alexametrics

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Oleh : Zubaidah, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Lemahnya kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika membuat hasil belajar siswa belum optimal. Sehingga guru harus bisa berkreasi dalam penyampaian materi yang diberikan. Ada berbagai macam metode pembelajaran matematika yang dapat diterapkan untuk menunjang guru dalam poses pelaksanaan pembelajaran di kelas. Salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Pembelajaran kooperatif tipe STAD diyakini dapat membuat proses pembelajaran lebih efektif dan mampu meningkatkan hasil belajar melalui diskusi kelompok. Menurut Slavin (2005 : 12-13) terdapat tiga konsep pembelajaran kooperatif tipe STAD. Yaitu penghargaan kelompok, yang akan diberikan jika kelompok mencapai kriteria yang ditentukan. Tanggung jawab individu, bermakna kesuksesan kelompok bergantung pada semua anggota kelompok. Kesempatan sukses yang sama, bermakna semua peserta didik berkontribusi kepada kelompok.

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini mengondisikan peserta didik belajar bersama di dalam kelompok untuk saling membantu setiap anggota kelompok.

Baca juga:  Pengaruh Penguasaan Kosakata dan Tata Bahasa Indonesia Terhadap Kemampuan Menulis Eksposisi

Kelas disusun dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta didik dengan kemampuan prestasi yang berbeda. Hal ini bermanfaat untuk melatih peserta didik untuk bekerja sama dengan peserta didik lain yang berbeda latar belakang prestasinya. Peserta didik belum boleh mengakhiri diskusi kelompoknya sebelum seluruh anggota kelompoknya menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan guru.
Apabila salah satu anggota kelompok memiliki kesulitan dalam pengerjaan tugas maka anggota kelompok yang lain yang diminta menjelaskanya. Jika dirasa jawaban peserta didik yang lain belum bisa menyelesaikan masalah, baru meminta penjelasan pada guru.

Pada saat pembelajaran kelompok berlangsung guru melakukan pengawasan dengan berkeliling di setiap kelompok serta membimbing jika terjadi kesulitan pada saat peserta didik berdiskusi.
Berikut langkah-langkah pembelajaran model kooperatif tipe STAD menurut Slavin (2015: 8). Pertama menyampaikan tujuan dan memotivasi peserta didik. Kedua menyajikan informasi. Ketiga mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelopok belajar. Keempat membimbing kelompok dalam bekerja dan belajar. Kelima evaluasi. Keenam memberikan penghargaan.

Baca juga:  Civic Education dalam Penerapkan Tata Upacara

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini telah diterapkan di SD Negeri Pagersari, Kecamatan Mungkid. Hal ini terkait dengan inovasi atau pengembangan penerapan dan tanpa menghilangkan karakteristik utama dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD itu sendiri.

Hasil yang diperoleh setelah penerapan metode ini menunjukkan peningkatan prestasi dan aktivitas belajar peserta didik yang terlihat dari nilai rata-rata dan ketuntasan belajar. Namun penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD belum tentu dapat diterapkan pada mata pelajaran lainnya.

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan. Berikut kelebihan dan kekurangan kooperatif tipe STAD menurut Adesanjaya (2011:68) yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu masalah. Mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan diskusi. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa menghargai, menghormati pribadi temannya dan menghargai pendapat lain.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Bilangan Berpangkat dengan Vipe

Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini yaitu kerja kelompok hanya mereka yang mampu memimpin dan mengarahkan anggota kelompok yang kurang pandai. Untuk mengatasi hal tersebut, keterampilan guru harus mampu menyatukan keanekaragaman peserta didik sehingga dapat mengatasi kelemahan kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini. Namun tanpa dipungkiri kerja sama antara guru dan peserta didik harus terjalin dengan baik agar pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD berjalan sesuai yang diinginkan dengan cara guru dan peserta didik ikut berperan aktif dan interaktif dalam kegiatan pembelajaran. (pm1/lis)

Guru Kelas I SDN Pagersari, Kec Mungkid, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya