alexametrics

Berpikir Kritis dan Kreatif dengan Penilaian Kinerja Berorientasi HOTS

Oleh : Triyono, M.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar. Pencapaian hasil belajar mengacu pada kurikulum 2013. Penilaian kurikulum 2013 ada perubahan menilai dari tes yang mengukur pengetahuan berdasarkan hasil saja, menuju penilaian autentik yang mengukur pengetahuan, sikap, dan ketrampilan berdasarkan proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang baik ada interaksi antara guru dengan peserta didik, antar peserta didik, dan peserta didik dengan sumber belajar.

Penilaian proses pembelajaran dapat dilakukan guru dengan menggunakan penilaian kinerja. Menurut Sani (2017:229) penilaian kinerja adalah penilaian yang menuntut siswa mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu menggunakan tes praktik dengan menggunakan instrumen lembar pengamatan.

Rendahnya kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik disebabkan oleh proses belajar mengajar di kelas yang masih cenderung menekankan pada pemberian latihan soal (drill). Peserta didik tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif seperti berani mengeluarkan pendapat, memberikan alternatif jawaban, mengevaluasi dan menyimpulkan. Penilaian yang diberikan fokus pada hasil akhir jawaban, tetapi belum melakukan penilaian proses pembelajaran.

Baca juga:  Belajar Prosesi Upacara Adat Panggih melalui Media Padlet

Upaya yang bisa dilakukan penulis sebagai guru kelas VI di SDN Segiri 02 Kecamatan Pabelan untuk meningkatkan berpikir kritis dan kreatif dengan pembelajaran IPA melakukan kegiatan percobaan membuat rangkaian listrik seri dan paralel.

Kegiatan praktek ini dilakukan dengan cara kerja kelompok. Guru melakukan penilaian kinerja ketika proses pembelajaran berlangsung dengan membuat instrumen penilaian berorientasi HOTS (High Order Thinking Skill). HOTS adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk mengolah informasi, berpikir kritis, kreatif, mengevaluasi dan dapat memecahkan masalah (Kenedi, 2018:69).

Langkah kerja kegiatan percobaan yang dilakukan peserta didik adalah 1) Membuat rancangan gambar rangkain listrik seri dan paralel. 2) Meyiapkan alat dan bahan yang telah didapatkan (gunting, selotip, kabel, bohlamp kecil, fitting, saklar, baterai). 3) Membuat rangkaian listrik seri dan paralel sesuai dengan rancangan gambar. 4) Menyalakan rangkaian listrik yang telah dibuat. 5) Membuat laporan kegiatan percobaan. 6) Mempresentasikan hasil kegiatan percobaan.

Baca juga:  Dampak Covid-19 Terhadap Pendidikan

Penilaian kinerja yang dilakukan guru adalah mengamati setiap langkah kerja yang dilakukan peserta didik dalam melakukan kegiatan percobaan. Instrumen penilaian kinerja yang dibuat guru dengan 3 aspek yang dinilai yaitu 1) perencanaan meliputi persiapan kegiatan percobaan, menentukan langkah kegiatan percobaan. 2) pelakasanaan meliputi kerjasama kelompok, efisiensi waktu, alat yang digunakan, dan 3) pelaporan meliputi menyimpulkan hasil percobaan dan penampilan dalam presentasi.

Aktivitas pembelajaran yang dilakukan peserta didik dalam kegiatan percobaan membuat rangkaian listrik akan memunculkan indikator kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif yang muncul pada tahap perencanaan adalah kreativitas rancangan gambar yang dibuat antar kelompok berbeda, mengidentifikasi alat dan bahan yang digunakan, memiliki langkah atau cara yang berbeda-beda dalam melakukan percobaan sesuai dengan tugasnya.

Baca juga:  Pengenalan Kosakata Jawa melalui Tembang Padhang Bulan

Pada tahap pelaksanaan adalah melakukan percobaan dengan teliti, menggunakan konsep secara baik, mengevaluasi hasil percobaan, mencari solusi terbaik, dan pada tahap pelaporan adalah mampu menyimpulkan dengan membandingkan hasil yang telah dibuat, menyatakan hubungan sebab akibat dan berargumentasi.

Pembelajaran dengan kegiatan percobaan peserta didik menjadi lebih bersemangat dan termotivasi untuk mengerjakan tugas praktek dengan sebaik-baiknya. Dengan kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dengan instrumen penilaian kinerja berorientasi HOTS yang dibuat guru. (dd2/ton)

Guru Kelas di SDN Segiri 02 Kec. Pabelan Kab. Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya