alexametrics

Kantong Koala Mudahkan Belajar Benua Australia Cara Jigsaw

Oleh: Sri Rahayu, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) akan terasa mudah jika dilakukan dengan perasaan senang tanpa ada tekanan. Namun terkadang perasaan jenuh dan bosan akan muncul ketika materi pelajaran merupakan hal baru dan tidak mudah untuk dimengerti. Seperti yang dialami siswa kelas 6 SDN Soronalan 1, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, dalam pembelajaran Benua Australia siswa mengalami sedikit kendala. Mereka susah memahami tentang negara bagian yang terdapat di Australia serta letaknya.

Dalam konteks pembelajaran menyenangkan, siswa lebih diarahkan untuk memiliki motivasi tinggi dalam belajar dengan menciptakan situasi yang menyenangkan dan mengembirakan. Seperti halnya di dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan Peraturan Pemerintah No.19 tentang Standar Pendidikan Nasional. Undang – undang No. 20 pasal 40 ayat 2 berbunyi “guru dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis”.

Supaya siswa mudah memahami dan menyenangkan, guru menggunakan peraga kantong koala sebagai alat bantu. Alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyatakan pesan merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar (Ali dalam Sundayana, 2014: 7). Kenapa koala, karena koala merupakan salah satu binatang khas benua tersebut, sehingga selain memperkenalkan daerah juga sekalian mengenalkan binatang endemik yang terdapat di benua tersebut.

Baca juga:  Tingkatkan Prestasi Siswa melalui PBL Bernuansa Adiwiyata

Dengan kantong koala pembelajaran berjalan menyenangkan dan siswa mudah untuk memahami materi. Model jigsaw dikembangkan oleh Eliot Aronson dan kawan-kawannya. Kemudian diadaptasi oleh Slavin dan kawan-kawannya. Model pembelajaran ini didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut kepada kelompoknya. Pada model pembelajaran jigsaw ini keaktifan siswa (student centered) sangan dibutuhkan, dengan dibentuknya kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 3-5 orang yang terdiri dari kelompok asal dan kelompok ahli.

Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut.

Baca juga:  Termometer Media Memudahkan Pemahaman Penjumlahan Bilangan Bulat Negatif

Peran guru adalah memfasilitasi dan memotivasi para anggota kelompok ahli agar mudah untuk memahami materi yang diberikan. Dibantu dengan kantong koala sebagai peraga, siswa lebih mudah dan menyenangkan dalam belajar. Kantong koala diisi dengan puzzle negara bagian Australia. Sementara di papan tulis disiapkan peta buta Benua Australia, kelompok ahli diberi kesempatan pertama untuk menyelesaikan peta buta.

Setelah pembahasan selesai, para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan di kelompok ahli. Para kelompok ahli harus mampu untuk membagi pengetahuan yang di dapatkan saat melakuakn diskusi di kelompok ahli, sehingga pengetahuan tersebut diterima oleh setiap anggota pada kelompok asal. Kunci tipe jigsaw ini adalah interdependence setiap siswa terhadap anggota tim yang memberikan informasi yang diperlukan.

Baca juga:  Asyik Belajar Gaya dan Gerak dengan Media Audio Visual

Artinya para siswa harus memiliki tanggunga jawab dan kerja sama yang positif dan saling ketergantungan untuk mendapatkan informasi dan memecahkan masalah yang biberikan. Dengan bantuan teman akan lebih mudah dan menyenangkan, sehingga lebih bermakna dan berhasil.

Setelah penggunaan peraga kantong koala, pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Sehingga hasil belajar siswa meningkat. Dibuktikan dengan nilai ketuntasan yang meningkat. Siswa kelas 6 SDN Soronalan 1 juga dapat belajar secara menyenangkan dan mudah. Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari penggunaan alat peraga. Dengan peraga kantong koala belajar tentang Benua Australia lebih mudah. (pm1/lis)

Guru Kelas 6 SD Negeri Soronalan 1, Kec. Sawangan, Kab. Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya