alexametrics

Metode Co-op Co-op Latih Siswa Mendesain Tema Bumiku

Oleh: Romelan, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan adalah suatu kegiatan yang sadar akan tujuan. Tujuan pendidikan merupakan salah satu hal yang penting dalam kegiatan pendidikan. Maka pendidikan yang efektif sangat berpengaruh terhadap suatu sistem pembelajaran yang akan diterapkan, untuk menunjang keberhasilan belajar siswa.

Berdasarkan hasil observasi di SDN 01 Kepatihan kelas 6 dengan materi Bumiku didapatkan bahwa di sekolah tersebut proses belajar mengajarnya kurang aktif. Kbanyakan siswa jenuh, diam, kurang semangat dan kurang paham ketika guru mengajar. Hal ini terjadi karena model yang diterapkan tidak memotivasi siswa untuk meningkatkan hasil belajar. Sehingga hasil belajar yang diperoleh kurang memenuhi KKM.

Bahkan guru pada saat mengajar hanya menerapkan metode ceramah dan hanya menjelaskan materi dan membahas soal-soal dengan menulis di papan tulis. Sehingga siswa hanya bisa mendengar dan menulis saja, seharusnya peran siswa dalam belajar harus turut serta. Guru harus menerapkan strategi/model yang menarik yang dapat membuat siswa menjadi lebih pahammengenai materi yang akan diajarkan.

Baca juga:  Meningkatkan Pemahaman Materi Munakhahat melalui Bagan Kekerabatan

Co-op Co-op adalah sebuah bentuk Group Investigation yang cukup familiar. Metode ini menempatkan tim dalam kooperasi antara satu dengan yang lainnya (seperti namanya) untuk mempelajari sebuah topik di kelas (Slavin, 2005: 229). Co-op Co-op memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil, pertama untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang diri mereka dan dunia, dan selanjutnya memberikan mereka kesempatan untuk saling berbagi pemahaman baru itu dengan teman-teman sekelasnya.

Proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op bertujuan untuk mengaktifkan siswa agar saling bekerjasama dalam memecahkan masalah. Metode pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, kemudian tiap kelompok membagi subtopik-subtopik yang akan dibahas sehingga siswa dalam kelompok memiliki tugas masing-masing. Setelah itu tiap siswa mempresentasikan tugas masing-masing kepada teman sekelompoknya. Terakhir, presentasi tim yaitu presentasi kelompok di dalam kelas.

Baca juga:  Mix and Match Metode Pembelajaran Sesuai Karakteristik Peserta Didik

Beberapa langkah-langkahnya antara lain: Pertama, diskusi kelas terpusat pada siswa. Pada awalnya pembelajaran seluruh siswa dengan bimbingan guru melaksanakan diskusi kelas secara menyeluruh tentang materi yang akan dipelajari. Adapun tujuan diskusi ini adalah mendorong para siswa untuk menemukan dan didiskusikan. Peran siswa dalam pembelajaran sangat penting. Dan diskusi harus mengarah pada sebuah pemahaman di antara guru dan semua siswa mengenai apa yang dipelajari dan dialami oleh para siswa sehubungan dengan topik yang akan dibahas. Kedua, menyeleksi tim pembelajaran siswa dan pembentukan tim.

Guru membentuk tim yang terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Ketiga, seleksi topik tim. Guru memberikan topik yang berbeda kepada masing-masing tim. Guru bertindak sebagai fasilitator mengarahkan kepada tim-tim yang sedang mendiskusikan ketertarikan mereka dan mulai menentukan pilihan topiknya. Keempat, pemilihan topik kecil. Setelah semua tim mempunyai topik kecil, tiap tim membagi topiknya untuk membuat pembagian tugas diantara anggota tim. Kelima, persiapan topik kecil.

Baca juga:  Optimalisasi Literasi Membaca dengan Gercatalis

Setelah para siswa membagi topik tim mereka menjadi topik-topik kecil, mereka akan bekerja secara individual. Keenam, presentasi topik kecil. Setelah para siswa menyelesaikan kerja individual mereka, mereka mempresentasikan topik kecil mereka kepada teman satu timnya. Ketujuh, persiapan presentasi tim. Kemudian Evaluasi.

Dari hasil penerapan metode Co-op Co-op dapat melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan, siswa dapat berpikir dan bertindak kreatif, dan siswa dapat memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis. (ct3/ton)

Guru Kelas VI SDN 01 Kepatihan Kec. Wiradesa Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya