alexametrics

Menghitung Bilangan Bulat Asyik dengan Media Karet Gelang

Oleh : Dian Yulita, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kurangnya pemahaman siswa dalam memahami konsep dasar materi operasi hitung bilangan bulat. Terutama pada operasi hitung bilangan bulat negatif, masih banyak kesalahan siswa dalam mengerjakan soal bilangan bulat tersebut dan rasa jenuh pada siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika.

Terbukti yang terjadi pada siswa kelas VI SDN 01 Wiroditan, oleh sebab itu guru dituntut untuk lebih kreatif dan efisien dalam pemanfaatan media pembelajaran sehingga siswa dapat tertarik mengikuti proses pembelajaran berkaitan dengan materi bilangan bulat.

Dengan media pembelajaran, siswa diharapkan dapat memahami konsep dasar menghitung. Oleh karena itu pemilihan media pembelajaran yang digunakan hendaknya memberikan kesempatan pada siswa untuk mencari, mengolah, menemukan dan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar siswa.

Puskur (2008) menyatakan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis lingkungan dilakukan dengan mengelaborasi sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar. Salah satu media pembelajaran yang menggunakan bahan yang sederhana dan ada di sekitar lingkungan siswa adalah karet gelang.

Baca juga:  Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Masa Pandemi

Media karet gelang merupakan media yang akan digunakan dengan tujuan agar siswa merasa senang dan tertarik serta antusias dalam mengikuti pembelajaran sehingga tertanamkan konsep dasar dalam memorinya.

Dalam hal ini titik tekan media karet gelang adalah pada fungsinya sebagai alat peraga atau alat bantu penanaman konsep dasar hitung bilangan bulat. Dengan alat bantu karet gelang diharapkan siswa mampu menghitung konsep dasar penjumlahan bilangan bulat khususnya materi yang dianggap sulit oleh siswa pada hitungan bilangan bulat negatif.

Penjumlahan bilangan bulat menggunakan media karet gelang, sebelum memperagakan bagaimana cara menghitungnya ada kesepakatan dahulu antara guru dengan siswa. Misal karet gelang berwarna hijau mewakili bilangan bulat positif dan karet gelang merah mewakili bilangan bulat negatif. Guru mengajak siswa untuk menghitung hasil dari penjumlahan bilangan bulat berbeda jenis antara bilangan bulat negatif dengan positif, misal -5 + 7 maka langkah pertama yang dilakukan siswa adalah mengambil lima buah karet gelang berwarna merah dan tujuh buah karet gelang berwarna hijau.

Baca juga:  Penguatan Guru dapat Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa

Setelah diambil untuk diletakkan di atas meja untuk dipasangkan dan diikatkan, bagi karet gelang yang tersisa tidak dapat pasangan menunjukkan hasil penghitungannya, berarti sisa karet gelang tersebut adalah dua buah dan berwarna hijau bertanda bilangan bulat positif.

Apabila siswa sudah mampu memahami penggunaan media karet gelang pada penjumlahan bilangan bulat berbeda jenis. Langkah selanjutnya guru mengajak siswa untuk menghitung penjumlahan bilangan bulat sejenis artinya kedua bilangan tersebut sama-sama positif atau negatif. Misal -3 + -8, langkah pertama yang harus dilakukan siswa adalah mengambil tiga buah karet gelang berwarna merah dan mengambil lagi delapan buah karet gelang berwarna merah untuk diletakkan di meja.

Baca juga:  Mudah Pahami Materi Mengenal Negara-Negara ASEAN dengan TTS

Dari hasil pengambilan karet gelang menunjukkan ada sebelas karet gelang berwarna sama. Karena karet gelangnya sama-sama berwarna sejenis, maka tidak dapat dipasangkan untuk diikatkan sehingga karet gelang tersebut dikatakan sisa dan berwarna merah artinya negatif. Dengan demikian dapat disimpulkan hasil penjumlahan negatif tiga dan negatif delapan adalah negatif sebelas.

Dari pengalaman penulis, penggunaan media karet gelang sangat efektif dan efisien dalam penanaman konsep dasar hitung bilangan bulat. Sebab selain harganya murah, mudah didapatkan oleh siswa, karet gelang juga bermanfaat sebagai alat peraga untuk menyampaikan materi, selain itu membantu siswa belajar sambil bermain sehingga pembelajaran lebih menarik dan asyik, serta ingatan siswa pada konsep bertahan lebih lama. (ra2/ton)

Guru SDN 01 Wiroditan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya