alexametrics

Picture and Picture Tingkatkan Kemampuan Literasi Siswa dalam Memahami Materi Sejarah

Oleh : Sri Kusdari, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan sejarah merupakan salah satu sarana ampuh memperkenalkan tentang bangsanya di masa lampau kepada peserta didik. Melalui pelajaran sejarah peserta didik dapat melakukan kajian mengenai siapa, apa, kapan, mengapa, bagaimana.

Serta akibat apa yang timbul dari jawaban masyarakat bangsa di masa lampau tersebut terhadap tantangan yang mereka hadapi. Juga dampaknya bagi kehidupan pada masa sesudah peristiwa itu dan masa kini.

Menurut I Gde Widja (1989: 91) sejarah adalah studi keilmuan tentang segala sesuatu yang telah dialami manusia di waktu lampau dan yang telah meninggalkan jejak-jejaknya di waktu sekarang.
Menurut Van Der Mulen dalam Ismain (2003:1), “Tercantumnya sejarah dalam kurikulum sekolah dimaksudkan untuk membangun kepribadian mental siswa”.

Sejarah merupakan mata pelajaran yang terjadi pada masa lampau dengan tujuan membangun karakter siswa. Hal ini selaras dengan Kurikulum 2013 yang mengutamakan pendidikan karakter. Jadi pembelajaran sejarah adalah proses yang terkondisikan dengan sengaja untuk mempelajari studi keilmuan yang telah dialami manusia di waktu lampau untuk membangun kepribadian mental siswa.

Baca juga:  Optimalkan Pembelajaran Prosesi Upacara Adat Jawa dengan Metode Demonstrasi

Begitu pentingnya pembelajaran sejarah bagi siswa, sehingga pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggelar dan menetapkan sejarah sebagai sebuah mata pelajaran yang penting dalam Kurikulum 2013. Khususnya bagi pendidikan tingkat menengah atas (SMA sederajat). Mata pelajaran Sejarah Indonesia pada tingkat SMA merupakan sebuah mata pelajaran kelompok wajib.

Salah satu materi penting dalam pembelajaran sejarah yang harus dipelajari siswa kelas X, adalah tentang memahami hasil-hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia dan pengaruhnya dalam kehidupan lingkungan terdekat. Materi ini termasuk materi teoretis yang membutuhkan trik khusus dalam proses pembelajarannya agar siswa tidak jenuh dan lebih menguasai materi yang dipelajarinya.

Baca juga:  Mengefektifkan Pembelajaran dengan Video Mind Mapping Prezi

Untuk itu, dalam pembelajaran materi ini, pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Magelang guru menggunakan metode picture and picture. Menurut Ibrahim (2000: 29) model pembelajaran kooperatif picture and picture merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kelompok-kelompok, yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang saling asah, saling asih, dan saling asuh. Sedangkan menutur Suprijono, picture and picture adalah metode pembelajaran yang menggunakan gambar dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis.

Pembelajaran pada siswa SMA Negeri 4 Magelang, guru memberikan penugasan membaca materi tentang memahami hasil-hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia dan pengaruhnya dalam kehidupan lingkungan terdekat kemudian guru menjelaskan materi tersebut.

Setelah siswa memahami materi yang sedang dibahas, guru membagikan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Kemudian siswa diberikan tugas untuk mengurutkan gambar tersebut sesuai materi yang sedang dipelajarinya secara berkelompok.

Baca juga:  Kenalkan Budaya Indonesia melalui Video Dokumenter

Model pembelajaran picture and picture ini efektif diterapkan untuk pembelajaran sejarah dengan materi hasil-hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia dan pengaruhnya dalam kehidupan lingkungan terdekat pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Magelang. Materi menjadi lebih mudah dipahami dan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. (rs2/lis)

Guru Sejarah SMA Negeri 4 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya