alexametrics

Scientific Approach Tingkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa SD

Oleh: Muhamad Zuhri, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID,Scientific approach atau pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengontruksi konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan. Mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditentukan.

Pendekatan saintifik untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah. Informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru.

Metode saintifik sangat relevan dengan teori belajar, yaitu teori Bruner, yang juga disebut belajar penemuan. Ada 4 hal pokok yang berkaitan dengan teori bruner. Pertama, individu hanya belajar dan mengembangkan pikirannya apabila ia menggunakan pikirannya. Kedua, dengan melakukan proses-proses kognitif dalam proses penemuan, siswa akan memperoleh sensasi dan kepuasan intelektual yang merupakan suatu penghargaan intrinsik. Ketiga, satu-satunya cara agar seseorang itu dapat mempelajari teknik-teknik dalam melakukan penemuan adalah ia memiliki kesempatan untuk melakukan penemuan.

Baca juga:  Pembelajaran Berpikir Kritis dengan Model SOLE

Keempat, dengan melakukan penemuan akan memperkuat retensi ingatan. Empat hal di atas adalah bersesuaian dengan proses kognitif yang diperlukan dalam pembelajaran menggunakan metode saintifik.
Ranah sikap menggamit transformasi subtansi dan materi ajar agar peserta didik ”tahu mengapa”. Ranah keterampilan menggamit tranformasi subtansi atau materi ajar peserta didik “tahu bagaimana”. Ranah pengetahuan menggamit transformasi subtansi atau materi ajar peserta didik “tahu apa”. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang lebih baik (soft skill) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skill) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Menurut Hosnan (2014) pendekatan saintifik memiliki karakteristik sebagai berikut: berpusat pada siswa; melibatkan keterampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep, hukum atau prinsip; melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelektual, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, dan; dapat mengembangkan karakter siswa. Tujuan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik untuk mengembangkan karakter siswa. Selain itu juga meningkatkan kemampuan berpikir siswa sehingga memiliki kemampuan menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi dan memiliki hasil belajar yang tinggi.

Baca juga:  NHT Meningkatkan Hasil Belajar Sistem Koordinasi

Langkah-langkah pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik) yang meliputi: menggali informasi melalui observasi kemudian mengelola data atau informasi, dilanjutkan menganalisis, menalar, kemudian menyimpulkan, dan menciptakan serta membentuk jaringan/networking.

Penerapan pendekatan saintifik (scientific approach) di SDN Sojomerto 01 Kecamatan Reban Kabupaten Batang kelas III pada tema 3 (Benda di Sekitarku) Subtema 1 (Aneka Benda di Sekitarku) pembelajaran ke 2 dengan mengajak siswa mengamati benda-benda di sekitar sekolah yang terbuat dari kayu. Kemudian siswa dibimbing merumuskan masalah kira-kira kenapa banyak benda-benda yang terbuat dari kayu di sekolah? Apa keuntungan dan kerugiannya? Selanjutnya siswa mencari jawaban sementara, dugaan-dugaan terhadap permasalahan yang muncul (hipotesis). Siswa diminta mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber dari permasalahan tadi yaitu keuntungan dan kerugian benda yang terbuat dari kayu. Tahap selanjutnya menarik kesimpulan dan mengomunikasikan di depan kelas.

Baca juga:  Meningkatkan Motivasi Belajar IPA melalui Model TSTS Virtual

Scientific approach perlu diterapkan sejak dini pada jenjang sekolah dasar. Sebagai guru kita perlu mencoba menerapkan pendekatan scientific pada pembelajaran di kelas agar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan efektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. (fkp1/lis)

Guru di SDN Sojomerto 01 Kec. Reban, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya