alexametrics

Serunya Belajar Menggunakan Word Search Puzzle

Oleh : Nanang Tri Prasetyo, S.T

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran daring terpaksa diterapkan di dunia pendidikan Indonesia akibat pandemi Covid-19. Alih-alih peserta didik semakin pintar dan mau menghadiri pembelajaran, mereka justru menikmati hari-hari di rumah dengan bersantai ria bermain game online, bersosial media ataupun nonton video sepanjang hari. Hanya ada segelintir peserta didik yang mau menghadiri pembelajaran daring dan mengerjakan tugas serta mengirimnya tepat waktu.

Meski BTIK merupakan mata pelajaran yang sifatnya hanya sebagai pembimbingan di Kurikulum 2013, namun keberadaannya sangat penting. Karena dapat meningkatkan wawasan peserta didik di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Penulis selaku guru mata pelajaran BTIK berusaha mencari formula yang sekiranya mampu menggugah semangat untuk mengikuti pembelajaran daring. Azhar Arsyad (2009: 15) mengemukakan pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Media yang penulis gunakan dalam pembelajaran ini adalah memasukkan unsur game/permainan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Strategi permainan yang telah penulis coba terapkan adalah word search puzzle. Karena menurut Ferry Adenan (1982: 1) puzzle dan games adalah materi untuk memotivasi diri secara nyata dan merupakan daya penarik yang kuat.

Baca juga:  Model Guru Kunjung Pelengkap Masa Pandemi Dapat Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Word search puzzle adalah permainan pencarian kata dalam kumpulan huruf yang tersusun secara acak yang biasanya berbentuk persegi. Dalam permainan ini pemain harus menemukan semua kata/istilah yang tersembunyi didalam kumpulan huruf berbentuk persegi tersebut. Strategi umum yang digunakan oleh pemain untuk menyelesaikan permainan word search puzzle ini adalah dengan mencari huruf pertama dari kata yang dicari dalam kumpulan huruf, kemudian mencari huruf kedua yang terletak di sebelah kanan, kiri, atas, bawah atau diagonal yang cocok dan seterusnya sampai deretan huruf yang ditemukan membentuk kata yang dicari.

Strategi Word search puzzle ini penulis terapkan pada materi istilah dan fasilitas internet, materi tersebut dipelajari di SMPN 4 Ungaran kelas IX mata pelajaran BTIK.
Untuk membuat permainan word search puzzle ini dapat memanfaatkan situs https://puzzlemaker.discoveryeducation.com/word-search, atau yang lainnya, dari situs tersebut kita dapat menentukan jumlah huruf yang akan digunakan.

Baca juga:  Hybrid Learning, Solusi Jitu Tingkatkan Partisipasi di Masa Pandemi

Adapun langkah pembuatannya dapat mengunjungi situs tersebut, kemudian, menentukan nama materi permainan, tentukan jumlah huruf horizontal dan vertikalnya. Tuliskan kumpulan kata yang akan menjadi jawabannya, kemudian klik create my puzzle.

Pembelajaran ini dilakukan secara daring, menggunakan google classroom dan google meeting, setelah peserta didik membuka classroom dan terhubung dalam room google meeting, guru melakukan apersepsi, memberikan motivasi, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan materi pembelajaran, dalam permainan word search puzzle ini peserta didik di berikan materi tentang istilah dan fasilitas internet. Setelah guru menjelaskan dan mempelajarinya kemudian menyajikan (sharescreen) kumpulan huruf berbentuk persegi (word search puzzle), yang di dalamnya terdapat kata/istilah yang sudah dipelajari. Setelah itu peserta didik diminta untuk mencari kata yang berhubungan dengan materi dan di beri batas waktu.

Dari kegiatan ini keaktifan dan rasa ingin tahu peserta didik sudah mulai kelihatan, mereka tampak lebih fokus ke dalam tayangan deretan huruf tersebut, ada yang bertanya, itu apa pak? Setelah dijelaskan tentang model permainannya, baru mereka antusias berlomba untuk mencari kata yang tersembunyi di antara deretan huruf tersebut.

Baca juga:  Bermain Peran sebagai Guru untuk Meningkatkan Belajar melalui Video

Dengan metode ini peserta didik di SMPN 4 Ungaran menjadi lebih menikmati, terlibat dan ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga hasil pembelajaran menjadi lebih baik.
Setelah penulis mencoba menerapkan strategi pembelajaran ini, terdapat kurva peningkatan minat dan antusiasme peserta didik dalam mengikuti pembelajaran materi istilah dan fasilitas internet secara daring. Peserta didik yang semula ogah-ogahan dalam mengerjakan tugas dan mengirimnya kini berubah bersemangat, dan hasil evaluasi pembelajaran juga meningkat.

Strategi pembelajaran ini menjadikan peserta didik makin tertarik untuk terus mengikuti pembelajaran BTIK pada pertemuan-pertemuan selanjutnya. Karena mereka merasa penasaran, kira-kira apa lagi ya permainan menarik yang akan kita mainkan pada saat pembelajaran BTIK. (ips2/lis)

Guru SMPN 4 Ungaran

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya