alexametrics

Metode Cooperatif Learning It’s Ok untuk Semua Mata pelajaran

Oleh: Mislikha, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru yang profesional adalah mengerti cara memberikan pelajaran anak SD dengan baik. Mereka dapat menyampaikan materi secara maksimal kepada siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut memang bukan hal yang mudah, apalagi pada pendidikan SD. Penggunaan Model pembelajaran mengenai pelajaran anak SD biasanya lebih bersifat menyenangkan.

Permasalahan pada masa pandemi ini adalah siswa merasa bosan dengan rutinitas belajar melalui daring. Kita sebagai guru tidak harus menyalahkan siswa tetapi kita sadari sebagai pengajar juga penyebab terjadinya siwa malas untuk belajar. Dikarenakan kebanyakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran masih menggunakan metode lama yaitu, ceramah, dan penugasan.

Melihat keadaan tersebut maka penulis menggunakan metode pembelajaran tidak seperti biasanya, terkadang metode ceramah kita kolaborasikan dengan metode modern. Metode pembelajaran adalah rangkaian kesatuan antara pendekatan, strategi, taktik atau metode dalam pembelajaran. Model pembelajaran anak SD juga bisa dikatakan sebagai desain yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan siswa untuk bisa berinteraksi dengan aktif yang akan membuat mereka mengalami pengembangan diri.

Baca juga:  Teknik “Si Mpok” Tingkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa

Metode Collaborative Learning, disebut juga dengan belajar kolaboratif adalah kegiatan kelompok yang bekerja sama untuk memecahkan suatu masalah secara bersama untuk menempuh satu tujuan. Cooperative Learning berasal dari kata cooperative yang artinya mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai satu kelompok atau sebagai satu tim.

Pembelajaran kooperatif juga terdapat ciri-cirinya. Ciri-ciri tersebut meliputi : siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya, kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, rendah anggota kelompok terdiri dari jenis kelamin berbeda-beda, penghargaan lebih berorientasi kelompok dari pada individu.

Langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif atau sering juga disebut dengan sintak model pembelajaran kooperatif. Menurut Agus Suprijono (2012) antara lain : Pertama, menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik. Pada fase ini yang dilakukan oleh guru adalah menjelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pelajaran. Kedua, menyajikan informasi.

Baca juga:  Belajar Energi dan Perubahannya melalui Pembelajaran Berbasis Proyek

Pada fase ini yang dilakukan oleh guru adalah menyampaikan informasi kepada peserta didik secara verbal. Ketiga, mengorganisir peserta didik ke dalam tim-tim belajar. Pada fase ini yang dilakukan oleh guru adalah memberikan penjelasan kepada peserta 45 didik tentang cara pembentukan tim belajar dan membantu kelompok melakukan transisi yang efisien. Keempat, membantu kerja tim dan belajar.

Pada fase ini yang dilakukan oleh guru adalah membantu tim-tim belajar selama peserta didik mengerjakan tugasnya. Kelima, mengevaluasi. Pada fase ini yang dilakukan oleh guru adalah menguji pengetahuan peserta didik mengenai materi pembelajaran atau kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Keenam, memberikan pengakuan atau penghargaan.

Keuntungan pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan prestasi siswa. Perkembangan dapat dilihat dari motivasi yang meningkat, waktu yang banyak dihabiskan untuk mengerjakan tugas dan siswa lebih aktif, rasa percaya diri meningkat, siswa lebih terkontrol untuk mendapat keberhasilan akademik, member perkembbangn yang berhubungan dengan interpersonal antar anggota kelompok yang berbeda latar belakang. Terbukti sekarang peserta didik kelas 5 SDN 01 Bebel mulai terlihat keaktifan dalam mengumpulkan tugas tepat pada waktunya dan hasil belajar yang diperoleh maksimal. (ct3/ton)

Baca juga:  Media Pembelajaran Powtoon Tingkatkan Pemahaman Sistem Peredaran Darah Manusia

Guru Kelas V SDN 01 Bebel Kec. Wonokerto Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya