alexametrics

Konsentrasi Anak Didik Meningkat Melalui Bermain Musik Angklung

Oleh : Siti Aisyah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Anak usia dini usia 4-6 tahun identik dengan pola tingkah anak–anak yang senang bergerak bebas, bermain tanpa mengenal lelah dan terlihat anak – anak yang tidak dapat duduk diam di kelas. Sebagian besar aktivitas anak usia pra sekolah banyak melibatkan gerak fisik dan bermain sehingga mereka terlihat sulit berkonsentrasi dalam jangka waktu tertentu. Kemampuan berpikir seperti konsentrasi, mengingat, membandingkan, menalar dan memecahkan masalah bagi anak usia dini suatu hal yang memberatkan atau mungkin membosankan.

Menurut Slameto (2010:85), konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu benda/gagasan. Kemampuan anak berkonsentrasi berbeda- beda, rentang perhatian anak dalam menerima informasi melalaui aktivitas apapun juga berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain yakni keterlambatan perkembangan saraf, faktor lingkungan dan psikis.

Baca juga:  Siapa Takut Menjadi Guru TK yang Jadi Idola?

Mencermati kondisi tersebut untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak diperlukan suatu cara yang menarik dan menyenangkan serta latihan secara teratur agar daya konsentrasi anak didik meningkat. Sebagai guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal 35 Semarang penulis telah melakukan upaya untuk meningkatkan konsentrasi anak melalui aktivitas bermain musik angklung yang menyenangkan.

Angklung merupakan alat musik asli dari Indonesia. Awal mula angklung dibuat di daerah Jawa Barat. Jawa Barat adalah daerah pegunungan terdapat banyak pohon bambu. Sehingga membuat alat musik bambu karena mudah didapat dan ringan untuk dibawa. Angklung dibunyikan dengan cara digoyangkan sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2,3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.

Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg (1862, Batavia) menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu yang dipotong ujung-ujungnya menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Cara seseorang memainkan angklung yaitu memegang rangkanya pada salah satu tangan (tangan kiri) sehingga angklung tergantung bebas, sementara tangan lainnya (tangan kanan) menggoyangkan hingga berbunyi.

Baca juga:  Kenali Beragam Teknologi Sederhana dengan CTL

Strategi mengajarkan angklung dan membentuk sebuah grup angklung pada lembaga PAUD/TK adalah hal yang mudah. Langkah persiapan, guru mempersiapkan angklung sesuai dengan jumlah anak dalam satu kelas, mempersiapkan ruang yang nyaman sehingga anak bersemangat untuk bermain angklung, mempersiapkan lagu-lagu anak yang sederhana, mudah dimainkan ,mudah diingat anak dan dapat disesuaikan dengan tema, mempersiapkan partitur lagu dengan tulisan yang jelas, dapat dibaca oleh semua anak serta menentukan jadwal latihan rutin.

Pembagian angklung adalah membagikan angklung kepada para pemain, sehingga akan memperlancar proses pembelajaran angklung. Setiap anak akan mendapatkan satu angklung dan memainkannya secara merata sesuai dengan angka yang dimilikinya. Angklung yang dipegang disesuaikan dengan postur tubuh anak, anak yang memiliki tubuh yang lebih besar diberi angklung yang lebih besar seperti do, re atau mi.

Baca juga:  Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Bermain

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari bermain musik angklung, ternyata dapat memberikan kontribusi yang cukup berarti terhadap peningkatan motivasi dan konsentrasi belajar siswa. Melalui pembelajaran angklung yang mengasyikkan penulis menyimpulkan bahwa konsentrasi anak didik meningkat dan hal ini berpengaruh terhadap kemampuan anak menyelesaikan tugas belajar yang beragam. (ips1/ton)

Guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal 35 Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya