alexametrics

Tutor Sebaya, Tingkatkan Kemampuan Siswa Menentukan Ide Pokok Paragraf

Oleh : Gunarsih, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha-Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Mulyasa, 2007:4).

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan tersebut, maka dalam lembaga pendidikan formal yaitu sekolah. Keberhasilan pendidikan ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, yakni keterpaduan antara kegiatan guru dengan siswa.

Pembelajaran yang efektif memungkinkan keterlibatan aktif siswa SDN 02 Bumirejo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang dalam pembahasan materi sehingga belajar berpusat pada siswa.

Gaya penyajian yang digunakan guru dalam membahas materi pelajaran berpengaruh terhadap perhatian siswa. Berkenaan dengan itu, materi pelajaran hendaknya disajikan dengan cara yang menarik sehingga rasa ingin tahu siswa terhadap materi pelajaran meningkat (Slavin, 1991).

Baca juga:  Pemanfaatan Smart Apps Creator untuk Membuat Media Pembelajaran Offline

Perhatian siswa akan terbagi bahkan bisa hilang apabila materi pelajaran yang dibahas dengan cara yang monoton. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menggunakan berbagai metode dan media yang bervariasi agar siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Prinsip itulah yang digunakan penulis sebagai dasar untuk mengadakan perbaikan.

Bagaimana siswa belajar banyak ditentukan oleh bagaimana guru mengajar. Sebagai pengajar, guru hendaknya memiliki perencanaan (planning) pengajaran yang cukup matang. Perencanaan pengajaran tersebut erat kaitannya dengan berbagai unsur seperti tujuan pengajaran, bahan pengajaran, kegiatan belajar, metode mengajar, dan evaluasi.

Unsur-unsur tersebut merupakan bagian integral dari keseluruhan tanggung jawab guru dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal di SDN Negeri 02 Bumirejo Kecamatan Ulujami Kab. Pemalang menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belum mampu menentukan ide pokok dalam paragraf hal ini terlihat dari tugas yang penulis berikan berupa wacana satu paragraf ternyata dari beberapa siswa belum mampu menentukan ide pokok dalam paragraf dengan tepat.

Baca juga:  Apersepsi Menggugah Siswa saat Pandemi

Selama proses belajar mengajar ada beberapa permasalahan berdasarkan pengamatan penulis, di antaranya 1) siswa sering menunda tugas latihan yang diberikan guru; 2) siswa kelas VI pura-pura mengerti/paham dengan penjelasan guru; 3) siswa kelas VI belum mampu menentukan ide pokok yang tepat.

Untuk meningkatkan prestasi serta hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia maupun pada pembelajaran mata pelajaran lainnya, disarankan agar pendidik harus menggunakan metode-metode pembelajaran yang mampu membuat hasil belajar siswa meningkat.

Selain itu pendidik juga harus memperhatikan cara mengajar yang hanya bersifat konvensional agar siswa dapat menerima materi dengan baik. Dalam hal ini, pendidik harus melibatkan siswa secara keseluruhan untuk ikut aktif dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Salah satu metode yang tepat adalah metode Tutor Sebaya.

Tutor sebaya adalah siswa yang ditunjuk atau ditugaskan membantu teman temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan teman umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru dengan siswa (Muhammad, 2011:67).

Baca juga:  Meningkatkan Hasil Belajar Perkembangbiakan Makhluk Hidup dengan Jigsaw

Selanjutnya, Hamalik (1991:75), mengemukakan bahwa metode tutor sebaya merupakan suatu cara penyajian bahan pelajaran yang dilakukan dengan memberikan pembimbingan terhadap siswa dengan memperhatikan perkembangan siswa.

Mengingat kecepatan perkembangan mereka masing-masing tidak sama, sehingga pola pendekatan dengan menerapkan teman siswa sebagai tutor dalam membimbing teman lainnya yang mengalami kesulitan dalam belajar dianggap tepat, sebab hubungan emosional antara sesama siswa dianggap lebih dekat dibanding antara siswa dengan guru.

Interaksi antara siswa yang satu dengan lainnya dapat terlaksana dengan mudah. Untuk mengungkapkan komunikasi diantara sesama siswa tidak ada batasan ruang. Hal ini karena keseharian mereka sering berkomunikasi dalam segala hal sehingga interaksi belajar dapat dengan mudah dicerna oleh siswa dalam proses belajar. (pg2/ton)

Guru SDN 02 Bumirejo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya