alexametrics

Serunya Belajar Teks Profil Tokoh dengan Strategi PQ4R

Oleh : Muryati,S.S

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Untuk menciptakan perubahan kemampuan pengetahuan, ketrampilan dan sikap diperlukan pembelajaran yang menyenangkan dan memotivasi siswa untuk menggali pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.

Meskipun pada penerapannya masih ditemukan permasalahan sebagaimana dialami oleh penulis di siswa kelas VII SMP Negeri 3 Doro Kabupaten Pekalongan pada pembelajaran mata pelajaran Bahasa Jawa. Hal ini menjadi kajian penulis dalam mengembangkan strategi untuk meningkatkan kemajuan siswa dalam belajar dan menangkap materi. Penulis menggunakan strategi pembelajaran PQ4R yang dianggap efektif dalam pembelajaran materi teks profil tokoh.

Tujuan pembelajaran pada materi teks profil tokoh ini mencakup menjelaskan struktur teks profil tokoh, mengidentifikasi unsur kebahasaan teks profil tokoh dan menyimpulkan isi teks profil tokoh.

Baca juga:  Tanggapan Mampu Membentuk Karakter Siswa

Proses belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan bagi siswa tidak pernah lepas dari peran seorang guru dalam mengajar. Seorang guru yang baik hendaknya selalu menerapkan berbagai strategi dalam pembelajaran, sehingga siswa mudah memahami materi yang disampaikan.

Menurut Slavin (2008: 256), strategi PQ4R merupakan strategi studi yang meminta siswa melihat sekilas (preview), menanyakan (question), membaca (read), merenungkan (reflect), mengungkapkan kembali (recite) dan mengkaji ulang (review) bahan.

Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam strategi PQ4R pada pembelajaran materi teks profil tokoh pada mata pelajaran Bahasa Jawa dikelas VII (tujuh) sebagai berikut, Pertama, guru melakukan apersepsi dan motivasi pembelajaran. Kemudian, Lihat sekilas (preview). Periksa dan amati teks profil tokoh dengan cepat untuk mengetahui pengorganisasian umum dan topik-topik utama dan subtopik.

Beri perhatian pada judul dan sub-judul, dan identifikasi apa yang akan anda baca dan pelajari. Setelah itu, tanyakan (question). Ajukan kepada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan tentang profil tokoh tersebut sebelum anda membacanya. Gunakan judul untuk menemukan pertanyaan dengan menggunakan kata tanya: siapa, apa, mengapa, dimana. Selanjutnya, baca (read). Bacalah teks profil tokoh tersebut. Jangan membuat catatan tertulis yang panjang. Cobalah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang anda kemukakan sebelum membaca. Setelah itu, renungkan bahan tersebut (reflect).

Baca juga:  Asyiknya Berpantun dengan Sticky Notes pada Google Jamboard

Cobalah memahami dan membuat bermakna informasi yang disajikan dengan menghubungkan dengan hal-hal yang telah anda ketahui, menghubungkan subtopik dalam naskah tersebut dengan konsep-konsep atau prinsip-prinsip utama, mencoba memecahkan kontradiksi dalam informasi yang disajikan, dan mencoba menggunakan bahan tersebut untuk menjawab soal-soal yang diusulkan oleh bahan tersebut. Kemudian, ungkapkan kembali (recite). Latihlah mengingat informasi yang ada dalam teks tersebut dengan menyatakan butir-butir dengan lantang dan mengajukan dan menjawab pertanyaan.

Anda dapat menggunakan judul, kata-kata yang distabilo, dan catatan tentang gagasan-gagasan utama untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Langkah terakhir, kaji ulang (review). Dalam langkah terakhir, kajilah kembali dengan aktif bahan tersebut, dengan fokus pada pengajuan pertanyaan kepada diri sendiri, bacalah kembali bahan tersebut hanya kalau anda tidak yakin akan jawabannya.

Baca juga:  Belajar Mudah tentang Integral dengan Team Assisted Individualization

Pada penerapan strategi ini, penulis mendapatkan manfaat diantaranya sangat tepat digunakan untuk pengajaran pengetahuan yang bersifat deklaratif berupa konsep-konsep, definisi, kaidah, dan pengetahuan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Lalu dapat membantu siswa yang daya ingatannya lemah untuk menghafal konsep-konsep pelajaran, mudah diterapkan pada semua jenjang pendidikan, mampu membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan proses bertanya dan mengkomunikasikan pengetahuannya dan dapat menjangkau materi pelajaran dalam cakupan yang luas. (ct2/ton)

Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 3 Doro

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya