alexametrics

DORA Meningkatkan Pemahaman Identifikasi Rangkaian Listrik Sederhana

Oleh : Titin Prihartini, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID,Siswa kelas VI SDN Srondol Wetan 03, Kota Semarang mengalami kesulitan dalam memahami komponen listrik pada rangkaian listrik sederhana. Hal tesebut dikarenakan pembelajaran pada masa pandemi covid-19 ini mengurangi interaksi langsung guru dengan siswa.

Guru lebih dominan dalam pembelajaran secara sepihak karena pembatasan PTM atau hanya melalui ringkasan materi yang dibagikan melalui googleclassroom atau media sosial lainnya. Hal tersebut membuat siswa kurang aktif karena hanya menerima konsep materi secara teori.

Siswa tidak melakukan penemuan sehingga kurang mampu mengkolaborasikan kemampuan yang telah dimiliki untuk memahami materi yang diajarkan. Hal tersebut bisa kita kategorikan pembelajaran model Learning Only from Teaching.

Model Learning by Doing tipe DORA (Do, Observation, Refletive, Application) merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan pemahaman materi pelajaran IPA mengidentifikasi komponen listrik rangkaian sederhana. Pembelajaran dengan berbuat (Learning by Doing) dikembangkan oleh John Dewey yang menyatakan bahwa men have to do something to the this when they wish the find out something, they have to other conditions (Siti Nilla, 2005:30). Ternyata pendapat itu diperkuat dengan seorang ahli yang menyatakan bahwa belajar yang efektif jika kegiatan belajar itu diarahkan pada upaya bagi individu untuk dapat bekerja, melakukan tugas-tugas pekerjaan dalam bidang pekerjaan tertentu (Oemar Hamalik, 1990: 175).

Baca juga:  Evaluasi Pembelajaran Tematik Lebih Menarik dengan Quizizz

Pembelajaran menggunakan metode DORA ini dikembangkan dari siklus belajar menurut David Kolb. Proses belajar menurut teori ini membentuk siklus belajar yang dikenal dengan learning cycle.

Lingkaran pembelajaran Kolb terdiri atas empat kuadran, yaitu pengalaman konkret (CE), Observasi Reflektif (RO), Konseptualisasi Abstrak (AC), dan Eksperimentasi Aktif (AE) (Kolb, 2005:35). Siklus di atas secara sederhana dapat dikembangkan menjadi D-O-R-A (Do, Observation, Reflective, Application) dalam setiap melakukan kegiatan belajar sambil melakukan yang harus diikuti secara berurutan tanpa terputus agar mendapatkan hasil yang maksimal. Siklus itu akan terus membesar, membaik, dan menormalkan hasil sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran mengidentifikasi komponen listrik pada rangkaian sederhana melalui metode DORA ini melalui tahap eksperimen atau percobaan yang dilakukan sendiri oleh siswa dengan guru sebagai fasilitator serta pengawas. Pada tahap do (melakukan) Siswa melakukan percobaan rangkaian listrik sederhana seri dan paralel dengan merangkai komponen yang ada. Tahap kedua, observation (mengamati) siswa melakukan pengamatan terhadap fungsi masing-masing komponen listrik pada rangkaian serta pengaruhnya.

Baca juga:  Mentimeter Dikuasai, Siswa Happy di Masa Pandemi

Tahap ketiga, reflective (penguatan) siswa mempresentasikan hasil eksprerimen dan pengamatan yang dikuatkan oleh siswa lain ataupun guru sehingga didapatkan konsep materi yang benar. Pada tahap selanjutnya, application (ulangi/penerapan) maka konsep materi yang telah diperoleh diulangi bersama secara klasikal sehingga pemahaman siswa semakin bertambah.

Fakta membuktikan bahwa penerapan metode D-O-R-A dalam pembelajaran IPA materi mengidentifikasi komponen listrik pada rangkaian sederhana sangat mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa dengan tingkat ketuntasan klasikal ≥85% mencapai standart nilai KKM.

Respon siswa terhadap model pembelajar Learning by Doing Tipe DORA (Doing, Observation, Reflection, Application) sangat positif karena mendapatkan respon yang sangat baik dihadapan siswa-siswa dengan menunjukkan antusias dan mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh.

Baca juga:  Serunya Belajar Gerhana dengan Bermain Gobak Sodor

Alangkah lebih baik apabila metode ini digunakan untuk mata pelajaran yang sifat nya melatih ketrampilan atau ranah kognitif dan psikomotorik siswaselain itu guru juga harus dapat memberikan motivasi kepada siswa dan lebih kreatif, agar siswa menjadi lebih tertarik sehingga akan berani untuk mencoba dan percaya diri. (fkp1/ton)

Guru SDN Srondol Wetan 03, Banyumanik, Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya