alexametrics

Hubungan Makhluk Hidup dan Lingkungannya

Oleh : Misran, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 merupakan masalah yang merugikan tidak hanya sebagai individu, juga negara. Secara finansial menyita banyak waktu untuk penyembuhannya. Covid-19 mengganggu hubungan antarnegara atau hubungan internasional, yang melibatkan banyak negara.

Bahkan mengganggu proses belajar mengajar di SMK Negeri 5 Kendal. Oleh karena itu untuk mempelajari mahluk hidup dan lingkungannya dengan menggunakan elearning atau belajar jarak jauh.

Makhluk hidup atau organisme (dari bahasa Yunani: ὀργανισμός, organismos) adalah setiap entitas individual yang mampu menjalankan fungsi-fungsi kehidupan. Organisme diklasifikasikan berdasarkan taksonomi menjadi kelompok-kelompok seperti manusia, hewan, tumbuhan.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, makhluk hidup merupakan makhluk yang memiliki ciri-ciri kehidupan untuk berevolusi atau mengalami perkembangan bentuk hidup, makhluk hidup memiliki ciri-ciri atau proses yang diperlukan untuk kehidupan. Yaitu bergerak, peka terhadap lingkungan, bernafas, membutuhkan nutrisi makanan dan air, tumbuh dan berkembang biak, ekresi.

Baca juga:  Evadikan Ampuh Memantau Pembelajaran Daring

Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997 lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup. Termasuk manusia dan perilakunya, lingkungan dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Lingkungan abiotik ini merupakan segala yang tidak mempunyai atau memiliki nyawa.

Sementara komponen biotik merupakan setiap komponen dalam lingkungan yang merupakan benda hidup atau bernyawa. Makhluk hidup dan lingkungannya saling berhubungan di alam. Hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya disebut dengan ekosistem.

Dalam ekosistem ada makhluk hidup dan tidak hidup. Komponen yang hidup seperti manusia, ikan, tumbuhan, dan ayam disebut komponen biotik. Sedangkan komponen yang tidak hidup seperti batu, air, oksigen, dan karbondioksida disebut komponen abiotik. Sebagai contoh, dalam ekosistem laut terdapat air, ikan, rumput laut, dan batu karang.

Baca juga:  Menekuni Pekerjaan dengan Perilaku Kerja Prestatif

Ada dua macam ekosistem yang harus diketahui yaitu ekosistem alam dan ekosistem buatan. Ekosistem alam adalah ekosistem yang sudah ada di dalam alam. Contohnya hutan, padang pasir, laut, sungai. Ekosistem buatan terbentuk karena dibuat oleh manusia, atau karena campur tangan manusia. Contoh ekosistem buatan manusia adalah sawah, ladang, kebun, taman, kolam, dan lain-lain.

Hubungan antara mahluk hidup dan lingkungannya ada yang menguntungkan ada juga yang merugikan. Hubungan antarmakhluk hidup yang khas disebut simbiosis. Di alam dikenal tiga macam kehidupan simbiosis yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme, dan simbiosis komensalisme. Simbiosis komensalisme adalah hubungan ketergantungan antara makhluk hidup.

Satu pihak diuntungkan namun pihak yang lain tidak dirugikan. Contohnya ikan remora dengan ikan hiu. Anggrek dan berbagai jenis tumbuan paku-pakuan hidup menumpang pada tumbuhan lain. Simbiosis mutualisme adalah hubungan antara dua jenis makhluk hidup yang saling menguntungkan. Contoh hubungan serangga dan tumbuhan berbunga. Kerbau dengan burung jalak.

Baca juga:  E-Learning dalam Pembelajaran Jarak Jauh IPA saat Pandemi Covid-19

Simbiosis parasitisma adalah hubungan ketergantungan yang hanya menguntungkan salah satu, contoh benalu yang hidup di pohon inang. Dari uraian di atas siswa diharapkan dapat mengamati lingkungan sekitar tempat tinggal tentang hubungan makhluk hidup yang merugikan. Sekaligus melakukan tindakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan terutama yang ditimbulkan oleh sampah seperti sampah plastik.

Bagi lingkungan, plastik dapat menimbulkan pencemaran, baik di tanah, air, maupun udara. Di tanah plastik dapat menghalangi peresapan air dan sinar matahari, sehingga mengurangi kesuburan tanah dan dapat menyebabkan banjir. (rs1/lis)

Guru SMK Negeri 5 Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya