alexametrics

Macapat Menyenangkan dengan H5P

Oleh : Endah Dianawati, S.S., M.M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam mata pelajaran bahasa Jawa terdapat kompetensi dasar menulis sastra yaitu macapat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kata macapat adalah bentuk puisi Jawa tradisional. Setiap baitnya mempunyai baris kalimat (gatra) tertentu, setiap gatra mempunyai jumlah suku kata (guru wilangan) tertentu dan berakhir pada bunyi sajak akhir (guru lagu) tertentu.

Jadi bisa dikatakan macapat hampir sama dengan puisi hanya saja tidak bersifat bebas tetapi memiliki aturan resmi yang mengikat. Kompetensi ini diajarkan di tataran Sekolah Menengah Atas (SMA) baik kelas X, XI ataupun kelas XII. Hanya saja tembang macapat yang diajarkan di setiap jenjangnya berbeda. Misalnya di kelas X semester 1 tembang yang diajarkan Pangkur hal ini akan berbeda dengan tembang yang diajarkan di kelas XII semester 1 ataupun kelas yang lain di semester yang sama ataupun semester yang berbeda.

Tembang macapat menurut Padmosoekotjo (1955 : 21) merupakan karangan yang mempunyai ciri-ciri tertentu yang pembacaannya harus dilagukan. Seperti juga yang ditulis oleh Karsono (Jakarta, 2001) bahwa macapat disebut sebagai puisi bertembang karena pembacaannya dengan ditembangkan. Karena pembacaan harus dengan cara ditembangkan inilah macapat disebut tembang macapat.

Baca juga:  Bermain Sepak Bola Berperan Tingkatkan Prestasi Belajar

Hal ini yang menjadikan minat siswa dalam kompetensi tembang macapat menjadi rendah. Siswa cenderung kurang tertarik ketika masuk ke materi tembang macapat. Permasalahan ini yang menggerakan penulis untuk mencari media yang mengangkat minat siswa untuk mempelajari kompetensi tembang macapat.

Masa pandemi Covid-19 semakin menjadi tantangan untuk dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Karena pembelajaran dilakukan jarak jauh atau daring. Guru menjadi komponen penting dalam pembelajaran. Maka, memperbaiki kualitas pembelajaran harus difokuskan pada upaya memperbaiki kualitas guru dalam pembelajaran (Karwono 2018 : 2).

Oleh karena itu selama pembelajaran dilakukan secara jarak jauh guru harus mampu mengoptimalkan kemampuannya khususnya di bidang ilmu dan teknologi.

Baca juga:  Pembelajaran Teks Deskripsi menjadi Menarik dengan Diagram Fishbone

Moodle merupakan aplikasi yang digunakan di SMA Negeri 1 Temanggung selama pembelajaran jarak jauh. Moodle singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment adalah paket perangkat lunak yang diproduksi untuk kegiatan berbasis internet dan merupakan salah satu aplikasi dari konsep dan mekanisme belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi (https.//id.m.wikipedia.org).

Dalam aplikasi ini ada fitur yang namanya H5P. H5P adalah kerangka kerja kolaborasi konten yang sumbernya terbuka dan gratis dan bertujuan untuk memudahkan semua orang untuk membuat, berbagi dan menggunakan konten interaktif, video interaktif, presentasi interaktif, kuis dan jadwal interaktif.

Menggunakan fitur H5P dengan video pembelajaran yang berisi tembang macapat yang dibuat oleh guru ataupun sumber lain keaktifan siswa semakin meningkat. Siswa senang membuka dan memahami materi tembang macapat. Fitur H5P ini bisa menampilkan video tembang macapat sekaligus bisa diselipkan soal-soal yang berisi tentang macapat yang ditembangkan.

Ketika melihat video tembang yang ditampilkan melalui H5P, siswa tidak sekadar melihat dan mendengarkan tembangnya tetapi sekaligus mendapatkan nilai karena didalam video terselip soal-soal yang berisi tentang tembang yang ditampilkan.

Baca juga:  Pembelajaran Wawasan Nusantara melalui Student Facilitator and Explaining

Semakin intensif guru menampilkan video tembang macapat melaui fitur H5P ini siswa semakin aktif untuk memutarnya. Seperti kata pepatah lancar kaji karena diulang. Semakin sering video dalam fitur ini diputar semakin meningkat minat siswa untuk mempelajarinya. Sehingga kemampuan nembang macapat akan dengan sendirinya meningkat karena diulang-ulang.

Berdasarkan pengamatan penulis melalui video interaktif H5P ini terjadi peningkatan yang sangat signifikan. Siswa yang membuka dan mengikuti video pembelajaran materi tembang macapat dengan H5P terlihat antusias dibandingkan hanya menggunakan video pembelajaran seperti biasanya.

Dengan H5P kompentensi tembang macapat khususnya siswa SMA Negeri 1 Temanggung bisa meningkat. Oleh karena itu disarankan bagi guru penggunaan H5P sangat diperlukan dalam pembelajaran kompetensi tembang macapat. (dd2/lis)

Guru Bahasa Jawa SMAN 1 Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya