alexametrics

Implementasi Blanded Learning pada Pembelajaran 4.0, Tingkatkan Literasi Digital

Oleh : Yudha Testinawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Keadaan pandemi Covid-19 yang semakin membaik, tidak serta merta membuat pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan. Pembelajaran dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas, yang mana jumlah peserta didik hadir di sekolah hanya 50 persen dari jumlah keseluruhan.

Secara bergantian siswa mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah. Permasalahan yang muncul adalah proses pembelajaran tidak dapat dilakukan secara serentak di dalam kelas. Sehingga sebagian peserta didik harus tetap mengikuti pembelajaran secara daring. Selain itu tuntutan pendidikan di abad ke 21 ini semakin berat.

Terdapat tiga keterampilan pendidikan abad 21, yaitu: life and career skills, learning and innovation skills dan information media and technology skills. Ketiga keterampilan tersebut dirangkum dalam sebuah skema yang disebut dengan pelangi keterampilan-pengetahuan abad 21(21st century knowledge skills rainbow).

Munculnya pembelajaran dalam bentuk e-learning pada proses pembelajaran menjadi jawaban dalam mengatasi permasalahan di atas. E-learning mampu meningkatkan pengalaman belajar sebab peserta didik dapat belajar di manapun dan dalam kondisi apapun selama dirinya terhubung dengan internet tanpa harus mengikuti pembelajaran tatap muka (face to face learning).

Baca juga:  Atasi Bullying dengan Teknik Role Playing pada Layanan Bimbingan Kelompok

E-learning tidak sepenuhnya mengganti peran guru dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, diperlukan perpaduan antara e-learning dengan pembelajaran tatap muka (face to face). Berdasarkan pernyataan tersebut, kemudian berkembanglah blended learning. Blended learning merupakan sebuah model pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran tatap muka (face to face) dengan e-learning. Blended learning merupakan konsep baru dalam pembelajaran dimana penyampaian materi dapat dilakukan di kelas tatap muka dan kelas online.

Revolusi 4.0 menuntut semua serba teknologi, termasuk di bidang pendidikan. Dengan menggunakan blended learning dalam proses pembelajaran di kelas diharapkan skill peserta didik dalam memahami dan menggunakan literasi digital semakin terasah. Guru tidak boleh hanya mengandalkan model pembelajaran konvensional, namun juga harus memadukan dengan teknologi.

Baca juga:  Memegang Kerikil Tingkatkan Kemampuan Servis Bawah dalam Permainan Bola Voli

Pembelajaran 4.0 adalah suatu pembelajaran lompatan dari 3.0 yang memanfaatkan penggunaan teknologi dalam berbagai kegiatan belajar dan sesuai dengan tuntunan di era revolusi industri 4.0 hal ini juga senada dengan teori tentang pembelajaran 4.0 yakni pembelajaran jarak jauh yang dapat digunakan dimana saja tanpa batasan ruang kelas dengan memanfaatkan teknologi internet.

Hal demikian juga diterapkan di SD Negeri Kemirirejo 3 Kota Magelang secara maksimal pada saat September ketika surat edaran dari pemerintah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran dilakukan dari rumah.

Proses blended learning di SD Negeri Kemirirejo 3 Kota Magelang diawali dengan e-learning atau biasa disebut daring yakni guru kelas 6 mengirimkan materi dan tugas sesuai pembelajaran. Kemudian direspons oleh peserta didik yang didampingi orang tuanya jika terdapat hal-hal yang belum dimengerti terkait materi dan tugas yang diberikan melalui Google Classroom yang digunakan.

Baca juga:  PTM Terbatas IPA Karakteristik Magnet Lebih Bermakna dengan GI Audio Visual

Jika tugas tersebut sudah selesai dikerjakan peserta didik mengirimkannya melalui personal chat atau PC kepada guru kelasnya. Selanjutnya pembelajaran tatap muka dilakukan pada hari yang telah ditentukan dengan meminta peserta didik untuk datang ke sekolah bergiliran. Bertahap sesuai nomor absen masing-masing mulai dari urut 1 sampai 15 dan seterusnya.

Pembelajaran tatap muka atau luring bertujuan penguatan atau membahas materi-materi dan tugas peserta didik yang sudah dikirimkan dari Google Classroom.

Manfaat blended learning bagi peserta didik dalam peningkatan literasi digital adalah dilihat dari adanya hasil foto dan video pembelajaran oleh peserta didik yang dikirimkan melalui Google Classroom tentang materi-materi pembelajaran. Kemudian manfaat blended learning bagi guru lebih memahami jejaring sosial dalam pemberian materi dan tugas kepada peserta didik. Guru juga lebih tahu website-website edukasi yang digunakan untuk proses pembelajaran. (dd2/lis)

Guru SDN Kemirirejo 3 Kota Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya