alexametrics

Surat Kabar Online Tingkatkan Kompetensi Reading Siswa

Oleh : Hadi Sutrisno S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KETERAMPILAN membaca (reading) merupakan salah satu bagian dari empat keterampilan pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia. Menurut Rubin, membaca pemahaman adalah proses intelektual yang kompleks yang mencangkup dua kemampuan utama, yaitu penguasaan makna kata dan kemampuan berpikir tentang konsep verbal. Yang menarik adalah keterampilan reading sering menjadi tolok ukur keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah. Hal itu dibuktikan dengan rata-rata evaluasi pembelajaran bahasa Inggris, baik itu ulangan harian, tes, maupun ujian. Sebagian besar disajikan dalam bentuk reading.

Aktivitas membaca, khususnya membaca teks berita (news item) sebenarnya menjadi kegiatan yang menarik karena selain membaca, sejatinya mereka sedang menjelajahi sebuah khasanah ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, dan budaya yang memampukan mereka mengambil banyak pelajaran dan pengalaman. Sekaligus meningkatkan keterampilan memahami bacaan (Reading Comprehension). Namun kenyataannya masih banyak pembelajar bahasa Inggris yang mengalami kesulitan memahami bacaan.

Baca juga:  Metode Examples Non Examples dalam Pembelajaran Present Tense

Ada beberapa sebab mengapa rata-rata siswa mengalami kesulitan? Di antaranya adalah materi bacaan yang monoton, kuno, tidak menarik, dan berisi teks asing yang kurang dekat dengan kehidupan siswa, serta penggunaan kosa kata yang sulit atau tidak lazim dijumpai. Demikian juga yang terjadi di SMAN 1 Candiroto, Temanggung, ketika siswa dihadapkan pada sebuah teks news item dari buku pelajaran. Tampak kekurangtertarikan para siswa untuk membaca teks tersebut. Mereka mangalami kesulitan memahami isi teks tersebut karena banyak kosa kata asing.

Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik yang mereka pelajari dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka. Yaitu dengan konteks keadaan pribadi, sosial dan budaya mereka (Dirjen Dikdasmen; 2007).

Untuk itu, pembelajaran yang menarik harus mempunyai keterkaitan langsung dengan kondisi nyata dari kehidupan peserta didik. Demikian juga dalam pembelajaran reading, materi yang disajikan sebisa mungkin mempunyai keterkaitan dan ikatan emosional dengan kehidupan siswa.

Baca juga:  Memecahkan Masalah SPLDV Menggunakan Metode Drill

Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi internet dan komunikasi sangat pesat, digitalisasi pendidikan pun berkembang pesat. Sekarang buku, modul, diktat, ataupun LKS cetak bukanlah satu-satunya sumber belajar. Bahkan sember-sumber belajar cetak sering tertinggal materinya. Sementara sumber belajar online/digital semakin banyak dan sering lebih update materinya.

Dalam pembelajaran reading pada pembahasan materi News Item atau teks berita, tentunya update materi ajar menjadi hal terpenting. Peserta didik pasti akan lebih tertarik jika materi yang disampaikan adalah berita-berita terbaru, pengetahuan terbaru, dan isu terbaru yang sedang banyak dibicarakan masyarakat.

Ketertarikan adalah modal yang paling besar untuk memunculkan semangat membaca dan berusaha memahami isinya. Kemudian keterkaitan isi berita dengan hal-hal yang sering dibahas dan diisukan membuat pembelajar lebih mudah menebak makna dari suatu kata atau kalimat melalui aktitivitas reading yang dikenal dengan istilah “deducing meaning from the context” yaitu kemampuan menebak makna berdasarkan konteknya (wordpress.com). Ketika kita mengetahui konteksnya, kita akan mudah menebak maknanya.

Baca juga:  Berinovasi dengan Metode Ceramah

Dari penggambaran tersebut, benang merahnya yaitu pembelajaran reading untuk materi news item akan sangat menarik, menantang, dan lebih mudah dipahami, apabila dilakukan melalui penyajian materi yang aktual, update, dan mempunyai keterkaitan erat dengan kebutuhan ilmu pengetahuan dan informasi yang berkembang. Melalui surat kabar online kita bisa mendapatkan sumber bacaan sebagai sumber pembelajaran yang menarik, aktual, terpercaya, dan mudah dijumpai. Intinya dengan memanfaatkan surat kabar online, mempermudah dan meningkatkan kompetensi pembelajaran reading siswa. (unw2/ida)

Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Candiroto, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya