alexametrics

Bermain Sains Mengenal Rasa pada Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Daring

Oleh : Siti Aisyah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Masa pandemi virus covid-19 telah terjadi di negara kita Indonesia sangat berdampak pada semua aspek lini kehidupan. Salah satu dampak perubahan yang dapat kita rasakan bersama yakni pola pendidikan yang berubah pada semua lembaga pendidikan baik PAUD maupun universitas.

Pola pembelajaran tatap muka yang telah berjalan bertahun-tahun mendadak berganti haluan dengan pola pembelajaran jarak jauh secara on line atau lebih dikenal dengan pembelajaran daring.

Pada pembelajaran daring seorang pendidik PAUD dituntut untuk menguasai teknologi sebagai media dalam melakukan pembelajaran agar interaksi antara guru dan murid tetap berlangsung.

Pendidik PAUD juga diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang tepat dan menarik sehingga kemampuan nilai moral agama, kognitif, bahasa, fisik motorik dan seni pada diri siswa dapat berkembang.

Pandemi bukan berarti penghalang bagi seorang guru PAUD untuk menciptakan pembelajaran yang bermutu dan menarik bagi anak didik. Saat berada di rumah anak didik lebih banyak memiliki kesempatan bereksplorasi terhadap benda-benda atau makhluk hidup yang ada di sekitar rumah.

Baca juga:  Pembiasan Karakter pada Pendidikan Anak Usia Dini melalui Bermain Peran

Arahan guru serta kerja sama dengan orang tua murid sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran daring yang berkualitas. Salah satu pembelajaran daring yang menarik dan mengembangkan kemampuan kelima indera anak didik adalah melalui bermain sains.

Carin dan Sund (1993) mendefinisikan sains sebagai pengetahuan yang sistematis tersusun secara teratur, berlaku umum dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen. Dalam melakukan pembelajaran sains, guru PAUD diharapkan mampu mendorong anak didik menggunakan indera mereka untuk mengamati benda-benda serta peristiwa alam yang terjadi dalam keseharian mereka.

Salah satu contoh yang mudah dalam bermain sains bagi anak usia dini adalah “Bermain Mengenal Rasa”. Bermain mengenal rasa memberi kesempatan anak memiliki pengalaman tentang rasa, bau, tekstur (kasar halus) melalui ideranya. Melalui Bermain mengenal Rasa anak diajak untuk bereksplorasi dan bereksperimen dengan cara melihat, meraba, membau serta merasakan sesuatu secara nyata.

Baca juga:  Pembelajaran Interaktif Keberagaman Masyarakat Indonesia melalui Chennel YouTube

Sebagai langkah persiapan guru memberikan arahan serta motivasi kepada anak didik serta orang tua melalui media on line seperti grup whats app. Guru memberikan berbagai alternatif benda-benda di rumah yang dapat digunakan sebagai obyek eksplorasi, seperti gula, kopi, garam, lada bubuk, saos, aneka bumbu dapur dan empon-empon.

Anak dan orang tua dapat memilih kemudian menyiapkan bahan yan akan dijadikan eksperimen. Aneka bahan diletakkan di hadapan anak, anak dipersilakan untuk memegang/meraba, mencium dan mencicipi bahan-bahan tersebut satu persatu kemudian menyampaikan pengalamannya tentang rasa, bau dan tekstur dari bahan-bahan tersebut.

Saat anak melakukan eksplorasi terhadap benda-benda yang ada di depan mereka orang tua dapat merekam gambar atau audio dan hasil dari rekaman tersebut dapat dikirim melalui google classroom ataupun melalui whatsapp.

Baca juga:  Jadikan Bekal Makanan Materi Pembelajaran Bangun Datar

Agar hasil lebih maksimal sebaiknya guru memberikan kelonggaran waktu lebih lama agar anak bersama orang tua dapat melakukan eksplorasi di waktu yang mereka inginkan. Setelah melihat video atau mendengar cerita anak tentang pengalamannya mengenal tekstur, rasa dan bau guru dapat melakukan evaluasi, melakukan bimbingan dan mengapresiasi tugas yang telah dilakukan anak.

Melalui bermain sains Mengenal Rasa penulis menyimpulkan bahwa bermain sains itu sangat mengasyikkan buat anak dan dapat dilakukan di rumah. Anak belajar bereksperimen dan berbagi cerita tentang pengalamannya. Berbagai ekspresi anak akan terlihat dan beberapa kosa kata baru terlontar dari mulut mereka, sehingga hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri dan pembelajaran daring menjadi lebih menyenangkan. (ips2/ton)

Guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal 35 Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya