madrasah. Memotivasi siswa untuk gemar membaca dan menghafal. Kemudian memberi kesempatan siswa yang lebih cepat menghafal untuk setor hafalan. Memupuk keberanian siswa maju untuk mengatur barisan dan memimpin berdoa. Memberi suasana lain yang lebih fresh dibanding pembelajaran di dalam kelas. Sebagai sarana promosi kepada masyarakat yang melihatnya kegiatan tersebut.

Baca juga:  Serunya Belajar IPS dengan Model Tongkat Berbicara

Opening pagi yang diterapkan penulis terhadap siswa kelas I – VI di MI Al Hidayah Balerejo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang berjalan lancar dan berhasil. Meningkatkan minat baca, menghafal dan kedisiplinan siswa. Prestasi belajar siswa juga meningkat. Terbukti setiap akhir semester kita adakan lomba menghafal doa harian, hadis pilihan, tahfidz juz 30 dan nadhom asmaul khusna tingkat partisipasi siswa mencapai 98 persen menguasai materi belajar.

Penulis simpulkan dengan opening pagi baik guru siswa termotivasi untuk datang ke madrasah lebih awal dan dapat meningkatkan kedisiplinan siswa. Menambah keberanian siswa menjadi pemimpin. Dan dapat meningkatkan semangat belajar terutama dalam menghafal materi-materi modul opening pagi. (ms1/lis)

Kepala MI Al Hidayah, Balerejo, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya