alexametrics

Pendekatan Interaktif Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Oleh : Puji Astuti S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan pembelajaran di kelas sangat didukung oleh keaktifan siswa. Mulai dari menanggapi pertanyaan dan mengajukan pertanyaan. Namun tidak semua siswa Sekolah Dasar (SD) memiliki keberanian dalam menanggapi pertanyaan dari guru.

Seperti yang terjadi di kelas 4 SD Negeri Bawang 1, Kabupaten Magelang. Dari 25 siswa hanya sekitar 3-5 siswa yang mau bertanya tanpa disuruh oleh guru dan berani menjawab pertanyaan.

Keaktifan siswa cukup rendah, selain dipengaruhi usia yang masih kecil, keberanian yang belum tumbuh, serta ketidaksesuaian metode pembelajaran bagi siswa.

Ketidakaktifan siswa dalam menanggapi suatu persoalan di kelas maupun pertanyaan yang selalu diberikan guru merupakan permasalahan yang sering terjadi dan penting untuk segera diatasi.

Ketidakaktifan tersebut menimbulkan masalah baru bagi siswa. Beberapa masalah yang muncul antara lain ketidakpahaman terhadap materi, diskusi yang tidak berjalanan, kesalahan dalam memahami konsep. Serta motivasi belajar siswa yang menurun.

Guru harus menemukan metode yang paling tepat dan mudah diterima bagi siswa. Pendekatan interaktif secara umum merupakan metode yang menitikberatkan pada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan siswa dimana guru juga tidak hanya berperan dalam pembelajaran umum namun turut aktif dalam mental dan fisik siswa. Sehingga di sini menumpukan pada kegiatan yang aktif atau diskusi antara siswa dengan guru.

Baca juga:  Peningkatan Kebugaran Jasmani dengan Bintang Beralih

Faire dan Cosgrove (Abdul Majid, 2014:84) memperkuat hal tersebut dengan menyatakan bahwa pendekatan interaktif merupakan salah satu pendekatan yang dirancang agar siswa ingin bertanya. Kemudian siswa menemukan jawaban mereka sendiri.

Pendekatan interaktif dapat diterapkan dalam beberapa kegiatan belajar mengajar salah satunya dalam kegiatan kelompok. Selain kegiatan kelompok, pendekatan interaktif juga dapat diterapkan dalam kegiatan belajar seperti kuis dan diskusi umum antarsiswa.

Namun untuk siswa SD metode pendekatan interaktif yang sangat sesuai untuk diterapkan adalah dengan melakukan kegiatan kelompok yang akan dilaksanakan diskusi antarsiswa dalam kelompok, kelompok dengan kelompok, kemudian kelompok dan siswa dengan guru.

Langkah-langkah umum yang dapat dilakukan oleh guru terkait dengan pendekatan interaktif tersebut antara lain, pertama, guru dapat menyampaikan tujuan dari pembentukan kelompok.

Baca juga:  Melatih Gerak Dasar Lompat dengan Permainan Engklek

Kedua, guru menyampaikan permasalahan yang harus diselesaikan oleh siswa. Ketiga, guru membuat kelompok sesuai dengan jumlah siswa kelas dengan memperhitungkan pemerataan karakter siswa. Keempat, menjelaskan Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh setiap kelompok. Kelima, guru mengatur jalannya diskusi setiap kelompok dengan memastikan adanya keaktifan siswa didalam kelompoknya.

Implementasi langsung yang dapat dilakukan oleh guru contohnya adalah membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Yaitu dalam kelas 4 SDN Bawang 1 terdapat 25 siswa maka dapat dibagi menjadi 5 kelompok. Guru kemudian menyampaikan konsep dan permasalahan yang harus diselesaikan oleh kelompok. Contohnya terkait dengan permasalahan terkait penggolongan makhluk hidup berdasarkan cara berkembang biak.

Metode pendekatan interaktif seperti itulah pembagian kelompok sangat efektif bagi siswa SD. Hal tersebut tercermin dari keaktifan siswa. Apabila ada beberapa pertanyaan yang tidak bisa diselesaikan oleh kelompoknya, siswa akan bertanya pada guru. Hal tersebut mendorong diskusi dengan guru. Kemudian guru juga dapat memberikan penjelasan dengan cara yang interaktif dan menarik.

Baca juga:  Pengembangan Karakter Berbasis Pancasila pada Kurikulum Prototipe

Keaktifan tersebut merupakan salah satu hasil dari meningkatnya motivasi belajar siswa. Dalam pembahasan dalam kelompok siswa akan berlomba-lomba memahami materi dan hal tersebut akan mendorong siswa untuk belajar.

Melalui pendekatan interaktif ini yaitu salah satunya dengan metode pembagian kelompok, penulis menyimpulkan, siswa akan dapat termotivasi dalam belajar, motivasi tersebut dipacu oleh keaktifan didalam kelompok diskusi.

Siswa mampu menyampaikan pertanyaan dan pendapat. Bahkan mampu menyimpulkan penyelesaian masalah. Sehingga dapat disimpulkan proses keaktifan dalam pendekatan interaktif tersebut memotivasi siswa untuk belajar. (pm1/lis)

Guru SDN Bawang 1, Kec. Pakis, Kabupaten Magelang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya