alexametrics

Belajar Sambil Bermain Membuat Alat Peraga Jam dari Bahan Bekas

Oleh : Supadmini, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru berperan penting dalam proses belajar mengajar, keberhasilan siswa dalam belajar tergantung dalam keberasilan guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Jadi guru harus siap dalam kemampuan menguasai materi dan juga keterampilan dalam mengajar, jika guru belum siap atau belum menguasai materi yang akan disampaikan maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Yaitu, siswa kurang mengerti apa yang di sampaikan, atau bisa jadi guru akan dianggap remeh oleh siswanya.

Proses pembelajaran di dalam kelas diarahkan kepada kemampuan untuk menghafal informasi. Otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya dengan peserta didik lulus dari sekolah, mereka pintar secara teoritis akan tetapi mereka miskin aplikasi.

Di sini pengalaman penulis yaitu pernah menanyakan kepada siswa kelas 1 SDN 01 Bebel menyebutkan jam atau menuliskannya di sela-sela pembelajaran. Ada beberapa siswa masih yang terlihat bingung, maka penulis berupaya untuk mengingatkan kembali yaitu dengan menerapkan dengan membuat media pembelajaran sederhana. Sewaktu masa sebelum pandemi siswa kita ajak membuat alat peraga jam tersebut bersama-sama di kelas.

Baca juga:  Mind Mapping, Tingkatkan Hasil Belajar IPS

Adapun alat-alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat media pembelajaran jam sederhana adalah sebagai berikut: gunting, lem tembak, cutter atau pisau, spidol, piring atau benda berbentuk lingkaran lainnya. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat media pembelajaran jam sederhana ini adalah: kotak bekas kemasan sarung, batang plastik lem tembak, lem kertas, kertas karton berwarna.

Cara membuat media pembelajaran SD: Pertama, model jam, ambil selembar kertas karton berwarna (misalnya menggunakan karton warna kuning). Kedua, kita akan menjadikannya piringan jam. Ketiga, gunakan piring dan spidol untuk membuat lingkaran. Keempat, pastikan ukuran piring sesuai dengan ukuran kotak sarung yang digunakan (masuk di dalam kotak/diameternya sedikit lebih kecil dari panjang dan lebar kotak).

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Matematika dengan Metode Drill

Kelima, menggunting lingkaran tersebut, yang akan menjadi piringan media pembelajaran jam ini. Keenam, jika lingkarannya sudah dipotong, langkah selanjutnya adalah menuliskan angka-angka pada piringan jam. Tetapi sebelumnya kita perlu membagi sama lingkaran itu menjadi 12 bagian sehingga ketika anak menuliskan angka-angka 1 sampai 12 itu berada pada posisi relatif tepat. Ketujuh, caranya adalah dengan melipat-lipat lingkaran itu menurut garis tengahnya.

Perhatikan cara alifa melipat piringan karton untuk melakukan ini. Kedelapan, selanjutnya berilah titik-titik tempat nanti anak menuliskan angka 1 sampai 12 itu. Acuannya adalah bekas lipatan-lipatan kertas. Ada 12 titik yang harus dibuat. Cara mudahnya, lipat beberapa kali supaya bisa menentukan titik dengan posisi yang cukup akurat.

Berikutnya, kita harus membuat jarum panjang dan jarum pendek. Jarum panjang untuk penunjuk posisi menit, sedangkan jarum pendek untuk penunjuk posisi jam. Gunakan warna yang berbeda untuk karton yang dipakai. Alifa menggunakan warna kuning untuk jarum panjang, sedang untuk jarum pendeknya ia lebih suka menggunakan warna pink.

Baca juga:  Penerapan Model Connected Menjadikan Pembelajaran Tematik Semakin Terarah

Bentuk jarum jamnya, cobalah mencocokkan panjang kedua jarum dengan piringan jam. Langkah berikutnya adalah membuat lubang di tengah piringan jam. Lalu tulis dengan spidol angka-angka penunjuk jam dari 1 sampai 12. Piringan jam, beserta kedua jarumnya sudah siap.

Dengan melakukan pembelajaran jam dan melatih membuat alat peraga jam bersama-sama secara tidak langsung mereka belajar sambil mengingat-ingat angka dan kegunaan jarum panjang ataupun pendeknya. Belajar sambil bermain sangat menyenangkan bagi anak kelas rendah, walaupun sesekali tampak kelas gaduh tetapi ini adalah pengalaman yang tak akan dilupakan oleh siswa. (ct3/ton)

Guru Kelas 1 SDN 01 Bebel Kec. Wonokerto Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya