alexametrics

Visit To The Museum Tumbuhkan Rasa Nasionalisme Siswa SD

Oleh : Yunarni, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di era modern, banyak siswa sibuk dengan kemudahan teknologi yang semakin canggih. Penggunaan gadget tidak terkendali. Akibatnya siswa kerap melupakan tugasnya baik di rumah maupun di sekolah.

Parahnya lagi, ketika guru menyampaikan materi sejarah, banyak siswa yang berbicara sendiri, tidur, dan tidak fokus dengan apa yang disampaikan guru. Untuk itu Alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah di SDN Tambakrejo 01 Semarang adalah dengan Contextual Teaching and Learning (CTL). Yakni, dengan menunjungi museum.

Hugiono (1987:30) menyatakan, salah satu tempat untuk mendapatkan informasi sejarah adalah museum. Pembelajaran sejarah yang lebih bermakna dapat dilakukan dengan menerapkan salah satu pembelajaran aktif.

Hal yang terpenting yang harus diingat bahwa harus menerapkan prinsip-prinsip mendekatkan siswa pada dunia nyata. Penerapan pendekatan di luar kelas salah satunya dapat dilakukan dengan melakukan kunjungan ke museum. Harapannya, siswa dapat memperoleh beberapa manfaat, yakni menambah pengetahuan dan informasi siswa tentang sejarah.

Baca juga:  Meningkatkan Pemahaman Pecahan Sederhana Melalui Media Konkret

Tidak dapat dipungkiri dengan berkunjung ke museum akan menambah wawasan, pengetahuan, dan informasi baru. Dengan berkunjung ke museum siswa dapat melihat lebih nyata mengenai berbagai pengetahuan yang diajarkan di sekolah. Karena di museum, semuanya diperlihatkan secara visual. Siswa mendapat pemahaman lebih dan pengalaman belajar yang lebih mengasyikkan, mendapat sudut pandang waktu yang lebih jelas dan luas sehingga memberikan nuansa berbeda.

Siswa zaman sekarang hidup dengan kondisi yang jauh berbeda dari masa lampau. Dengan mengunjungi museum dapat membantu siswa memahami dan turut merasakan nuansa kehidupan pada zaman dahulu. Seperti dengan melihat fosil dinosaurus yang sangat besar, mata uang zaman dahulu, model pakaian zaman dahulu, cara mencari makanan dan memasak pada zaman neolitikum, dan sebagainya. Dengan melihat hal-hal tersebut, dapat menimbulkan rasa ingin tahu dan memancing imajinasi siswa sehingga dapat bersemangat apabila mengikuti pelajaran sejarah.

Baca juga:  Scientific Approach Tingkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa SD

Berkunjung ke museum tidak melulu soal menambah pengetahuan dan wawasan siswa. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai ajang untuk mengajarkan siswa cara berinteraksi dan bersosialisasi dengan banyak orang. Karena biasanya mereka mengunjungi museum dalam bentuk kelompok, sehingga siswa dapat bertanya-jawab dengan sesama teman. Selain itu mereka dapat berinteraksi dengan pengunjung museum lain yang belum dikenal.

Kegiatan berkunjung ke museum ini dapat membantu menemukan minat siswa. Berkunjung dari satu museum ke museum lainnya serta melihat berbagai hal akan membantu siswa menemukan apa sebenarnya yang mereka minati. Sehingga bisa membantu untuk fokus mengejar apa yang menjadi minat mereka.

Manfaat lain mengunjungi museum adalah meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan. Karena melihat secara nyata bukti perjuangan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI. Hal ini sangat penting sehingga generasi muda akan selalu mengingat sejarah dan memiliki rasa cinta yang besar pada bangsanya.

Baca juga:  Pembelajaran IPS dengan Model Pembelajaran Take and Give

Kesimpulannya, siswa SDN Tambakrejo 01 Semarang kelas V setelah mengunjungi museum menjadi lebih paham, senang, dan banyak memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. Manfaat itu bukan hanya berguna untuk masa kini, namun untuk masa depan. Terutama yang terkait dengan pendidikan, cita-cita, wawasan, dan rasa nasionalisme dan kebangsaan yang besar bagi siswa. (fkp1/ida)

Guru SDN Tambakrejo 01, Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya