alexametrics

Asyiknya Belajar Kespro dengan Permainan Mitos dan Fakta

Oleh: Widiyarini, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi secara fungsi dan prosesnya.

Batasan ini, sudah ditetapkan oleh WHO di International Conference on Population and Development (ICPD) di Kairo pada 1994. Jadi, lingkupnya luas, bukan seperti yang sering disebut sebagai sex education, yang berfokus pada permasalahan seksual.

Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk mendapatkan pemahaman yang benar mengenai perbedaan jenis kelamin dan gender, pengelolaan dorongan seksual, pemahaman hak-hak reproduksi, bentuk kekerasan seksual dan akibat yang ditimbulkannya. Dengan begitu, remaja diharapkan mampu bertanggung jawab pada tubuhnya sendiri.

Khususnya tentang fungsi dan proses reproduksi. Sehingga, ia dapat berpikir sebelum melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri. Sehingga terbangun kesadaran untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi dalam fungsi dan prosesnyas serta melindunginya dari tindakan yang berisiko buruk, baik secara fisik, maupun mental.

Baca juga:  Pembelajaran Audio-Lingual untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris

Pendidikan kespro tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pemahaman dan pemberdayaan remaja untuk mengambil keputusan yang benar bagi kesehatan reproduksi dan seksualnya, termasuk menghindari tindakan pelecehan dan kekerasan seksual.

Edukasi kespro dan seksualitas bertujuan untuk memberikan pengertian dan kemampuan pada remaja untuk say no to sex before married, jangan lakukan hubungan seksual sebelum menikah. Kemampuan menolak ini penting karena hubungan seks sebelum menikah ditinjau dari sisi agama dan kesehatan sangat berisiko dalam kehidupan remaja ke depan.

Belajar kespro masih merupakan sesuatu yang tabu dan bisa menjadi topik yang sensitif. Ini sangat personal dan kadang menjadi hal yang tidak nyaman untuk dibicarakan. Di atas ini semua, masih ada stigma seputar pendidikan kespro yang membuatnya sulit untuk didiskusikan secara terbuka dan jujur.

Baca juga:  Pelaksanaan Pembelajaran Tahun Pelajaran 2021/2022 di SD

Hal ini bisa memicu banyak konsekuensi sosial meliputi rasa malu, marginalisasi/pengesampingan sosial, kekerasan dan bisa berdampak negatif terhadap kesehatan. Stigma dan konsekuensinya sering menjadi penghalang yang menghalangi banyak orang untuk mencari pertolongan dan juga mengajukan pertanyaan.

Memecahkan stigma adalah hal penting untuk menormalkan pembicaraan seputar kespro dan untuk menciptakan sebuah lingkungan yang mendukung, oleh karena itu pembelajaran yang menarik dan kreatif sangat dibutuhkan sehingga mengurangi kesan tabu dalam mempelajari kespro disamping juga banyaknya mitos terkait kespro yang beredar dan dipercaya membuat remaja menjadi salah menerima informasi terkait dengan kespro yang benar, supaya terhidar dari informasi yang menyesatkan maka diperlukan remaja mendapatkan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi.

Baca juga:  Asyik Belajar Tata Surya dengan Google Slide

Mulai di kelas VII SMPN 28 Semarang memberikan layanan klasikal melalui modul Setara mengenai kesehatan reproduksi secara komprehensif yang salah satu tekniknya menggunakan permainan mitos dan fakta, selaian untuk meluruskan informasi yang keliru terkait kesehatan reproduksi juga membuat pembelajaran kespro menjadi menarik karena dalam permainan mitos dan fakta ini mengangkat hal-hal factual yang berkembang di masyarakat.

Dalam permainan ini guru menyediakan 10 pernyataan terkait mitos dan fakta seputar menstruasi melalui google form dengan memilih apakah pernyataan itu mitos atau fakta menurut siswa dengan memberikan alasannya, kemudian dari hasil jawaban siswa guru meluruskan pernyataan satu persatu sehingga siswa memperoleh informasi yang benar terkait kesehatan reproduksi sehingga siswa terhidar dari mitos yang berkembang di masyarakat. (ips1/ton)

Guru Bimbingan Konseling SMPN 28 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya