alexametrics

Tumbuhkan Karakter Mandiri dan Peluang Wirausaha di Era Pandemi

Oleh : Laksmi Nurul Hidayah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Merebaknya wabah Covid-19 membawa dampak pada semua bidang kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran harus dilaksanakan dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kerja sama yang baik antara peserta didik, guru, dan orang tua sangat diperlukan agar tujuan akhir tetap tercapai dalam kondisi apapun. Tantangan dari pendidik sebagai guru pembelajar adalah fokus pada masalah, menjadikan masalah sebagai suatu tantangan yang harus dicari solusinya.

Guru harus mampu menyajikan model pembelajaran yang menarik, materi yang pas dan menginspirasi. Sehingga peserta didik mampu mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Kreativitas mampu menumbuhkan jiwa wirausaha. Yaitu kemampuan menangkap peluang, mengumpulkan sumber daya dan mengambil sebuah tindakan serta memastikan dan memprediksi sebuah keberhasilan. Insan-insan kreatif dan berjiwa wirausaha sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern dengan syarat persaingan.

Baca juga:  Penerapan Profil Pelajar Pancasila pada Dimensi Mandiri dan Bergotong Royong

Sejalan dengan hal tersebut, masuk jenjang pendidikan SMK merupakan pilihan yang tepat. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, jenjang pendidikan SMK seyogyanya mengutamakan mempersiapkan peserta didiknya mampu memilih karir. Memasuki lapangan kerja, berkompetisi, dan mengembangan dirinya dengan sukses di lapangan kerja yang cepat berubah dan berkembang. SMK mencetak lulusan siap kerja, cerdas, dan kompetitif.

Salah satu mata pelajaran yang disyaratkan dalam jurusan tata busana di kelas XI, termasuk di SMK Negeri 1 Kaliwungu, Kabupaten Semarang adalah membangun sikap dan peluang wirausaha.
Situasi apapun pasti terbuka peluang, termasuk di era Covid. Pembelajaran jarak jauh yang membatasi interaksi langsung guru dengan peserta didik justru membuka peluang tumbuhnya sikap mandiri dan semangat wirausaha. Hal ini didukung semakin banyak video tutorial di media internet dan semua membuka peluang untuk membangun jiwa-jiwa wirausaha.

Baca juga:  Permudah Belajar Pola Busana dengan Media Video

Sebagai guru tata busana sekaligus pengampu kompetensi kewirausahaan, penulis terus berupaya menumbuhkan semangat mandiri sekaligus merintis semangat wirausaha dari hal kecil. Dimulai dari projek pembuatan masker, konektor masker dan keterampilan handuk gantung sederhana, peserta didik menyambut luar biasa. Dibuktikan dengan hasil kerja produk masker, konektor, dan handuk gantung baik ragam dan hiasannya sangat bervariasi dan memiliki nilai jual yang bersaing.

Setelah hasil projek dikumpulkan dipilah dan dinilai, penulis mengarahkan ke peserta didik agar produk dipasarkan ke lingkungan sekitar atau lingkungan guru sekaligus melatih mental usaha.

Kondisi di lapangan dalam proses pemasaran sangat bervariasi, ada yang door to door, lewat media sosial dan penulis mencoba juga promosi lewat media sosial maupun forum dawis di lingkungan perumahan.

Kenyataan ini menunjukkan era pandemi terbuka peluang membangun karakter mandiri dan membangun semangat wirausaha. Hal ini sangat mendukung program bahwa peserta didik yang masuk keahlian tata busana SMK Negeri 1 Kaliwungu, Kabupaten Semarang cepat terserap di bursa tenaga kerja, melanjutkan pendidikan tinggi, maupun merintis usaha sendiri.

Baca juga:  Pemanfaaatan Bunga Telang sebagai Indikator Alami pada Uji Larutan Asam-Basa

Dengan demikian, pembelajaran kewirausahaan di era pandemi tetap mampu dan terbuka peluang untuk menumbuhkan karakter mandiri dan peluang membangun insan kreatif- wirausaha sebagai life skills bekal di masa depan. Di sisi lain dalam proses pembelajaran PJJ di kelas XI SMK Negeri 1 Kaliwungu, Kabupaten Semarang tahun ajaran 2021/2022 mampu meningkatkan minat, antusias, kreativitas. Serta mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran.

Tantangan pendidik adalah bagaimana mampu menjaga iklim kondusif selanjutnya pada materi maupun kelas yang berbeda. Pasti bisa. Guru adalah agen perubahan. Guru adalah pembelajar sepanjang hayat. SMK bisa! (ra2/lis)

Guru Tata Busana SMKN 1 Kaliwungu, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya