alexametrics

Model Pembelajaran PBL Bikin Siswa Antusias dan Berpikir Kritis

Oleh : Andi Suharjono, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran tematik terpadu di SD sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013, merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa muatan pelajaran dalam satu pembelajaran. Misalnya Bahasa Indonesia, PKN, dan Matematika disatukan dalam tema yang sama kemudian disajikan dalam satu pembelajaran utuh yang saling berkaitan.

Menurut Suryosubroto (2009), pembelajaran tematik adalah satu usaha untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, nilai atau sikap pembela jaran serta pemikiran yang kreatif dengan menggunakan tema. Namun, ternyata dalam penerapannya, siswa di kelas tempat penulis mengajar yakni kelas 4 SD Pait, siswa malas mengikuti pembelajaran dengan metode ceramah dan penugasan, usai mendengar penjelasan dari penulis. Selain itu, mereka juga merasa jenuh dengan tugas yang hanya bersifat teoritis, yang tinggal menyalin dari buku teks.

Berangkat dari permasalahan itu, saya kemudian mencoba menerapkan pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), untuk meningkatkan antusiasme dan kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran tematik.

Baca juga:  Pembuatan Denah Rumah, Kenalkan Geografi Sejak Dini

PBL merupakan model pembelajaran yang mengedepankan strategi pembelajaran dengan menggunakan masalah dari dunia nyata sebagai konteks siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep esensial dari materi yang dipelajarinya. John Dewey mengemukakan bahwa berpikir kriitis secara esensial sebagai sebuah proses aktif, dimana seseorang berpikir segala hal secara mendalam, mengajukan berbagai pertanyaan, menemukan informasi yang relevan daripada menunggu informasi secara pasif (Fisher,2009).

Penulis kemudian mengubah pola pembelajaran berbasis PBL tersebut, dengan memberikan ilustrasi tentang aturan-aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah, dengan mengajukan pertanyaan tentang peraturan di rumah yang mereka ketahui, bertanya jawab untuk menyimpulkan pengertian aturan sehari-hari termasuk membuka KBBI. Berikutnya, saya menayangkan video tentang aturan-aturan di rumah.

Baca juga:  Nilai Moral Romeo and Juliet sebagai Sumber Belajar Siswa

Dari tayangan video itu, penulis memberi tugas siswa menentukan pokok-pokok informasi terkait yang terdapat dalam video. Dalam hal ini teks audio visual, mengidentifikasi kalimat tidak efektif yang digunakan dalam video, membenahi kalimat tidak efektif menjadi kalimat efektif, mengidentifikasi kosa kata baru dalam video, menemukan makna kosa kata baru dengan menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia, membuat ringkasan isi video dengan menggunakan kalimat efektif, menjawab pertanyaan yang disediakan dalam LKS, serta mengidentifikasi contoh aturan-aturan di rumah yang terdapat dalam video tersebut.

Media pembelajaran yang digunakan dalam praktik adalah contoh teks olahraga berjudul “peraturan-peraturan yang diterapkan dalam sebuah rumah”, video “tentang kehidupan sebuah keluarga dalam menerapkan peraturan rumah”, dan lembar kerja siswa (LKS) tematik. Instrumen yang digunakan dalam praktik baik ini ada 2 macam yaitu instrumen untuk mengamati proses pembelajaran berupa lembar observasi dan instrumen untuk melihat hasil belajar siswa dengan menggunakan tes tulis pilihan ganda dan uraian singkat.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Model Bangun Ruang

Untuk memudahkan siswa dalam mengerjakan tugas, penulis membagi siswa dalam beberapa kelompok, yang berisi 4-5 siswa. Setiap kelompok mengerjakan tugas yang telah dijelaskan oleh saya. Tidak hanya itu, penulis juga membimbing, menjawab pertanyaan dari siswa bila dibutuhkan, sekaligus mendampingi mereka dalam mengembangkan serta menyajikan tugas siswa, termasuk menyusun laporan hasil kerja kelompok.

Setelah tugas selesai di kerjakan, penulis meminta masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya dalam diskusi kelas dan kelompok lain memberi tanggapan, bertanya atau memberi masukan atas hasil tugas kelompok lain. Setelah menerapkan model pembelajaran PBL ini, ternyata siswa menjadi lebih aktif merespon pertanyaan dari guru, termasuk mengajukan pertanyaan pada penulis maupun temannya. (*/ton)

Guru SD Negeri 01 Pait, Kec. Siwalan, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya