alexametrics

Straegi Penilaian Sikap pada Masa PJJ

Oleh: Ita Yuanita, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 yang melanda seluruh dunia, nampaknya sampai sekarang belum dapat diprediksi kapan akan berakhirnya. Hal ini bagi dunia pendidikan berarti pembelajaran belum bisa dilaksanakan secara tatap muka, namun masih melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Selama lebih dari satu tahun PJJ berlangsung, berbagai tantangan banyak dihadapi baik guru maupun siswa. Terkait dengan sikap siswa yang muncul pada saat PJJ termasuk dalam melakukam penilaian sikap.

Pada tahun kedua pelaksanaan PJJ sekarang ini, guru dituntut untuk dapat membuat suatu formula yang tepat agar dapat menanamkan nilai-nilai sikap pada siswa termasuk melakukan penilaian sikap yang obyektif, walaupun terbatas ruang dan waktu.

Menurut Permendikbud No.23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian, pada pasal 3 ayat (2) disebutkan bahwa penilaian sikap adalah kegiatan yang dilakukan pendidik untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik.

Baca juga:  Membaca Teks Naratif Berhuruf Jawa dengan Metode Numbered Head Together

Kemudian pada pasal 12 ayat 1 disebutkan bahwa penilaian aspek sikap dilakukan melalui tahapan: Mengamati perilaku peserta didik selama pembelajaran. Mencatat perilaku peserta didik dengan menggunakan lembar observasi/pengamatan. Menindaklanjuti hasil pengamatan; dan mendeskripsikan perilaku peserta didik.

Pada masa pandemi penilaian sikap yang dilakukan tentunya berbeda dengan penilaian sikap pada masa tatap muka. Guru harus mampu membuat strategi penilaian yang tepat dan bisa menggambarkan sikap siswa walapupun tidak dapat dilakukan secara detail seperti pada masa tatap muka. Untuk mempermudah dalam melaksanakan penilaian guru dapat memanfaatkan berbagai teknologi yang sudah banyak tersedia sekarang ini.

Penilaian sikap terdiri atas penilaian utama dan penilaian penunjang. Penilaian utama diperoleh dari hasil observasi harian yang ditulis di dalam jurnal harian. Penilaian penunjang diperoleh dari penilaian diri dan penilaian antarteman, hasilnya dapat dijadikan sebagai alat konfirmasi dari hasil penilaian sikap oleh pendidik.

Baca juga:  Belajar Upacara Panggih lebih Bermakna dan Menyenangkan dengan Role Play

Tehnik penilaian observasi dapat dilakukan secara terbuka dengan membuat jurnal pengamatan sikap, atau secara tertutup dengan membuat panduan berisi butir-butir perilaku yang akan diobservasi beserta indikatornya dan skala rentang. Beberapa indikatornya antara lain menjawab salam, mengikuti pembelajaran tepat waktu, menyelesaikan tugas tepat waktu, serta mengikuti pembelajaran jarak jauh dengan baik. bersikap sopan dll. Observasi dapat dilakukan setiap pertemuan.

Tehnik Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai diri sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Penilaian sikap spiritual minimal meliputi sikap berdoa, menjalankan ibadah, dan bersyukur. Adapun penilaian sikap sosial minimal meliputi sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, sopan/santun, percaya diri. Masing-masing diberikan skor dengan skala yang sudah ditentukan. Penialian diri dapat dilakukan pada akhir pertemuan setiap bab.

Baca juga:  Implementasikan Aplikasi Random Generator untuk Belajar PPKn

Adapun penilaian antar teman saat pembelajaran daring sulit diterapkan karena siswa tidak saling bertemu. Penilaian antar teman dapat diganti dengan penilaian orang tua. Butir-butir penilaian sudah ditentukan oleh guru sehingga orang tua tinggal mencontreng ya atau tidak terkait dengan perilaku anak yang dilakukan selama dirumah.

Keberhasilan dalam penilaian sikap pada masa PJJ ditentukan oleh banyak faktor. Diantaranya adalah dukungan dari guru, siswa, orang tua dan juga lingkungan sangat membantu tercapainya penilaian sikap yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Seperti di SMPN 1 Tirto, Pekalongan. (ips2/zal)

Guru SMPN 1 Tirto, Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya