alexametrics

Pohon Harapan Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Oleh : Widayati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Motivasi belajar memiliki peran yang penting dalam proses penerimaan pelajaran yang dilakukan di sekolah. Semenjak pandemi Covid-19 yang terjadi, baik guru maupun orang tua siswa mengeluhkan sikap malas anak-anak dalam belajar.

Anak-anak sudah terlalu nyaman dengan sekolah online dan tidak tatap muka sehingga pembelajaran tidak intens seperti sedang di sekolah. Berdasarkan permasalahan di atas, maka guru BK melalui bimbingan klasikal memberikan kegiatan yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa-siswa SMP Negeri 28 Semarang dengan membuat pohon harapan.

Motivasi adalah suatu kekuatan atau dorongan dalam diri individu membuat individu tersebut bergerak, bertindak untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuannya. Sedangkan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Baca juga:  “Dasi” dalam IPA Meningkatkan Kesiapsiagaan Masa Pandemi Covid-19

Dari kedua pengertian motivasi dan juga belajar, maka dapat digabungkan pengertian motivasi belajar adalah suatu kekuatan atau dorongan dalam diri individu membuat individu tersebut bergerak, bertindak untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuannya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa antara lain faktor dari luar individu faktor sosial meliputi faktor manusia lain baik hadir secara langsung atau tidak langsung. Dan faktor nonsosial meliputi keadaan udara, suhu udara, cuaca, waktu, tempat belajar.

Faktor internal adalah faktor dari dalam diri individu yang terbagi menjadi dua. Yakni faktor fisiologis meliputi keadaan jasmani dan keadaan fungsi-fungsi fisiologis dan faktor psikologis meliputi minat, kecerdasan, dan persepsi.
Harapan atau keinginan merupakan angan-angan yang ingin dicapai oleh seseorang termasuk siswa dan siswi SMP Negeri 28 Semarang yang merupakan penerus bangsa. Karena saat ini segala aktivitas dibatasi termasuk pendidikan sehingga sekolah tidak bisa lagi dibuka seperti biasanya.

Baca juga:  Melalui Satelit, Hasil Belajar Meringkas Teks Eksplanasi Meningkat

Hal ini membuat siswa tidak dapat belajar secara langsung ke sekolah serta bertemu para guru dan teman-temannya. Karena hal tersebut, beberapa siswa mengaku bahwa mereka sudah tidak lagi bersemangat untuk bersekolah dan mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. Melalui bimbingan klasikal siswa disuruh menggambar sebuah pohon kemudian menuliskan harapan, keinginan maupun cita-cita para siswa di masa depan pada kertas planel warna-warni. Kemudian ditempel pada pohon harapan yang sudah digambar.

Diharapkan siswa membuat gambar itu dengan sebagus mungkin kemudian pohon itu bisa dipasang di dekat tempat belajarnya. Tujuannya agar para siswa dapat terus melihat apa keinginan mereka. Serta ingin menjadi apa mereka nantinya. Ketika mereka melihat pohon harapan tersebut dapat membangkitkan motivasi belajar mereka untuk meraih apa yang mereka inginkan. Kami juga menekankan bahwa pendidikan sangat diperlukan dan penting untuk menggapai keinginan para siswa di kemudian hari. (ips2/lis)

Baca juga:  Pembelajaran Matematika di Tengah Pandemik Covid-19

Guru Bimbingan dan Konseng SMP Negeri 28 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya