alexametrics

MCKK Membuat Pembelajaran Lebih Seru

Oleh: Diyahtiningsih, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran dalam jaringan (daring) hingga saat ini masih dilaksanakan. Hampir 2 tahun lamanya semua lembaga pendidikan tidak menyelenggarakan pembelajaran melalui tatap muka. Selama itu pula banyak permasalahan yang timbul baik yang dihadapi guru maupun peserta didik.

Di sekolah tempat penulis bertugas, pembelajaran daring dilakukan melalui Whatsapp (WA) group. Guru dalam menyampaikan materi pelajaran dilakukan dengan cara mengirimkan video pembelajaran, pesan suara serta tulisan yang dikirim melalui Wa group. Seiring berjalannya waktu, peserta didik mulai merasa jenuh.

Hal itu dapat diketahui dari kurangnya respon peserta didik terhadap tugas-tugas yang diberikan guru melalui Wa group. Dari sejumlah siswa dalam satu kelas, yang mau menyelesaikan tugas hanya sebagian saja. Hal ini membuat guru harus berpikir kreatif untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar.

Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri seseorang yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang ingin dicapai oleh subjek belajar dapat tercapai (http://psikologi.uma.ac.id).

Baca juga:  Belajar Vocabulary dengan Word Match Games

Banyak hal yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik. Salah satunya dengan menciptakan sebuah kompetisi. Kompetisi atau persaingan yang terjadi selama proses pembelajaran ternyata bisa menumbuhkan motivasi tersendiri bagi peserta didik. Contoh motivasi belajar siswa melalui kompetisi adalah dengan membuat cerdas cermat dalam kelas atau kelompok.

Metode Cerdas Cermat dalam Kelompok (MCCK) di masa pandemi Covid19 ini dapat dilaksanakan melalui Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, dengan melaksanakan prosedur kesehatan Covid19. Dalam hal ini guru mendatangi kelompok-kelompok belajar yang bertempat di rumah wali murid.

Setiap 1 kali dalam seminggu, guru berkeliling secara bergilir sesuai dengan waktu yang dijadwalkan. Misalnya pada pukul 07.30 sampai pukul 08.30 WIB untuk season 1, kemudian pada pukul 9.00 sampai pukul 10.00 WIB untuk season 2.

Baca juga:  Terapkan TGT Mempermudah Pembelajaran Siklus Hidup Hewan

Teknik metode cerdas cermat dalam kelompok dapat dilaksanakan melalui langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok belajar. Karena peserta didik kelas 6 di SDN 01 Jatiroyom berjumlah 21 orang, maka peserta didik dibagi menjadi dua kelompok belajar.

Setiap kelompok belajar dibagi lagi menjadi 3 regu (regu A, regu B, dan regu C). Kedua, guru menyiapkan 15 pertanyaan wajib (5 pertanyaan untuk masing-masing regu) dan 10 pertanyaan rebutan. Ketiga, guru menetapkan peraturan cerdas cermat kelompok. Cerdas cermat dalam kelompok terdiri atas 2 babak, yaitu babak pertanyaan wajib dan babak pertanyaan rebutan. Keempat, pelaksanaan CCK.

Pada babak pertama setiap regu wajib menjawab pertanyaan wajib. Setelah selesai, lakukan penskoran babak pertama. Pada babak kedua, semua regu kesempatan menjawab pertanyaan rebutan dengan cara tepuk 3 kali. Regu yang tercepat berkesempatan menjawab pertanyaan. Jika jawaban tidak tepat dapat diperebutkan regu yang lain. Kelima, penskoran babak kedua. Jika terdapat 2 regu yang bernilai sama (seri), guru mengajukan satu pertanyaan tambahan untuk diperebutkan. Selanjutnya penskoran keseluruhan. Regu yang mendapat nilai tertinggi itulah yang menang.

Baca juga:  Penggunaan Media Puzzle dalam Pembelajaran Tematik Muatan PPKN

Bagi kelompok atau regu yang menang akan mendapatkan nilai ditambah dengan hadiah. Sementara bagi regu yang kalah akan mendapatkan nilai saja. Keenam, guru bersama peserta didik tanya jawab tentang soal-soal yang tidak terjawab pada waktu CCK. Ketujuh, guru memberikan pertanyaan atau soal kembali untuk dikerjakan secara individu.

Melalui MCCK di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Peserta didik akan saling membuktikan bahwa merekalah yang terbaik. Dengan motivasi yang baik, peserta didik tidak mudah putus asa, jenuh atau bosan jika dihadapkan berbagai hal. (unw2/ton)

Guru SDN 01 Jatiroyom

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya