alexametrics

Metode Pembelajaran yang Efektif di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Ratih Sardjiningsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Melalui Keppres Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Pemberantasan Covid-19 dan Kepmen Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara Nomor 34 Tahun 2020, yang diubah menjadi Surat Edaran Perpres Nomor 19 Tahun 2020 tentang Instruksi Kerja dari rumah (work from home), memaksa para pendidik dan siswa belajar mengajar di rumah. Guna memperlambat penyebaran virus tersebut, pendidik mengajar siswa melalui sistem daring.

Pendidikan merupakan salah satu sektor yang terkena dampak pandemi. Menurut data OECD, di Denmark, Slovenia, Norwegia, Polandia, Lithuania, Islandia, Austria, Swiss, dan Belanda, lebih dari 95 persen siswa melaporkan memiliki komputer yang digunakan untuk menunjang pembelajaran mereka. Tetapi ironinya hanya 34 persen siswa di Indonesia yang memiliki komputer dan jaringan internet untuk mengikuti pembelajaran daring.

Dari data tersebut dapat kita bayangkan tidak mudah menerapkan pembelajaran daring di negara kita. Namun kondisi ini memaksa para pendidik untuk melakukannya. Sekolah menghadapi pilihan yang sulit. Jika pendidik mengajar dari jarak jauh, maka sekelompok siswa yang kurang mampu akan semakin tertinggal karena tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk mengikuti pembelajaran daring.

Baca juga:  Serunya Belajar IPS dengan Kartu Make a Match

Luthra dan Mackenzie (2020) mengatakan disrupsi terkait virus korona dapat memberikan waktu bagi para pendidik untuk memikirkan lebih dalam terkait pembelajaran daring. Selain itu teknologi telah memasuki terobosan dan akan terus memainkan peran kunci dalam mendidik generasi mendatang. Di dunia di mana pengetahuan hanya dengan sekali klik, peran pendidik juga harus berubah. Pengertian pendidik sebagai pemegang ilmu yang menanamkan kearifan kepada anak didiknya sudah tidak sesuai lagi dengan tujuan pendidikan abad ke-21.

Melalui internet, siswa dapat memperoleh akses ke pengetahuan bahkan mempelajari keterampilan teknis melalui beberapa klik di ponsel, tablet, dan komputer mereka. Kita perlu mendefinisikan kembali peran pendidik sebagai fasilitator yang memfasilitasi perkembangan siswa sebagai anggota masyarakat yang akan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa di masa depan. Selanjutnya, pendidik juga harus mengubah pola pikir bahwa tugas mereka adalah mengajarkan kecakapan hidup yang sangat dibutuhkan untuk masa depan.

Baca juga:  Pembelajaran IPS Door To Door saat Pandemi Covid-19

Di era pandemi global ini, siswa membutuhkan keterampilan ketahanan dan kemampuan beradaptasi yang sangat penting untuk menavigasi secara efektif. Ada tiga keterampilan penting yang dibutuhkan. Yaitu kreativitas, komunikasi dan kolaborasi bersama, empati dan kecerdasan emosional, yang mampu bekerja melintasi garis demografis untuk memanfaatkan kekuatan kolektif melalui kerja tim yang efektif.

Pandemi Covid-19 ini membuka pintu teknologi bagi institusi pendidikan untuk membuat konten pembelajaran jarak jauh bagi siswa di semua sektor. Banyak pendidik tertarik menggunakan pembelajaran daring untuk meningkatkan kemampuan siswa serta mencapai target pembelajaran. Menurut Castro dan Tumibay (2019), pembelajaran daring menjadi populer karena potensinya untuk menyediakan akses yang lebih fleksibel ke konten dan instruksi kapan saja, dari mana saja.

Baca juga:  Tingkatkan Kompetensi Gerak Spesifik Renang Gaya Dada dengan Gaya Komando

Pada dasarnya pembelajaran daring adalah sebuah konsep pendidikan yang menerapkan teknologi informasi untuk proses belajar mengajar. Pembelajaran daring yang populer di masa pandemi adalah dengan e-learning.

Ada banyak jenis pembelajaran daring yang digunakan oleh para pendidik. Salah satunya adalah pembelajaran daring langsung (live video conference), menggunakan aplikasi seperti zoom meeting. Salah satu keuntungan dari tipe ini adalah menawarkan umpan balik (feedback) instan dari kinerja siswa. Selain itu juga mempercepat meningkatkan jumlah koneksi yang lebih tinggi untuk memberdayakan pemahaman yang lebih baik tentang subjek tertentu. Kelemahannya, cara ini tidak mengatur pembelajaran dan perencanaan secara mandiri. Contoh pembelajaran dari tipe ini adalah video/sound conferencing dan virtual classroom. (rs1/lis)

Guru SMPN 15 Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya