alexametrics

Blended Learning Jadikan Bimbingan Klasikal Lebih Efektif

Oleh : Widayati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sejak adanya pandemic covid 19 yang melanda negara – negara di dunia termasuk Indonesia, banyak hal yang berubah dalam kehidupan kita sehari hari termasuk kegiatan pembelajaran di sekolah, Begitu juga di SMP Negeri 28 Semarang sudah hampir 2 tahun pembelajaran yang biasanya dengan tatap muka digantikan dengan pembelajaran jarak jauh.

Bimbingan konseling yang biasanya dilakukan dengan tatap muka langsung namun sekarang menggunakan teknologi berbasis internet atau media interaktif antara guru BK dan siswa.

Guru BK dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan layanan bimbingan klasikal. Seperti di SMP Negeri 28 Semarang yang saat ini sudah mulai pembelajaran tatap muka dengan lima puluh persen kelas tatap muka dan lima puluh persen secara daring. Agar bimbingan klasikal bisa efektif, guru BK menggunakan metode blended learning yaitu dengan menggabungkan pembelajaran dengan tatap muka atau luring dengan pembelajaran online atau daring.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Teks dengan Metode Think Pair Share

Adapun layanan klasikal dilakukan untuk memberikan informasi kepada siswa. layanan klasikal diberikan kepada siswa didalam kelas yang menunjukkan adanya proses bimbingan yang disusun secara baik dan siap untuk diberikan kepada siswa secara terjadwal (Fatimah, 2017), yang dapat menjangkau semua siswa dari tiap tingkatannya.

Layanan bimbingan klasikal salah satu pelayanan dasar bimbingan dan konseling yang dirancang menuntun konselor melakukan kontak langsung kepada siswa secara terjadwal, berupa kegiatan diskusi, kelas, tanya jawab, dan praktik langsung yang dapat membawa siswa aktif dan kreatif dalam diri siswa, maka ini terbukti bimbingan klasikal memang tepat diberikan kepada siswa untuk merubah prilakunya.

Menurut Sari (2013) pembelajaran blended learning merupakan jenis pembelajaran yang menggabungkan pengajaran klasikal (face to face) dengan pengajaran online. Blended learning menawarkan fleksibilitas dalam hal waktu, tempat, dan variasi metode pembelajaran yang lebih banyak dibandingkan metode online maupun face to face.

Baca juga:  Pembelajaran Daring IPS Kelas IX pada Masa Pandemi Covid-19

Blended learning dikembangkan karena kelemahan-kelemahan yang muncul pada pembelajaran tatap muka (face to face) dan e-learning. Selain dikembangkan karena munculnya kelemahan dari kedua pembelajaran tersebut, blended learning dikembangkan karena kelebihan dari pembelajaran tatap muka (face to face) dan e-learning.

Pembelajaran campuran atau blended learning merupakan sebuah strategi belajar mengajar yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan cara memadukan pembelajaran berbasis kelas/tatap muka dengan pembelajaran berbasis teknologi dan informasi yang dilakukan secaran daring (online).

Selama ini strategi pembelajaran yang populer di Indonesia adalah pembelajaran tradisional berbasis kelas (klasikal) dengan menggunakan metode ceramah. Penambahan inovasi pembelajaran yang tepat akan membangkitkan kemandirian serta percaya diri siswa yang telah berusaha mencari dan mengeksplorasi sumber belajar tidak hanya dari guru saja. Asumsi inilah yang mengantarkan blended learning menjadi sebuah pilihan ketika belajar tidak cukup hanya dengan tatap muka.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Berbicara melalui Role Playing

Blended learning merupakan suatu model pembelajaran dengan menggabungkan antara model pembelajaran yang konvensional dengan pembelajaran berbasis online atau disebut dengan e-learning. Adanya keterbatasan guru Bimbingan dan konseling memberikan layanan secara langsung dengan tatap muka maka blended learning ini salah satu solusi yang dapat digunakan untuk memberikan bimbingan klasikal, dengan demikian bimbingan klasikal akan lebih bisa efektif.

Blended learning bukanlah satu satunya alternatif dalam mengatasi permasalahan pembelajaran namun ditengah pesatnya arus informasi dan komunikasi di berbagai lapisan masyarakat menjadikan blended learning solusi esensial masa kini. (ips1/ton)

Guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 28 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya