alexametrics

Belajar Asyik Mobilitas Sosial dengan Pendekatan Saintifik

Oleh: Widodo, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ILMU Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang kompleks. Kompleksitas mata pelajaran IPS menjadikan materi didalamnya menjadi beragam. Beragamnya materi yang ada dalam mata pelajaran IPS membuat siswa menjadi kesulitan untuk memahami materi tersebut.

Anggapan siswa tentang mata pelajaran IPS adalah mata pelajaran yang harus menghafal. Apalagi dilihat kondisi pandemi sekarang ini, bahwa semua siswa harus belajar daring. Pembelajaran dengan pola daring atau pembelajaran dari rumah memiliki banyak kendala, salah satunya adalah masalah keaktifan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

Hal ini merupakan suatu tantangan bagi guru mata pelajaran IPS, karena antusias siswa dalam mengikuti pelajaran IPS sangat rendah, itu disebabkan kemajemukan materi untuk dipelajari siswa.

Hal tersebut terbukti pada siswa siswi SMP IT Izzatul Islam Getasan menunjukkan nilai Ulangan Harian siswa kelas VIII C dengan jumlah 33 siswa untuk mata pelajara IPS KD 3.2 dengan materi Pengaruh interaksi sosial (mobilitas sosial) terhadap kehidupan sosial budaya masih dibawah KKM.

Baca juga:  Integrasi Konsep Aljabar dengan Alquran

Rata-rata nilai Ulangan Harian pada materi tersebut adalah 55. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kendala dalam mempelajari materi IPS. Hal tersebut karena Rendahnya berfikir kritis dan kreatifitas siswa. Cara yang dilakukan untuk mengatasi masalah diatas adalah: pembelajaran harus dirubah lebih menarik sehingga siswa tidak cepat bosan. Dan cara untuk membuat nilai IPS mengalami kenaikan dan menumbuhkan daya tarik siswa, yaitu dengan Pendekatan pembelajaran yang tepat sasaran menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan.

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan pendekatan Saintifik. pendekatan saintifik adalah pendekatan ilmiah yang cocok digunakan dalam pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan aktifitas belajar peserta didik karena pendekatan saintifik ini menuntut keterlibatan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran.

Baca juga:  Project Based Learning dalam Pembelajaran Prakarya Berbasis Google Classroom

Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami, berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah dan informasi yang berasal dari mana saja, kapan saja tidak tergantung informasi dari guru (Umar Hamalik, 2012 ;108).

Tahap-tahap atau sintak pembelajaran saintifik menurut Daryanto (2014) meliputi tahap mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Dalam penerapan saintifik pada pembelajaran IPS khususnya kelas VIII C pada KD 3.2 dengan materi Pengaruh interaksi sosial (mobilitas sosial) terhadap kehidupan sosial budaya adalah sebagai berikut: Mengamati, tahap ini kegiatan pembelajaran diawali guru memberikan gambar dan video yang harus diamati oleh peserta didik yang berkaitan dengan mobilitas sosial.

Baca juga:  Strategi Siapkan Mental Siswa dengan Belajar Calistung di Kelas Rendah

Menanya, pada tahap ini peserta didik dengan dipandu guru untuk mengumpulkan pertanyaan –pertanyaan tentang materi. Mengumpulkan informasi, pada tahap ini peserta didik dimotivasi untuk mengumpulkan informasi baik melalui Buku Paket IPS, Internet, maupun sumber lain untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang mobilitas sosial.

Mengasosiasi yaitu tahap dimana peserta didik dimotivasi untuk memproses informasi yang sudah diperolehnya tentang materi yang sedang dibahas. Mengkomunikasikan yaitu peserta didik dipandu untuk menyampaikan atau mengkomunikasikan hasil atau informasi yang telah diperolehnya bisa melalui laporan ataupun mempresentasikan hasil analisis pengertian Mobilitas sosial. (bw1/zal)

Guru SMP IT Izzatul Islam Getasan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya