alexametrics

Jangan Takut Matematika, Asyik dan Mudah dengan Gunakan Jarimu

Oleh: Lilik Haryati, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan Kurikulum. Jadi pembelajaran adalah suatu aktivitas yang dengan sengaja untuk memodifikasi berbagai kondisi yang diarahkan untuk tercapainya suatu tujuan yaitu tercapainya tujuan kurikulum.

Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan beragumentasi, memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah sehari-hari dan dalam dunia kerja, serta memberikan dukungan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kebutuhan akan aplikasi matematika saat ini dan masa depan tidak hanya untuk keperluan sehari-hari, tetapi juga dalam dunia kerja. Oleh karena itu, matematika sebagai ilmu dasar perlu dikuasai dengan baik oleh siswa terutama sejak usia Sekolah Dasar.

Namun kenyataannya, penguasaan matematika pada tingkat SD ataupun SMP selalu menjadi permasalahan besar. Buktinya dapat dilihat hasil Ujian Nasional di tingkat pusat/ daerah. Begitu juga dari setiap hasil semesteran selalu rendah.

Baca juga:  Pendekatan Model Open-Ended Mantapkan Pembelajaran Matematika

Hal ini dialami oleh peserta didik kelas III SDN 01 Wonokerto Wetan Kecamatan Wonokerto. Salah satu faktor yang menyebabkan ini adalah rendahnya kemampuan kognitif yang dimiliki siswa dalam materi pelajaran Matematika.

Untuk mempermudah proses pembelajaran atau mempermudah menyampaikan materi penulis harus menggunakan metode Jarimatika. Metode Jarimatika adalah cara berhitung matematika dengan menggunakan jari-jari tangan. Operasi berhitung matematika tersebut yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Metode ini dikembangkan oleh salah satu anak bangsa bernama Septi Peni Wulandari di tahun 2004an.

Langkah-langkah menghitung jarimatika sebagai berikut : Satu, tekankan pada anak dan selalu ingatkan bahwa belajar matematika itu mudah dan menyenangkan. Kedua, ajarkan anak dalam mengerjakan matematika/hitungan angka dengan logika, bukan dengan menghitung. Ketiga, Ajarkan angka satu sampai sepuluh dengan menggunakan hitungan jari, dan ajarkan anak untuk mengingat posisi jari pada angka tersebut.

Baca juga:  Pembelajaran Menulis Teks Drama melalui Video Klip

Misalnya tujuh adalah dengan membuka kelima jari tangan kiri dan dua (jempol dan ibu jari) tangan kanan, dst. Ketiga, ajarkan anak menghitung dimulai dari penjumlahan angka yang menghasilkan nilai lima. Keempat, ajarkan anak menghitung penjumlahan yang menghasilkan angka sepuluh. Misalnya, satu ditambah sembilan sama dengan sepuluh.

Kelima, setelah anak mengingat pasangan angka penjumlahan yang menghasilkan lima dan sepuluh ajarkan nilai tempat atau angka yang dimulai dengan satuan, puluhan, ratusan, dst. Ini sangat penting. Keenam, setelah mengerti nilai tempat atau angka puluhan, ajarkan penjumlah angka dimulai dari sepuluh tambah satu, dst. Ketujuh, lalu ajarkan penjumlahan bilangan lain yang menghasilkan angka lebih dari sepuluh dengan bermain di angka puluhan.

Baca juga:  Aplikasi Quizziz dalam Pembelajaran Daring Bahasa Jepang Materi Huruf Hiragana

Pada saat pembelajaran jarimatika ini diterapkan di kelas III SDN 01 Wonokerto Wetan maka yang didapat adalah suatu metode yang tidak menggunakan alat bantu selain jari tangan, tidak membebani memori otak, anak diajak belajar sambil bermain. Sehingga anak akan mengubah pandangan tentang Matematika dari sesuatu yang membosankan dan memberatkan menjadi sesuatu yang mudah menyenangkan. (ct3/ton)

Guru Kelas III SDN 01 Wonokerto Wetan Kec. Wonokerto Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya