alexametrics

Media Boneka Tangan dapat Meningkatkan Kemampuan Otak pada Siswa

Oleh: Sustiana Wati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mengajar bukan tugas yang ringan bagi seorang guru. Dalam mengajar, guru berhadapan dengan sekelompok siswa dimana mereka adalah makhluk hidup yang memerlukan bimbingan dan pembinaan untuk menuju kedewasaan.

Siswa setelah mengalami proses pendidikan dan pengajaran diharapkan telah menjadi manusia dewasa yang sadar tanggung jawab terhadap diri sendiri, berjiwa wiraswasta, berpribadi dan bermoral. Mengingat tugas yang berat itu, guru mengajar didepan kelas harus mempunyai prinsip-prinsip mengajar dan harus dilaksanakan seefektif mungkin agar guru tidak asal mengajar.

Pembelajaran di SD 02 Menjangan Bojong kelas 6 ini juga sebagian besar masih menggunakan metode lama yakni ceramah, hafalan dan terkadang tanya jawab. Jika hal ini berlangsung terus-menerus maka bisa menjadikan siswa bosan dalam belajar. Jika tidak ada variasi metode maka siswa akan merasa jenuh menerima pelajaran.

Upaya peningkatan prestasi belajar siswa tidak terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, diperlukan guru kreatif yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan disukai oleh peserta didik.

Baca juga:  Mutu Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan di Era Global

Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat agar siswa dapat memperoleh kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain sehingga pada gilirannya dapat diperoleh prestasi belajar yang optimal.

Selain metode pembelajaran yang bervariatif, sebelum pada masa pandemi penulis pernah menggunakan alat peraga untuk membantu menyampaikan materi bercerita pada mata pelajaran Tematik muatan Bahasa Indonesia.

Penggunaan media pembelajaran boneka tangan adalah karena siswa sekolah dasar senang bermain, bergerak, belajar, merasakan, melihat, dan mempraktikkan sesuatu secara langsung.

Media boneka dipilih dalam pembelajaran bercerita karena dalam bercerita siswa harus mempunyai ide atau bahan cerita, keberanian, penguasaan bahasa, dan ekspresi. Untuk memainkan boneka yang dipakai perlu memperhatikan beberapa hal yaitu : Satu, permainan tidak kaku, tangan harus lentur jika mainkan media boneka tangan.

Baca juga:  Peran Orang Tua dalam Mendampingi Belajar Anak di Masa Pandemi Covid-19

Kedua, permainan hendaknya dicocokan dengan pengalaman bermain anak. Hal ini akan menarik minat anak karena permainan dengan menggunkan media boneka tangan dapat diterapkan nilai-nilai kehidupan. Ketiga, agar lebih menarik, ajaklah siswa untuk bermain bersama dalam mendalami peran yang ada di cerita.

Keempat, permainan sebaiknya diiringi musik, manfaat dari musik itu sendiri bisa menghidupkan cerita anak. Kelima, cerita pada media pembelajaran boneka tidak bertele-tele alur cerita singkat, jelas dan dapat dipahami oleh anak-anak.

Langkah-langkah membuat boneka tangan sebagai berikut : Pertama, ambillah kaus kaki yang bersih dengan warna yang Anda inginkan. Hal paling dasar yang Anda butuhkan untuk membuat boneka adalah kaus kaki yang bersihIngatlah bahwa kaus kaki. Kedua, tentukan ruang untuk wajah boneka.

Selipkan kaus kaki ke tangan kita, dan gunakan ibu jari sebagai rahang bawah dan jari-jari kita untuk membentuk wajah dan rahang atasnya. Ini akan membantu menentukan ruang pada kaus kaki untuk mata, hidung, rambut, dll. Ketiga, buatlah mulut untuk boneka. membuat mulut untuk boneka kaus kaki dengan cara yang sederhana ataupun rumit sesuai keinginan.

Baca juga:  Perangsang Siswa Aktif Belajar Globalisasi dengan Metode ST

Keempat, buatlah rambut untuk boneka. mudah menggunakan benang rajut, tali, atau apa pun yang ingin kreasikan. Cukup potong bahan tersebut dengan ukuran tertentu dan tempelkan pada bagian atas kaus kaki setelah menentukan garis rambut untuk boneka. Tempelkan matanya, mata bisa dibuat dari manik-manik dengan menjaihitnya menjahit matanya pada kaus kaki.

Media boneka tangan memiliki keuntungan yaitu boneka tangan yang mudah dibentuk dan efisien terhadap waktu. Siswa belajarpun dengan senang karena mendapatkan pembelajaran yang tidak terbiasa, dengan mata, telinga mereka bisa gunakan untuk menyimak pembelajaran. (ct3/ton)

Guru Kelas 6 SDN 02 Menjangan Kec. Bojong Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya