alexametrics

Permainan Congklak Meningkatkan Pemahaman KPK Suatu Bilangan

Oleh : Nircukup, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan formal ialah pendidikan yang bisa didapat dengan mengikuti kegiatan atau program pendidikan yang terstruktur serta terencana oleh badan pemerintahan. Misalnya melalui sekolah ataupun universitas.

Sedangkan menurut pendapat Ahmad D. Rimba, pendidikan ialah bimbingan yang dilakukan secara sadar oleh pendidik kepada peserta didik dengan tujuan membentuk kepribadian yang utama secara jasmani dan rohani.

Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk melaksanakan pendidikan pada sekolah dibutuhkan seorang guru atau pendidik yang berkompeten, memiliki berbagai keterampilan dan menguasai materi ajar sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Dalam menyampaikan materi ajar seorang pendidik seyogyanya menggunakan media pembelajaran, terlebih pada materi muatan pelajaran matematika.

Media pembelajaran ini berfungsi untuk membuat konsep pembelajaran matematika yang bersifat abstrak menjadi konkret dan mudah dipahami sehingga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Seperti halnya yang dilakukan penulis, guru kelas 4 SDN 03 Sumurjomblangbogo dalam mengajarkan materi kompetensi dasar (KD 3.6), yaitu menentukan KPK (kelipatan persekutuan terkecil) pada suatu bilangan menggunakan media pembelajaran congklak. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.

Baca juga:  Dengan Media Benda Tiruan Lebih Efektif Pahami Rantai Makanan

Membagikan batu-batu kecil yang terdiri dari dua warna, misal kuning dan hitam serta alat congklak yang memiliki 24 lubang dengan bernomor urut pada tiap kelompok. Menjelaskan cara mencari KPK dari bilangan 2 dan 4 menggunakan permainan congklak dan meminta semua peserta didik untuk memperhatikan.

Mengajak peserta didik perwakilan dari tiap kelompok untuk mempraktikkan dengan mengikuti arahan guru dalam menemukan KPK dari dua bilangan lain yang telah ditentukan dan anggota kelompoknya ikut mempraktikkan secara bergantian. Meminta peserta didik untuk menuliskan soal dan hasilnya pada buku catatan masing-masing peserta didik.

Adapun cara mencari KPK dengan permainan congklak adalah sebagai berikut: pertama, menentukan tiap batu kecil dengan warna berbeda untuk kelipatan bilangan 2 dan 4. Misalnya, kumpulan batu kecil warna kuning untuk mencari KPK dari bilangan 2. Sedangkan kumpulan batu kecil warna hitam untuk mencari KPK dari bilangan 4.

Baca juga:  Belajar Tematik Menarik yang Bervariatif melalui PMM

Kedua, mengambil batu kecil berwarna kuning yang selanjutnya dimasukkan ke lubang congklak dengan nomor yang berkelipatan dua, tiap-tiapnya satu batu kecil untuk mencari KPK dari bilangan 2. Dari hal ini terlihat lubang yang terisi batu kecil warna kuning pada nomor dua, empat, enam, delapan, sepuluh, dua belas, empat belas, enam belas, delapan belas, dua puluh, dua puluh dua, dan dua puluh empat.

Ketiga mengambil batu kecil berwarna hitam yang selanjutnya dimasukkan ke lubang congklak dengan nomor yang berkelipatan empat, untuk mencari KPK dari bilangan 4. Terlihat lubang yang berisi batu kecil hitam pada nomor empat, delapan, dua belas, enam belas, dua puluh, dan dua puluh empat.

Baca juga:  Belajar Lingkaran dengan Example Non Example

Keempat, memperhatikan lubang congklak yang telah terisi oleh dua batu kecil dengan warna kuning dan hitam. Terlihat pada lubang congklak dengan nomor empat, delapan, dua belas, enam belas, dua puluh, dan dua puluh empat yang berisi dua batu kecil dengan warna kuning dan hitam. Hal ini menunjukkan bahwa kelipatan persekutuan dari bilangan 2 dan 4 adalah empat, delapan, dua belas, enam belas, dua puluh, dan dua puluh empat.

Karena yang dicari adalah kelipatan persekutuan terkecil dari dua bilangan tersebut, maka KPKnya adalah empat. Kegiatan mencari KPK suatu bilangan dengan permainan congklak yang telah dilakukan penulis ini dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi dan menjadikan peserta didik aktif dalam mengikuti pembelajaran, karena pembelajaran terasa menyenangkan. (fkp1/lis)

Guru Kelas 4 SDN 03 Sumurjomblangbogo, Kec. Bojong, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya