alexametrics

Metode TPC dapat Tingkatkan Berpikir Kritis Siswa

Oleh: Sri Irayati, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menurut KBBI, belajar dapat didefinisikan sebagai usaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih,berubah tingkah laku yang disebabkan oleh pengalaman. Ahmad Susanto (2012) menyatakan belajar dimaknai sebagai suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku yang didapatkan melalui sebuah perintah atau arahan.

Pada model pembelajaran secara konvensional, model di mana guru menjadi pusat pembelajaran sehingga disebut proses belajar mengajar, siswa hanya dituntut untuk menyelesaikan soal tanpa mempertimbangkan proses berpikir siswa. Kenyataannya di lapangan masih banyak kita jumpai siswa seperti siswa kelas 5 SDN 01 Bojongminggir yang prestasi matematikanya rendah.

Bahkan Rusfendi (2006) menyatakan terdapat banyak anak yang setelah belajar matematika bagian yang sederhana pun banyak yang tidak dipahaminya, bahkan banyak konsep yang dipahami secara keliru.

Baca juga:  Belajar Tematik Menarik yang Bervariatif melalui PMM

Pembelajaran model kooperatif terdapat beberapa tipe pembelajaran satu tipe pembelajaran kooperatif yaitu pair check (berpasangan dan mengecek). Tipe ini dipopulerkan oleh Spancar Kagan (1993). Model pembelajaran TPC adalah modifikasi dari tipe Think, Pairs, and Share (TPS) pelaksanaannya hampir sama hanya yang membedakannya yaitu dimana masing-masing pasangan diminta saling mengecek hasil, sebaliknya persamaanya adalah pembelajaran ini menekankan pada aspek kemandirian siswa, melatih kemtanggungjawab sosial.

Pembelajaran model Think Pair Check (TPC) pada semua mata pelajaran, agar siswa tidak merasa bosan atau jenuh dalam belajar. Hasil belajar merupakan salah satu kemampuan yang harus dikembangkan.

Urutan langkah-langkah untuk melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe pair check sebagai berikut : Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 4 orang, dalam kelompok itu siswa tersebut dibagi menjadi berpasangan jadi ada partner A dan partner B pada kedua pasangan. Berikan setiap pasangan ini sebuah LKS untuk dikerjakan.

Baca juga:  Asyiknya Belajar ASEAN Sambil Menyanyi

Berikan kesempatan kepada partner A untuk mengerjakan soal nomor 1 sementara partner B mengamati, memberi motivasi, membimbing (bila diperlukan) partner A selama mengerjakan soal nomor 1 tersebut. Selanjutnya bertukar peran, partner B mengerjakan soal nomor 2, dan partner A mengamati, memberi motivasi, membimbing (bila diperlukan) partner B selama mengerjakan soal nomor 2 tersebut. Setelah 2 soal terselesaikan, maka pasangan tersebut mengecek hasil pekerjaan mereka berdua dengan pasangan lain yang satu kelompok dengan mereka, setiap kelompok yang memperoleh kesepakatan (sama pendapat atau cara memecehkan masalah, menyelesaikan soal) merayakan keberhasilan mereka, atau guru memberikan penghargaan (reward). Guru dapat memberikan bimbingan bila kedua pasangan di dalam kelompok tidak menemukan kesepakatan, langkah nomor 4, 5, dan 6 diulang lagi untuk menyelesaikan soal nomor 3 dan 4.

Baca juga:  Peran Pendidikan dalam Pembentukan Karakter

Demikian seterusnya sampai semua soal pada LKS selesai dikerjakan setiap kelompok. Model pembelajaran kooperatif tipe pair check cukup efektif dalam meningkatkan berpikir kritis siswa, ini terlihat dari hasil analisis kefektifan dengan rata-rata siswa kelas 5 yang berada pada kategori cukup efektif. (ct3/ton)

Guru Kelas V SDN 01 Bojongminggir Kec. Bojong Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya