alexametrics

Tingkatkan Pendidikan Karakter Siswa melalui Pembelajaran Cerpen

Oleh : Heru Tri Septiyanto, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan karakter merupakan salah satu peran penting dalam dunia pendidikan. Hal ini dilandasi maraknya kasus yang disebabkan oleh kurangnya pendidikan karakter. Seperti tawuran antarpelajar yang akhir-akhir ini banyak terjadi, perilaku tidak jujur seperti menyontek, bullying atau perundungan, dll.

Hal tersebut telah membuktikan bahwa pendidikan karakter di Indonesia masih belum berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Narwanti (2014:14) menjelaskan bahwa pendidikan karakter merupakan proses penanaman nilai-nilai pendidikan budi pekerti kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut sehingga menjadi manusia yang baik.

Dari pernyataan tersebut maka hakikat nilai pendidikan karakter, yaitu proses penanaman budi pekerti yang baik sehingga berguna bagi kehidupan manusia. Cerpen atau cerita pendek adalah prosa yang hanya memiliki satu tahapan alur cerita. Rangkaian ceritanya tidak begitu terperinci, hanya berfokus pada peristiwa yang penting (Sumaryanto, 2019:40).

Baca juga:  Silap Makna Kata dalam Komunikasi pada Gawai

Cerita pendek adalah salah satu karya sastra yang memusatkan kisahnya kepada tokoh tertentu dalam satu situasi. Karakter tokoh pada cerita pendek ini bermacam-macam. Meski umumnya terpusat pada karakter protagonis dan antagonis. Materi cerpen termasuk salah satu materi yang penulis ampu di kelas XI SMKN 2 Semarang. Materi tersebut terdapat pada KD 3.27, yaitu menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca.

Berdasarkan pengertian tersebut, penulis yang merupakan seorang guru bahasa Indonesia di SMKN 2 Semarang berpikir bagaimana cara untuk mengantisipasi terjadinya kemerosotan moral pada pelajar di Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu meningkatkan pendidikan karakter pada siswa SMKN 2 Semarang melalui pembelajaran cerpen. Cerpen mengandung amanat yang berisi berbagai nilai moral yang dapat diajarkan kepada siswa.

Banyak nilai moral sebagai landasan pendidikan karakter yang dapat dieksplorasi dalam cerpen yang selanjutnya dapat digunakan untuk mengedukasi siswa. Dalam hal ini, akan diajarkan materi cerpen dengan tujuan agar siswa mampu menganalisis nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam suatu cerpen sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Baca juga:  Pembelajaran Materi Sistem EFI Lebih Mudah dengan Media EFI Scanner

Melalui pembelajaran cerpen, penulis meminta siswa untuk membaca sebuah cerpen yang bermuatan nilai pendidikan karakter. Setelah itu penulis memberi tugas untuk mencermati dan menganalisis pesan dari cerpen tersebut. Setelah dicermati dan dianalisis, siswa akan mempresentasikan pesan tersebut berupa video yang dipublikasikan melalui media sosial sehingga siswa tidak hanya mengedukasi teman-teman satu kelasnya saja, namun secara tidak langsung siswa juga akan mengedukasi teman-teman di media sosialnya.

Setelah itu, penulis meminta siswa untuk mengisi instrumen kejujuran berupa skala kepribadian melalui form online. Tugas ini bermaksud untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa. Hasil pembelajaran juga harus dinilai untuk mengetahui proses perkembangan karakter yang diharapkan pada siswa.

Baca juga:  Kembangkan Kreativitas Siswa melalui Seni Kolase dari Cangkang Telur

Penilaian dapat dilakukan oleh guru, siswa sendiri, atau antarteman sekelas menggunakan instrumen penilaian berupa skala penilaian kepribadian.

Ternyata, melalui pembelajaran cerpen siswa dapat lebih mudah untuk belajar mengenai pendidikan karakter daripada hanya mendengarkan nasihat dari guru saja.

Karena melalui pembelajaran cerpen, mereka melewati beberapa proses seperti membaca, menaganalisis, mempresentasikan, bahkan mempraktikkan pesan yang mereka dapatkan dari membaca cerpen tersebut. Sehingga siswa lebih mudah memahami dan dapat menanamkan karakter baik tersebut ke dalam diri siswa.

Dengan begitu, pelajar di Indonesia khususnya di SMKN 2 Semarang akan menjadi pelajar yang memiliki nilai pendidikan karakter yang unggul, berbudi pekerti, berjati diri, dan juara. (fkp1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 2 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya