alexametrics

Pembelajaran Blended Learning Atasi Rendahnya Kompetensi Siswa SMK

Oleh : Pudiono

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada masa pandemi yang masih belum usai saat ini, kegiatan proses belajar mengajar masih menggunakan sistem daring yang merupakan kebijakan dari pemerintah. Penerapan pembelajaran secara daring memiliki kendala pada setiap jenjang pendidikan.

Salah satunya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Siswa SMK yang lulusannya diharapkan mempunyai keterampilan yang memadai namun karena kondisi pandemi sekarang ini keterampilan yang dimiliki siswa dapat dikatakan rendah karena pembelajaran secara daring.

Oleh karena itu diperlukan upaya kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran yang memadukan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring yang dikenal dengan istilah blended learning.

Blended learning merupakan gabungan 2 istilah bahasa Inggris. Yaitu blended dan learning. Kata blend artinya campuran, sedangkan learn artinya belajar. Secara sederhana blended learning dapat diartikan dengan belajar campuran yang merupakan perpaduan antara pembelajaran secara konvensional/tatap muka dan daring.

Baca juga:  Asyiknya Penjualan Online di Masa Pandemi Covid-19

Pembelajaran blended learning dipilih karena menjadi alternatif solusi media penyampaian materi antara guru dan siswa dalam masa darurat pandemi. Penggabungan antara tatap muka terstruktur, daring dan praktik dunia nyata.

Menurut Prayitno, 2015 karakteristik pembelajaran menggunakan blended learning yaitu pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, gaya pembelajaran, model pendidikan, dan beragam media berbasis teknologi, sebagai kombinasi pendidikan langsung (face to face), belajar mandiri, dan belajar secara mandiri dan online.

Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, pengajaran, dan gaya pembelajaran, pendidik dan orang tua memiliki peranan yang sama pentingnya, dimana pendidik sebagai fasilitator, dan orang tua sebagai pendukung.

Pembelajaran daring membantu siswa membentuk kemampuan kognitif dan mengembangkan keterampilan dalam belajar materi tertentu,dimana siswa tidak perlu hadir di sekolah.

Baca juga:  Peningkatan Pembelajaran IPS Materi Kerja Sama ASEAN dengan Examples Non Examples

Metode pembelajaran daring hadir untuk mengubah gaya mengajar konvensional yang secara tidak langsung akan berdampak pada profesionalitas kerja guru dan menjadi lebih efisien dalam mengevaluasi kemajuan belajar siswa.

Adapun pembelajaran tatap muka terstruktur membekali siswa agar dapat menguasai kompetensi keterampilan yang diharapkan. Sehingga dapat menjawab penilaian masyarakat yang negatif bahwa sekolah di SMK selama pandemi tidak memiliki keterampilan.

Seperti yang penulis lakukan saat ini di SMKN 1 Windusari, Magelang salah satu alternatif solusi mengatasi rendahnya keterampilan yang dimiliki siswa karena pembelajaran daring murni. Saat ini sekolah sudah mendapatkan izin melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan sesuai SOP yang dianjurkan.

Sekolah menerapkan pembelajaran secara blended learning khususnya mata pelajaran kejuruan yang diharapkan akan mampu mengatasi rendahnya keterampilan siswa. Untuk teori pembelajaran siswa menggunakan daring agar dapat menguasai kemampuan kognitif, sedangkan untuk keterampilan praktik harus menggunakan tatap muka terbatas agar siswa memiliki kompetensi ketrampilan yang memadai agar lulusannya mampu memenuhi kebutuhan lapangan kerja yang diharapkan perusahaan yang membutuhkan.

Baca juga:  Pendidikan di Era Pandemi Covid-19: Efektivitas Pembelajaran PPKn Berbasis Daring

Dengan menerapkan metode pembelajaran blended learning yang memadukan antara pembelajaran daring dan pembelajaran tatap muka terbatas diharapkan hasilnya dinilai lebih efektif dan efisien.

Sekolah berupaya selama pandemi untuk membekali siswa SMK agar lulusannya tidak hanya memiliki kemampuan teoritis saja. Tetapi harus memiliki keterampilan yang unggul untuk menjawab tantangan masa depan yang semakin kompleks. Rohnya belajar di SMK adalah siswa memiliki soft skills dan hard skills agar mampu berkompetisi di dunia kerja dapat tercapai walaupun dalam masa pandemi. (fkp1/lis)

Guru Teknik Pemesinan SMKN 1 Windusari, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya